Mengapa Bandung Sangat Kreatif?


Judul di atas saya angkat karena, saya melihat bandung adalah salah satu kota yang benar-benar bersandar pada manusia yang berada di dalamnya untuk dapat hidup dan berkelanjutan. beberapa kota yang lain di Indonesia, ada yang sangat bergantung pada sumber daya alam. bahkan, pada titik ekstrim, ada kota yang lahir justru karena Pertamina membangun infrastruktur jalan raya, kilang minyak, atau pelabuhan. ini sebagai contoh ekstrim saja.

  1. nah, hal pertama yang sangat saya yakini menjadi jawaban dari judul di atas adalah, warga muda bandung sangat idealis. saya sebut idealis, karena mereka punya mimpi dan mereka berusaha keras mewujudkan mimpinya itu. mereka ingin sukses, dan mereka idealis dengan cara mereka sendiri. persoalan mereka belum bisa makan dari kreativitas yang mereka lakukan, itu soal lain. yang penting action dulu.
  2. kedua, bandung itu sangat dekat dengan jakarta. baik sebelum, apalagi sesudah keberadaan tol cipularang. banyak yang menggantungkan perputaran keuangannya pada turis dari jakarta, yang datang setiap weekend. nah, mungkin ini yang membedakan bandung dibanding yogyakarta. perputaran uang yang lebih kencang, menjadikan produk/jasa dari bandung lebih laku.
  3. ketiga, di bandung ada banyak universitas. bahkan beberapa SMA, termasuk SMA 3 bandung menjadi tujuan sekolah/kuliah. di kota saya dulu, engga ada yang namanya mau sekolah SMA itu jauh dari rumah dan bolak-balik setiap hari. tapi kini sangat biasa, warga cimahi bersekolah di SMA 3. dan universitas di bandung punya banyak mahasiswa dari kota-kota lain di Indonesia. menariknya, banyak yang tidak langsung pulang dan membangun kotanya, melainkan bekerja atau membuka bisnis di bandung🙂
  4. empat. sebagai mantan “danau purba”, bandung dengan jumlah warga yang relatif lebih sedikit juga mudah pengelolaannya. minimal, tidak ada jarak yang terlalu jauh di kota bandung. dengan motor, meski kadang terkendala macet, tidak ada jarak yang benar-benar memakan waktu yang panjang. ini bedanya dengan jakarta. di jakarta, semuanya ada. meski harus berbayar, tapi seringkali jarak yang ditempuh cukup jauh. untuk berangkat saja, rerata warga jakarta menghabiskan 2 jam perjalanan.
  5. lima. warga di bandung suka “menjajal” sesuatu yang baru, lalu mendiskusikannya. iya, diskusi. cerita ke orang lain, mendengar tanggapan, lalu mengobrol lebih lanjut. dari sisi pemasaran, ini adalah word of mouth yang gratis. jadi, kalau anda punya usaha di kota bandung, bisa saja tidak berpromosi sama sekali. karena orang yang pernah datang ke usaha anda, akan memberi rekomendasi pada keluarga dan teman-temannya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s