twitter vs. televisi


Kebanyakan nongkrong di rumah, emang ada bedanya banget dibanding kebanyakan keluyuran😀

Klo di rumah itu, pastinya kebanyakan nonton tivi. Namanya juga tivi, alat komunikasi satu arah dan massal, otak bisa kaku karna ga diberi kesempatan merespon. Selalu satu arah: kita melihat dan mendengar televisi, tapi mereka tidak mau melihat dan mendengar kita😀

Tadi dapat twit:

We think basically you watch television to turn your brain off, and you work on your computer when you want to turn your brain on.

Artinya emang bener, klo mau istirahatkan otak, sengaja atau tidak sengaja, ya nonton tivi lah. Tapi kalau mau otak lebih aktif, maka berkomputer-lah. Kira-kira begitu.

Apalagi klo melihat dua televisi nasional kita. Yang khusus media itu lho  lebih banyak berita negatifnya ketimbang berita positif. Hehe😀 klo wartawan emang bakal bilang, “bad news is a good news.” Jadi bad news emang lebih mendatangkan penonton dan iklan buat mereka ^_^

Teknologi televisi memang keren yah. Bisa mengubah pikiran banyak orang dalam waktu singkat.

Beberapa pecan yang lalu, online marketing strategist, mas @nukman luthfie, banyak membahas tentang perbedaan masyarakat televisi dan masyarakat twitter. Di media social twitter. Banyak benarnya siy, dan memang menarik apa yang dibahas.

Misalkan, masyarakat twitter bukan saja masyarakat penerima informasi, tapi mereka juga adalah masyarakat pemberi informasi. Mereka bukan hanya saluran yang bisa meneruskan informasi, tapi juga bisa mengolah informasi tersebut. Mereka akan membantah yang tidak mereka setujui, dan akan meneruskan (baca: retweet) yang mereka setujui. Berbeda dengan masyarakat televisi yang tidak bisa kita dengar komentar atau bantahannya.

Masyarakat twitter juga sangat sadar dengan pentingnya make sense. Bahasa umumnya, masuk akal. Ga hanya secara logika otak kiri ya, tapi juga secara naluriah. Nah, klo masyarakt televisi, cenderung untuk menerima (yang jelas kita tidak bisa mendengar komentar atau bantahan mereka terhadap informasi televisi) semua logika yang disodorkan oleh stasiun televisi. Kalau itu disebut pemutarbalikan logika (termasuk di dalamnya adalah memutarbalikkan fakta pengadilan) ya betul saja. Bahkan yang tidak masuk akal dalam pikiran, lama-lama bisa dibuat masuk akal dengan ada repetisi-repetisi informasi. Betul tidak? 

Masyarakat twitter juga semakin sok artis. Mereka punya follower. Seberapa beken seseorang di dunia twitter, biasanya dilihat dari seberapa banyak followernya. Pembuat akun twitter, bahkan mengikuti selera pasar. Termasuk yang galau-galau  makanya ada akun @RadioGalauFM atau @GAneshaLAU udah follow? Atau justru anti-follow yang begituan? Hihihi.. terserah anda sajalah 

Yang jelas, seseorang bisa dikucilkan di dunia twitter (baca: diblokir) oleh pengguna twitter yang lain. Alasannya? Jelas, suka atau tidak suka. Semakin suka, semakin difollow. Semakin tidak suka, cenderung untuk direkomendasikan supaya terblokir. Nah, ini bedanya dengan media televisi. Suka atau tidak suka, program pasti selalu ada. Karena keputusan ada di pemilik stasiun. Mau ada pemasukan iklan atau tidak, kalau pemilik stasiun televisi berita mau ada program itu untuk menyukseskan partai dia, ya kenapa harus dihapus? Nah ini perbedaan yang ketiga.

Ada lagi ga, ya? Hehe  belum tau lagi nih. Masih belum lama nongkrong di rumah, soalnya. Kalau tahu, silakan beri komentar ya. Hehehe 

silakan dapatkan: buku panduan singkat tentang bagaimana berbicara di depan publik yang baik dan benar. silakan klik link ini.

One thought on “twitter vs. televisi

  1. Nonton tv bikin otak pasif?
    Tergantung Kak, nonton apa dulu.
    Tontonan saya biasanya yang berbau diskusi2 gitu sih yah, jadi ikutan mikir juga. Ahahaa….
    Padahal tiap malem nonton ovj.
    Itu acara bikin otak pasif banget lah. Tapi lumayan, otot saya jadi gak pasif.
    Tapi ada efek sampingnya: kecanduan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s