enterpreneur = enterprise ?


menjadi entrepreneur itu sebenarnya susah, susah banget. banyak yang mengaku sudah menjadi entrepreneur karena sudah punya usaha yang menghasilkan duit. padahal, dia kerja sendiri, mengambil proyek dan mengerjakannya sendiri. semuanya serba sendiri.

ada juga yang mengaku entrepreneur, padahal dia masih sambil bekerja di tempat lain. hanya karena punya usaha bisnis, dan menghasilkan duit, lalu dia mengaku entrepreneur. padahal, duit yang dihasilkan dari sana tidak seberapa. terbukti, dia belum bisa melepaskan pekerjaan lamanya tersebut.

ada yang pengen jadi kaya, tapi dia bermain jual beli saham. iya, bermain. tapi mainnya serius banget. bisa untung banyak, bisa rugi banyak. mainnya sendirian, atau dibantu oleh pialang saham. memang beneran kaya, tapi modal awalnya harus duit yang tidak sedikit. bukan dari nol.

atau bisa juga main derivatif yang lain. jual-beli surat utang, jual beli option dari komoditi, dan lain sebagainya. untuk yang terakhir saya sebut, bahkan sampai muncul istilah option-preneur. padahal, tidak lebih dari pedagang, saya kira. datang ke pasar, dan menawarkan barang kepada semua orang yang lewat.

intinya, sebagian besar mengaku sudah menjadi entrepreneur, hanya karena sudah punya duit yang sedikit lebih banyak, atau karena berdagang sendirian, atau mengerjakan proyek sendirian. padahal, ada yang lebih daripada itu.

enterpreneur itu dekat dengan kata enterprise. maksudnya adalah organisasi/institusi/lembaga, apapun kita menyebutnya. yang jelas tidak seorang diri, dan ada sistem budaya yang berperan di dalamnya.

cuma usaha yang skalanya benar-benar kecil saja yang bisa dikerjakan seorang diri. termasuk yang berdagang seorang diri, biasanya operasionalnya kecil saja. kalau tingkat teknologi dan pengetahuannya tinggi, tanpa berdagang, semisal mengerjakan proyek desain atau jasa lainnya seorang diri saja, tetap sulit untuk menyebutnya sebagai enterpreneur.

enterpreneur adalah gelar/julukan bagi mereka yang mampu membangun usaha dengan modal kecil, seadanya. membangun bukan sekedar hasil jualan (omzet) yang terus meningkat saja, melainkan skala operasional yang kian membesar. bukan hanya keterampilan otot saja yang digunakan, melainkan bagaimana memutar otak untuk tetap eksis dalam ketatnya persaingan bisnis, serta memperoleh modal operasional yang lebih besar. semakin besar enterprise yang dibangun dengan tangan dingin orang tersebut, semakin layak dia kita beri julukan : enterpreneur.

menjadi enterpreneur seakan persoalan gampang. kampus-kampus sekarang pun banyak ‘mengkarbit’ calon wisudawannya lewat training-training enterpreneurship. padahal enterpreneur tidak dibentuk di kampus. isi materi training tersebut lebih banyak ke motivasi wirausaha. padahal menjadi enterpreneur bukan melulu soal motivasi. tapi juga keterampilan mengelola bisnis.

tulisan yang berhubungan : pola pikir entrepreneur.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s