Grogi dan Nasibnya..


rabu malam kemarin baru ngisi training public speaking di himpunan informatika, di suatu kampus teknik di bandung. persisnya, bukan public speaking biasa. tapi public speaking untuk presentasi🙂

nah, ketika masuk sesi diskusi, ada pertanyaan menarik. bagaimana kiat mengatasi grogi ketika sudah di panggung presentasi?🙂

saya beri analisis singkat tentang grogi. ini usaha untuk menjawab pertanyaan yah😀 jadi, saya pernah bertanya ke teman yang puluhan kali menjadi trainer. apakah beliau masih sering grogi ketika tampil di panggung presentasi? jawaban beliau adalah, iya.

jadi, saya simpulkan, siapapun public speakernya, dia pasti akan grogi. berapa ratus kali pun di panggung presentasi, ternyata dia masih grogi. minimal untuk lima menit pertama. pertanyaan berikutnya adalah: apakah mereka yang sukses maupun gagal di panggung presentasi, benar-benar merasakan grogi?

ternyata jawabannya adalah iya. iya mereka merasakan grogi. kalau begitu, grogi terjadi pada mereka yang berhasil (baca: sukses) dan gagal di panggung presentasi kan? nah, apa yang sebenarnya terjadi, mengapa grogi ada yang mengganggu public speaker, ada juga yang tidak mengganggu?😀

simpulannya, mungkin cuma satu: grogi ada yang mengganggu, ada yang tidak mengganggu. bagaimana grogi bisa mengganggu, dan bisa pula tidak? kemungkinannya adalah, ada pada diri public speaker tersebut, bagaimana dia berhasil mengatasi grogi lalu bangkit dan sukses di panggung presentasi kan?🙂

karena, grogi bisa berakibat pada kegagalan public speaking. betul tidak? gagalnya seperti apa? gagalnya ada dua kemungkinan. pertama adalah, gagalnya ketika public speaker kehilangan gagasannya di depan audiens. atau ketika dia jadi terdiam seribu basa di depan audiens. dan kegagalan sejenis itu🙂

nah, analisis berikutnya mengenai keberhasilan public speaker mengatasi kegagalan. apa yang sebenarnya dia lakukan? sehingga tidak terdiam seribu basa atau tidak kehilangan gagasannya? jawabannya adalah dia fokus. dia fokus menjaga dan konsisten menyampaikan gagasannya, hingga tidak ada yang terlupa, sedikit pun. atau, dengan kata lain, dia berusaha jangan sampai grogi justru membuat dia lupa dengan gagasannya sendiri.

lagipula, dia juga berusaha untuk tidak terdiam seribu basa. ada saja cara kreatif yang dia lakukan untuk mencegah hilangnya ide dari kepalanya. entah bertanya langsung, menerapkan metode ice breaking, dan lain sebagainya🙂

jadi, grogi punya nasib. dan nasibnya bergantung pada sang public speaker sendiri, di atas panggung presentasi. apakah sang speaker berhasil mengatasi si grogi, atau tidak? di sanalah jawabannya bermula🙂

tulisan berikutnya, saya coba ulas bagaimana mengatasi grogi di public speaking..🙂

silakan dapatkan: buku panduan singkat tentang bagaimana berbicara di depan publik yang baik dan benar. silakan klik link ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s