transportasi massal


jakarta kian lama kian membutuhkan sarana transportasi massal. sejak dahulu, entah sejak kapan persisnya, ada rencana pembangunan monorail di atas jakarta. monorail ini adalah jenis transportasi massal, seperti kereta api. hanya saja tidak berada di atas tanah. karena tanah untuk rel kereta api di jakarta sudah dikuasai semua. sehingga pembebasan lahannya akan berat. makanya monorail ini dibangun jauh di atas permukaan tanah. seperti jalan layang saja, sebenarnya.

tapi sampai kini, monorail tersebut belum pernah ada. entah apa sebab teknisnya. yang jelas, penanganan kemacetan di jakarta memang berat. penanganan yang dilakukan saat ini lebih mirip pengobatan, ketimbang pencegahan. sifatnya sesekali dan memberi solusi hanya untuk sementara waktu. sebelum masalah yang lebih besar kembali muncul.

solusi semacam busway sebenarnya adalah solusi yang tepat, menurut saya. yaitu dengan penggunaan kendaraan umum yang mampu mengangkut banyak sekali penumpang dalam sekali jalan. solusi ini baik. tapi sayangnya, permasalahannya adalah tidak semua jalur mampu dibuatkan jalur busway. hanya jalur tertentu saja. ujung-ujungnya berpindah dari satu tempat ke tempat lain harus menggunakan kendaraan umum jenis lain. ini artinya, keberadaan busway ternyata belum mampu “menghapus” kendaraan umum jenis lainnya. karena belum memberikan solusi terintegrasi. artinya? ya jalan kembali macet.

pencegahan, sesuatu yang seharusnya sudah mulai dilakukan di ibukota jakarta sejak 20-30 tahun silam. salah seorang gubernur jakarta di tahun 1970-an sebenarnya sudah memprediksi, bahwa jakarta suatu saat akan “meledak” jumlah penduduk dan kendaraannya. artinya, akan ada saat dimana banyak sekali orang yang menumpang hidup dan menyambung nyawa di jakarta. termasuk mereka yang menggantungkan mata pencaharian mereka. menurut pendapat beliau, suatu saat jakarta akan penuh sesak. tidak hanya oleh manusia, tapi juga oleh lautan kendaraan.

transportasi massal kita juga dikeroyok dari berbagai sisi yang sebetulnya justru menghambat implementasi solusi tersebut. pemerintah jakarta ingin menerapkan transportasi massal. tapi harga kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor juga terlampau murah untuk bisa dimiliki oleh warga jakarta. asal diketahui saja, banyak orang kaya di jakarta yang mampu membeli mobil. mulai dari level biasa sampai mobil kelas premium sekalipun. karyawan menengah ke bawah di jakarta juga mampu untuk sekedar mencicil sepeda motor setiap bulannya. jadilah jakarta yang kini, penuh sesak dengan mobil dan sepeda motor. yang keduanya justru mengeroyok kendaraan umum transportasi massal dari berbagai sisi.

di atas itu semua, sebenarnya konsep “transportasi massal” adalah konsep bagus, yang memberikan kebiasaan yang baik pada masyarakat. pendidikannya adalah, supaya setiap individu dalam masyarakat, tidak mementingkan kepentingan pribadi saja. tapi juga kepentingan masyarakat dan pemerintah🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s