kota (yang) tak pernah mati


coba ketik di google.com, “kota mati”. maka akan muncul 18.300.000 hasil hanya dalam 0.13 detik. menariknya, sebagian besar yang tampak di halaman pertama adalah, “10 kota mati paling mengerikan di dunia” 🙂 beberapa website/blog, meng-copy paste (saya tidak bahas masalah kejujuran/ketidakjujuran ya) dari sumber yang lain.

kota ini menjadi “mati” karena tidak ada lagi aktivitas di dalamnya. tidak ada aktivitas, karena ditinggalkan oleh manusia-manusia. ada yang pernah ramai karena menjadi tambang berlian, ada yang ramai karena hasil ada pabrik di kota tersebut, ada juga yang pernah ramai karena menjadi daerah wisata.

tapi kota kemudian “mati” karena ditinggalkan oleh penduduknya. penduduk tidak ada, maka tidak ada aktivitas. aktivitas apa pun itu. jadi manifestasi “kota mati” adalah pernah punya bangunan/infrastruktur, tapi sudah tidak digunakan lagi karena tidak ada manusia di dalamnya.

tidak ada kegiatan ekonomi (jual-beli),  tidak ada kegiatan pendidikan, dan lain sebagainya. kegiatan ekonomi selalu mendasari keberadaan populasi masyarakat di suatu wilayah. dan perputaran uang memang ikut membiayai berbagai kegiatan di dalam wilayah, kan? nah tidak ada kegiatan yang memutar uang, supaya penduduk bisa menghidupi diri sendiri dan keluarga, maka penduduk mulai meninggalkan kota.

kota-kota metropolitan seperti jakarta atau kota-kota megapolitan seperti new york, memang tidak ada matinya. 24 jam sehari, selalu ada kegiatan penduduk. mobilisasi yang mudah, menyebabkan penduduk bisa bepergian kesana kemari pada pukul berapapun. tidak hanya di waktu terang, tapi juga di malam hari. kebutuhan kendaraan untuk berkegiatan, menyebabkan kendaraan umum juga selalu menyediakan diri bagi para calon penumpang. akibatnya, kota jakarta memang tidak pernah mati.

jakarta juga ditunjang oleh daerahnya yang relatif aman dari bencana alam. beberapa waktu lalu ada berita heboh di internet, yang menyatakan jakarta dilewati lempeng gempa. padahal tidak. jadi praktis jakarta memang relatif aman dari bencana alam (yang benar-benar alam). satu-satunya bencana yang dialami jakarta cuma dua: macet dan banjir. kebetulan, keduanya murni akibat ulah manusia yang tamak.

faktor keamanan dari bencana, juga jadi satu faktor yang mempertahankan jakarta sebagai ibukota negara. bisa bayangkan, kalau ibukota negara sedang mengalami bencana? yang akan terjadi adalah stabilitas pemerintahan akan ikut terganggu. kalau sudah begini, aspek-aspek lain seperti ekonomi maupun hukum akan ikut terganggu. jika keadaan seperti init terus berlangsung, peristiwa rush bisa benar-beanr terjadi di level negara.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s