mulai dari berpikir positif


seperti halnya kisah sukses para entrepreneur yang berhasil bangkit meraih sukses kekayaan, dari keterpurukan milayaran bahkan hingga trilyunan utang, maka seperti itu pula para public speaker yang berhasil bangkit dari kegagalannya berbicara di depan umum. tapi kenapa mereka bisa belajar, dan bangkit meraih keberhasilan?

***

ada yang berbakat tampil, ada yang tidak. bakatnya juga bisa bermacam-macam, dimana ada orang yang bisa satu bakat, tapi tidak bisa pada bakat yang lain. ada yang punya bakat bermusik dan tidak grogi ketika tampil di hadapan orang banyak, lalu terdiam tak bisa berkata-kata ketika diminta public speaking. dan ternyata, masih ada juga orang yang berbakat public speaking.

nah, ada yang berbakat public speaking, ada yang tidak. mereka yang berbakat mampu menyihir para audiens, bahkan ketika mereka tidak mempersiapkan diri sekalipun. sejak awal karir mereka di panggung public speaking, mereka nyaris tidak pernah gagal. apa yang terjadi dengan mereka yang tidak berbakat?

diminta berbicara, mereka menolak. engga siap, katanya. mereka sudah menyiapkan diri, ternyata malah grogi di depan. adakalanya mereka bingung, harus berkata apa. maka mereka membuat naskah pidato, atau meminta orang lain membuatkan naskah tersebut. tapi speech-nya di depan orang banyak, jadi terkesan kaku: seperti membaca teks. nyaris tidak ada jiwa sama sekali disana. seperti rekaman suara yang sudah diputar berulang-ulang.

think positive. berpikir yang positif. positive thinking. positif dalam berpikir. entah kalimat mana yang digunakan oleh para trainer motivasi, tetapi mereka selalu benar. berpikir positif adalah fondasi dari banyak hal : penghargaan potensi diri, awal kemunculan niat/tujuan baik, dan keinginan belajar lebih mendalam.

penghargaan potensi diri

mereka yang berpikir positif tidak merasa kalah dengan orang yang lebih mahir. karena itu bukan perlombaan. bukan kompetisi. tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. makanya tidak perlu merasa kalah, minder dan malu. justru kebisaan orang lain adalah pelecut semangat untuk belajar lebih baik. orang lain punya potensi, memangnya saya tidak punya potensi sama sekali? tentu tidak. saya juga punya potensi, meski masih sedikit. yang saya perlu lakukan hanya belajar dan mencoba lebih keras lagi, lebih banyak lagi. begitu cara mereka memandangnya. cara memandang yang positif. cara berpikir yang positif.

munculnya niat baik

mereka sadar, tidak cuma mereka yang punya potensi. mungkin orang lain yang sudah bisa, cuma “lebih dahulu bisa”. bukan berarti mereka “tidak akan bisa sama sekali” kan? jadi, setelah sadar bahwa tiap orang pasti bisa, karena setiap orang punya potensi, maka niat yang positif akan muncul. niat untuk belajar lebih banyak, niat untuk mencoba lebih banyak, dan seterusnya.

keinginan belajar

belajar adalah proses dari tidak bisa menjadi bisa. ada perbedaan sebelum dengan sesudah proses belajar itu sendiri. dari tidak bisa, mengapa mau belajar? karena, sadar dirinya punya potensi bisa, meski masih belum. karena apalagi? karena bisa itu hanya soal waktu, tinggal jalankan saja prose belajar itu sendiri. maka, dengan sendirinya, kebisaan/kemampuan akan datang dengan sendirinya.

silakan dapatkan: buku panduan singkat tentang bagaimana berbicara di depan publik yang baik dan benar. silakan klik link ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s