ITB : dunia yang benar, sebelum yang sebenarnya


pertama, yang mau saya ceritakan, kalo saya ga masuk pilihan pertama di SNMPTN yang saya daftarkan. saya dulu daftar jurusan IPA, jadi cuma ada dua pilihan. pilihan pertama, waktu itu teknik kimia ITB. ini soalnya saya lihat jadi insinyur teknik kimia itu keren. bisa bikin pabrik kimia, soalnya. tapi sampai h-1 saya masih belum tentukan pilihan kedua. karena sombong, saya pilih sembarang saja. asal masih di ITB dan prodi-nya mirip-mirip dengan teknik kimia. jadilah saya pilih farmasi. tapi kini, meski pilihan saya berbeda dengan yang saya inginkan, ternyata saya ga pernah benar-benar menyesal jadi sarjana sains dari prodi farmasi ^_^

kedua, saya pernah dengar cerita dari seorang teman. sebut saja namanya S. jadi suatu ketika teman dari S ini heran, ketika S baru saja pulang dari kampus, dimana dia menginap sebelumnya. iya, heran karena menginap koq di kampus. ada apa di kampus sampai menginap segala? nah ini bagian menariknya, di ITB beberapa orang hidup karena impiannya masing-masing. ada yang mau bikin alat, atau ikutan lomba, atau ber-kegiatan di organisasi mahasiswa. bagusnya, lingkungannya kondusif untuk itu. jadi, menginap di kampus, entah tidur (ataupun tidak) di lab atau himpunan/unit. jadi jangan heran klo beberapa orang besar, ternyata pernah kuliah S1 di ITB. selain karena mereka pejuang mewujudkan mimpi, atmosfernya bagus untuk membangun cita-cita ^_^

ketiga, mungkin ini sedikit narsis. yang saya tahu, karena belajar di kampus teknik, yang dekat dengan matematika diferensial-integral dan statistik. serta ilmiah (empiris, logis, sistematis), mereka yang pernah kuliah di ITB, cara berpikirnya menjadi sangat sistematis. menurut saya berhasil mengembangkan dirinya secara eksponensial. bukan secara linier. maksudnya begini, karena punya mimpi dan berhasil mengembangkan rencana yang tepat, mereka berhasil lebih banyak dalam waktu yang sama, dibanding dengan mereka yang berasal dari kampus non-teknik. ini dari sisi otak kiri ya. persoalan humanisme dan kreativitas otak kanan itu adalah sisi yang lain lagi ^_^

keempat, saya memberi judul di atas, karena menurut saya, ITB adalah dunia yang sebenarnya. mereka yang berhasil, bukan karena mereka pintar di kelas. tapi mereka memang berusaha keras untuk survive di ITB. ga cuma kuliah trus pulang setiap hari seperti itu terus. dan dunia seperti ITB ini, adalah dunia yang baik untuk belajar mengembangkan diri, sebelum benar-benar memasuki dunia yang sebenarnya ^_^

kelima, alias penutup. karena baru kepikiran nulis ini aja, jadi saya cuma nulis empat poin di atas. okelah, nanti dilanjutkan lagi ^_^

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s