melibatkan audiens dalam presentasi anda


ada yang bilang, anggap aja semua audiens itu batu. anggap aja mereka ga bisa melihat, ga bisa mendengar, dan ga bisa bersuara. anggap aja batu, jadi kamu ga usah pedulikan mereka, maka kamu ga akan grogi, dan kamu akan berhasil melakukan public speaking.

kata saya, pendapat di atas 100% (baca: seratus persen) salah! audiens bukan batu. audiens itu manusia. mereka bisa memakai panca indra mereka (melihat dan mendengar), kemudian berpikir dengan otak mereka, tentang apa yang mereka lihat dan dengar. lalu, mereka bisa merespon anda dengan mulut mereka yang bisa berbicara. dan mereka, bisa menyatakan sesuatu atas apa yang anda sampaikan.

bagaimana respon mereka? macam-macam. mereka, audiens, bisa setuju. bisa juga tidak setuju. mereka bisa melontarkan pendapat kenapa mereka setuju. bisa juga, mereka akan membantah anda. lebih ekstrim, membuat anda malu di depan audiens lainnya. seperti seorang profesor yang mempermalukan seorang mahasiswa S1 yang salah dalam memahami teori dan metode penelitian, di depan dosen-dosen yang lain. dan terakhir, mereka juga bisa bertanya tentang apa yang baru saja anda sampaikan.

nah, yang terakhir ini (bahwa audiens bisa bertanya) ini yang jadi bukti bahwa audiens belum sepenuhnya paham dengan apa yang anda sampaikan, karena itu dia/mereka coba menyempurnakan pemahamannya dengan bertanya. baik pertanyaan yang butuh jawaban ya/tidak saja (yes/no question), atau dalam bentuk pertanyaan terbuka tentang apa yang anda presentasikan.

tidak memberi kesempatan bagi audiens untuk bertanya, berarti memberi kesempatan bagi audiens untuk tidak benar-benar paham dengan apa yang anda sampaikan, dengan apa yang anda coba jelaskan.

penyebabnya kemungkinan adalah anda memaksimalkan penggunaan waktu yang disediakan, dengan seluruh materi presentasi. either, waktunya memang kurang, atau materi yang diminta terlalu banyak, maka waktu yang tersedia hanya cukup untuk satu orang saja yang berbicara: yaitu anda sebagai pemateri.

nah, saya biasanya mensiasati keadaan ini dengan memberikan materi hanya selama separuh waktu yang diberikan. meskipun kadang-kadang agak dipaksakan, tetapi rasanya lega ketika peserta benar-benar memahami apa yang saya sampaikan. indikatornya, ya itu tadi, peserta bertanya dan saya menjawab. semakin banyak pertanyaan dan jawaban, itu artinya semakin baik pemahaman peserta.

ada banyak metode yang dapat kita pakai untuk menentukan seberapa banyak waktu yang sebaiknya kita pakai untuk presentasi saja. tentu tidak 100% kan? karena harus ada alokasi waktu yang kita gunakan untuk berdiskusi dengan audiens atau peserta. tentang ini, saya akan membahas di tulisan yang lain🙂

silakan dapatkan: buku panduan singkat tentang bagaimana berbicara di depan publik yang baik dan benar. silakan klik link ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s