overheating ekonomi China


tulisan ini ide awalnya dari komentar-komentar di link facebook seorang teman, tentang overheating-nya perekonomian China. tapi saya coba tuliskan secara berbeda, berdasar pemahaman saya, dengan pola sebab-akibat. yaitu, bila gejala yang terlihat dianggap sebagai akibat, maka apa sebabnya. silakan dinikmati🙂

  1. mengapa ekonomi yang overheating bisa terjadi di China? overheating di China karena pemerintahnya mengantisipasi demand yang meningkat dari warganya. bagaimana tidak? semua orang bertambah kesejahterannya, kesehatannya, tabungannya, daya belinya, jumlah keluarganya, kebutuhan pendidikannya, dst. yang disebabkan kemampuan produksi, pemasaran dan distribusi ke negara-negara di luar china. karena itu pemerintah China memfasilitasi (atau mengantisipasi?) dengan cara meningkatkan infrastruktur perumahan rakyat, jalan raya, dan lain sebagainya. warga kemudian melihat pertumbuhan infrastruktur ini sebagai kesempatan berusaha yang lebih baik, maka mereka berinvestasi disana. kemudian produksi meningkat, konsumsi meningkat. dalam taraf tertentu, peningkatan ini bisa jadi berlebihan dibandingkan daya yang dimiliki. oleh sebab itu disebut overheating.
  2. bagaimana terbentuknya inflasi? apa hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi? pertumbuhan ekonomi tidak mungkin tanpa inflasi. pertumbuhan konsumsi akan menyebabkan harga menaik, dan ini menarik bagi investor maupun produsen untuk meningkatkan kapasitas produksi. inilah yang disebut dengan pertumbuhan ekonomi. produksi dan konsumsi meningkat. indikatornya adalah kenaikan harga. yaitu harga sekarang, dibandingkan dengan harga pada tahun tertentu sebelumnya, itulah yang disebut dengan inflasi. ini yang diukur oleh Biro Pusat Statistik, pada produk-produk tertentu yang sudah ditetapkan oleh pemerintah (terutama komoditas) pada pasar-pasar tertentu yang juga sudah ditentukan.
  3. lantas, apakah inflasi buruk? sebenarnya tidak. yang buruk adalah ketika kenaikan harga barang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan daya beli konsumen. masalahnya, inflasi (baca: kenaikan harga barang) tidak mungkin terlalu rendah sampai nol. jadi, inflasi yang bagus adalah inflasi yang terkendali. inflasi berasal dari mana? salah satu sebabnya adalah, inflasi disebabkan uang yang beredar lebih banyak daripada barang yang ada. cara bank sentral mengendalikannya adalah dengan meningkatkan suku bunga bank. harapannya, bank-bank BUMN atau swasta akan lebih banyak menyimpan uangnya di bank sentral, ketimbang meminjamkannya sebagai kredit kepada nasabah/masyarakat. ini logika yang dipakai oleh bank sentral, pada kenyataannya, belum tentu logika ini menjadi motif bagi bank-bank BUMN maupun swasta. inflasi adalah sesuatu yang lahir bersamaan dengan penggunaan mata uang sebagai alat bayar. ada uang? ada inflasi.
  4. nah, kenapa pakai uang?uang dan mata uang itu apa siy? karena uang sebagai alat bayar memudahkan penjual dan pembeli menilai barang yang ingin mereka jual atau beli. uang sebagai alat bayar lho ya. bukan sebagai penyimpan nilai. kalau sistem barter memang bagus digunakan. tapi dalam skala lebih besar, teknisnya akan lebih rumit. pembayaran pakai dinar/dirham juga bagus. tetapi mungkin rakyat akan lebih berpihak pada orang kaya yang dinar/dirhamnya jauh lebih banyak dibanding mentaati pemerintah. kalau keadaan seburuk ini, bisa jadi pemerintah tidak punya daya tawar terhadap mereka, dan rakyat akan membangkang kepada pemerintah🙂
  5. kenapa dolar dipakai dalam akuntansi internasional selama lebih dari 70 tahun? ada yang salah dalam memandang US Dollar. USD adalah alat bayar. bukan harta yang bisa ditumpuk (uang sebagai penyimpan nilai). masalahnya, kebanyakan orang menumpuk dan menganggapnya sebagai harta. tidak, seharusnya yang dianggap harta adalah yang nilainya relatif tetap seperti emas, dirham, dinar. nilai yang tertera adalah sama dengan nilai yang sebenarnya. berbeda dengan uang dan semua mata uang di dunia, yang seiring waktu berjalan, maka nilai tertulisnya selalu lebih tinggi dibanding daya beli yang dikandungnya (hal ini terjadi sebagai akibat inflasi). selain itu, konsumsi tinggi warga AS menyebabkan bargaining mereka relatif tinggi terhadap importir, sehingga pakai saja USD utk transaksi. importir inginnya pakai USD saja ketika bertransaksi dengan eksportir. eksportir inginnya bayar pakai USD saja ketika transaksi dengan produsen, dst.. makanya USD banyak dipakai dimana-mana.. sejak dulu kala, ini terjadi. dan hal inilah yang menyebabkan USD dipakai sebagai mata uang akuntansi internasional selama 70 tahun terakhir!🙂
  6. bagaimana perilaku keuangan rakyat Amerika Serikat? apa hubungannya dengan negara China? warga AS adalah warga yang terbiasa hidup dengan utang. utang pendidikan (seperti yang terjadi sekarang, ketika banyak warga kehilangan pekerjaan), utang rumah tinggal (di AS disebut mortgage). dan pemerintah AS tinggal mengambil utang dari negara lain (terutama China) dengan cara menjual obligasi (surat utang negara). kalau sudah jatuh tempo, bayar saja pakai USD. toh USDnya tinggal dicetak saja, seperti kata gubernur bank sentral AS. dan uang ini kembali akan dipakai dimana saja di seluruh dunia. jadi bukan karna nilai USD yang stabil. China juga berkepentingan dengan produksi mereka yang harus terserap, karena itu mereka memberi utang kepada AS supaya rakyat AS membeli (terpaksa atau tidak terpaksa) barang-barang produksi dari China.
  7. perdagangan luar negeri, apa saja risikonya? apa hubungannya dengan krisis 2008 di AS? risiko perdagangan dunia adalah kemungkinan gagalnya para pembeli kita diluar negeri membeli barang produksi dari kita. dan termasuk risiko perdagangan internasional ketika, banyak orang kaya di indonesia yang menginvestasikan dananya pada bank atau perusahaan investasi internasional yang keduanya menginvestasikannya di AS, pada produk keuangan seperti: subprime mortgage atau Credit Default Swap atau Collateral Debt Obligation (kalau ga salah).

inspirasi tulisan ini berasal dari film Wall Street I & II (Money Never Sleeps) , film Inside Job, kuliah manajemen risiko perusahaan, kuliah pasar modal dan berbagai berita yang saya baca (online dan offline)🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s