akhir 1986


Beberapa kali dalam hidup saya, saya merasa sangat beruntung menjadi salah satu yang lahir di akhir tahun 1986 di Indonesia. Kenapa?

Di pertengahan 1998, Presiden RI berganti setelah saya 5 tahun saya bersekolah dasar. Dan kemudian, Presiden berganti dalam era yang tidak lama: ada yang 3 tahun, dan ada yang 5 tahun. Perubahan kepemimpinan, menjadi sesuatu yang biasa saja sejak saat itu. Baik di level negara, atau wilayah yang lebih kecil lainnya. Termasuk organisasi mahasiswa. Yang membedakan tiap periode kepemimpinan cuma dari satu pertanyaan cerdas: keberhasilan apa yang ditinggalkan oleh pemimpin yang sudah turun ini?🙂

Masih di waktu yang tidak jauh berbeda, terjadi krisis ekonomi yang melanda Indonesia. Yang kemudian diikuti oleh turunnya Presiden RI yang telah 32 tahun berkuasa. Menariknya, dari sisi ekonomi, terjadi perubahan besar-besaran dalam lanskap bisnis Indonesia. Nilai tukar rupiah yang tadinya Rp2.500,00 menjadi belasan ribu rupiah akibat krisis ekonomi di tahun 1997-1998. Banyak importer gulung tikar, industry mengalami perubahan besar-besaran, karena barang dagangan maupun bahan bakunya, mahal untuk diimpor dari luar negeri. Daya beli pun merosot tajam, masyarakat mengalami berbagai harga kebutuhan pokok yang tidak masuk akal dan sulit untuk dijangkau.🙂

Poinnya adalah, kebangkrutan dalam bisnis adalah hal yang biasa. Kegagalan berbisnis adalah sesuatu yang lumrah. Dan yang paling signifikan adalah, banyak karyawan yang kemudian merasa, tidak bisa mengandalkan pendapatan rumah tangga hanya dari pekerjaan ayah/suami saja. Pun, mereka bisa dipecat kapan pun oleh perusahaan mereka. Karena situasi bisnis dan industry yang memburuk, ataupun alasan lainnya. Akibat krisis ekonomi 1997-1998 ini pula, banyak anggota masyarakat yang kemudian tergerak untuk menjadi pengusaha. Minimal, memiliki tambahan pendapatan. Dan ketika saya berkuliah pun, wacana menjadi pengusaha bukan sesuatu yang aneh. Menjadi entrepreneur pasca lulus kuliah pun, menjadi cita-cita dari sebagian kecil mahasiswa di kampus saya.🙂

Kini, di usia saya yang berada di tengah-tengah 20-an dan 30-an tahun, entah bagaimana lahirnya, inspirator-inspirator bermunculan. Ada Pandji Pragiwaksono yang memimpin lahirnya gerakan #Indonesiaunite, yang mengajak pemuda-pemudi Indonesia untuk kreatif dalam melakukan apapun yang membangun bangsa dan negara. Ada juga mbak Ligwina Hananto yang punya visi “Kelas Menengah Indonesia yang Kuat”. Kelas menengah yang sekali sepekan bisa mentraktir keluarga di restoran mewah, kelas menengah yang bisa menyekolahkan anak sampai jadi sarjana, kelas menengah yang bisa hidup mapan ketika pension, dan lain sebagainya. Ada juga mas Rene Suhardono yang bilang “Your Job is not Your Career”, pekerjaan anda bukan karir anda katanya. Pesannya Cuma satu: kerjakan yang sesuai dengan passion/hasrat anda. Jangan merasa “bekerja” itu berarti “menderita”. Kemudian ada Pak Anies Baswedan dengan program Indonesia Mengajar, yang menjadikan pengajaran sebagai sesuatu yang mengasyikkan dan bertualang ke daerah yang jauh dari tempat tinggal asal.🙂

Memang, saya belum menghasilkan apa-apa yang inspiratif, tapi lahir di waktu yang tepat pasti akan jadi salah satu sebab kita akan menjadi sesuatu yang bermanfaat dalam hidup ini. Mudah-mudahan. Aamiin.

Untuk ke-sekian kalinya dalam hidup, saya bersyukur dilahirkan di akhir tahun 1986. Alhamdulillah🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s