tua di jalan


“tua di jalan”. terminologi yang dipakai oleh orang-orang yang tinggal di jakarta. karena mereka begitu banyak menghabiskan waktu di jalan. waktu di kantor atau kampus atau sekolah memang cukup lama, tapi ada yang tidak kalah lamanya: waktu di jalan.

jarak sebenarnya tidak jauh, tetapi begitu padatnya kendaraan bermotor. mulai dari sepeda, mobil hingga bus. jarak yang dekat, akhirnya tertempuh dalam waktu yang lama. kadang, kendaraan berjalan dengan kecepatan pejalan kaki.

tapi apa lantas orang-orang mau berjalan kaki? ternyata tidak. kendaraan bermotor sudah terlalu banyak. lagipula, trotoar tempat pejalan kaki berjalan, digunakan oleh pengendara sepeda motor. yang tidak kalah bengis di jalan raya jakarta.

memang susah mengelola trasnportasi di jakarta. karena transportasi adalah konsekuensi. akibat yang ditimbulkan dari pilihan para perusahaan untuk bermarkas di jakarta. ironisnya, perusahaan-perusahaan ini hanya mau bermitra dengan mereka yang berbasis di jakarta.

jadi, semuanya berkumpul di jakarta. perusahaan-perusahaan yang operasionalnya di daerah pun, ternyata harus bermarkas di ibukota. selain dekat dengan perusahaan mitra/vendor, di ibukota juga dekat dengan birokrasi. legislatif dan eksekutif level negara.

dan ketika semua tumpah ruah di pagi dan sore hari, macet adalah akibat. jarak yang dekat, akhirnya ditempuh dalam waktu yang lama. stres tidak berkesudahan, dan kelelahan yang mengikuti, menyebabkan manusia-manusia di jakarta menjadi:

“tua di jalan”

2 thoughts on “tua di jalan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s