Fenomena Tante Girang


ini hanya sekedar tulisan saja ya. untuk diambil pelajarannya. tapi bukan untuk dicontoh🙂

tadi pagi, saya diskusi singkat dengan seorang teman baru di kantor. jadi, kami membahas salah satu artikel di koran yang sebenarnya sudah “basi” karena sudah beberapa hari lalu.

artikel itu membahas fenomena istri/ibu dalam rumah tangga yang menjadi “tulang punggung” bagi keluarga. nah, yang dibahas adalah bahwa para suami banyak protes kepada istrinya tersebut. istri ini sudah masak, tapi tidak dipuji sama sekali. bahkan justru, mendapat omelan karena masakan beliau tidak dapat memuaskan sang suami.

kemudian, di paragraf lain, juga disebutkan bahwa istri yang merasa tertekan secara lahir maupun batin, juga disakiti hatinya oleh suaminya, bahwa pakaian yang dicuci “kurang bersih” dan semacamnya. intinya, di artikel tersebut disebutkan bahwa pihak istri banyak mendapat tekanan dari pihak suami.

padahal, bila disimak lebih lanjut. sang istri adalah karyawati yang sukses di perusahaannya. cepat mendapat kenaikan jabatan, serta menjadi “tulang punggung” bagi keluarga. wajar saja, ketika suami dipecat dari kantor, maka istri yang juga ibu ini kemudian menjadi tulang punggung keluarga. ditengah-tengah keadaan seperti ini, pendapatan hasil bekerja si istri justru meningkat pesat.

untuk diketahui, mencari pekerjaan adalah sesuatu yang berat ketika anda sudah berumur lebih dari 30 tahun. kecuali melalui job hunter, maka mendapatkan pekerjaan adalah sulit. job hunter biasanya berasal dari perusahaan yang menghubungkan perusahaan yang butuh tenaga kerja berkualitas di posisi-posisi tertentu, dengan para pencari kerja. tapi bukan sembarang pencari kerja. melainkan mereka yang sudah pernah menempati posisi tertentu (jabatan tinggi) di perusahaan. tapi job hunter hanya ada di jenis industri tertentu. misalkan industri perbankan maupun telekomunikasi.

pun anda adalah seorang mahasiswa yang sudah lebih dari 3 bulan lalu diwisuda, kemudian anda tidak mempunyai aktivitas apa-apa, maka itu juga sudah menjadi citra buruk di depan departemen SDM untuk perusahaan yang akan anda masuki. kan mencari pekerjaan itu hanya beberapa jam saja dalam sehari. masa’ tidak ada aktivitas sama sekali? nah, kira-kira seperti itu🙂

kita kembali ke judul tulisan ini. jadi, ketika istri tersebut merasa tertekan secara fisik maupun batin. apalagi ketika suaminya pun belum mampu memenuhi gairah si istri, padahal itu tentu saja adalah kewajiban sang suami. nah di sinilah mulai timbul masalah. kebutuhan gairah yang tidak terpenuhi, kemudian di sisi lain istri yang karyawati sukses ini mampu melakukan pembayaran. nah sudah. lahirlah yang disebut dengan “tante girang”.

para istri-istri, tulisan ini hanya untuk sekedar dibaca dan diketahui ya. disebarluaskan juga boleh. tapi bukan untuk dilakukan. sebagaimana saya sampaikan di awal tulisan ini🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s