bagaimana meneliti media sosial ?


media sosial itu bukan tentang teknologi. maka penelitian tentang media sosial juga bukan penelitian tentang teknologi. karena unsur teknologi di sana justru sangat sedikit. yang banyak adalah antropologi, sosiologi, dan etnografi. antropologi ini tentang budaya sekelompok masyarakat sebagai satu kesatuan terpisah, sosiologi lebih mempelajari bagaimana antar individu melakukan sosialisasi dalam suatu masyarakat dan etnografi sendiri sebagai satu disiplin ilmu untuk mendeskripsikan bagaimana studi antropologi yang terjadi. jadi, justru dari ketiga jenis ilmu inilah penelitian media sosial dapat dikupas lebih lanjut.

dengan melakukan penelitian etnografi, data yang dihasilkan akan lebih banyak bersifat kualitatif. tetapi berbeda dengan era media sosial. teknologi digital dapat membantu kuantifikasi deskripsi-deskripsi kualitatif tersebut. sehingga data yang lebih lengkap ini dapat dijadikan referensi dalam pengambilan keputusan perusahaan. data yang paling utama adalah ketika peneliti mampu mendapatkan sudut pandang yang lebih dalam dari pelaku kehidupan dalam kelompok media sosial tersebut. serta data berikutnya yang penting adalah mendeskripsikan pola-pola bersosialisasi yang muncul.

metode etnografi inilah yang dapat digunakan untuk menggambarkan pola-pola sosialisasi yang terjadi dalam media sosial. teknik yang paling dikenal dalam metode etnografi adalah pelibatan diri secara langsung ke dalam komunitas. dalam perspektif perusahaan, teknik ini tentu saja tidak dengan sekedar mendengarkan, melainkan harus terjun langsung berkomunikasi. melibatkan diri di dalam pembicaraan, melalui pemberian pendapat dalam topik (thread) yang ada, atau membuat topik baru untuk didiskusikan. komunikasi yang dilakukan perusahaan lebih ditekankan kepada pemberi pengaruh (influencer) atau pengambil keputusan (decision maker) dalam komunitas yang menjadi target.

metode terjun langsung ke kehidupan objek penelitian etnografi adalah metode yang paling sering digunakan. tetapi masih banyak metode lainnya yang bisa dilakukan. salah satu di antara yang paling banyak digunakan adalah metode diary. caranya adalah dengan meminta objek untuk menulis ke dalam diary yang disediakan (dengan template yang sudah dikemas sebelumnya) tentang topik yang ingin diteliti. misalkan tentang keuangan, pergaulan, dan sebagainya.

dalam dunia media sosial yang kian digital ini, cara yang sama bisa dilakukan. yakni melalui twit-twit seperti apa yang biasa dimunculkan, atau tema dari artikel blog yang dibuat. konsistensi tema twit/blog pastinya akan mengarah pada suatu kesimpulan tertentu. hanya saja, ada satu hal yang masih harus dilakukan di akhir penelitian etnografi dengan metode diary, yaitu konfirmasi ulang (reconfirmation) mengenai apa saja yang dilakukan dengan yang dituliskan. konfirmasi ini boleh dilakukan dalam bentuk in depth interview.

cek juga artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s