Cara Memilih Rumah Kontrakan


saya punya cara aneh untuk memilih topik yang akan saya tulis menjadi artikel blog. beberapa kali, relatif berhasil. hihihi 😀 caranya adalah, dengan bertanya kepada teman chatting saya saat itu: ada ide ga, saya nulis apa nih buat blog saya? sapa tau kamu butuh informasi apa gitu kan.. 😀

nah, kali ini cara tersebut berhasil (lagi). teman saya ini adalah seorang istri yang baru saja menikah. kebetulan saya kenal mereka berdua, sejak mereka berdua belum menikah. haha 😀 lucu rasanya klo mengingat, mereka sebelumnya saling kenal di mana, tepatnya organisasi apa 🙂 tapi bukan itu yang akan kita bahas. yang akan kita bahas adalah topik yang diusulkan oleh teman perempuan tersebut: cara memilih rumah kontrakan.

pertama, ada dua aspek yang harus kita lihat. yaitu aspek eksternal dan aspek internal. aspek eksternal adalah aspek yang meliputi rumah kontrakan, tapi dipandang dari luar saja. misalnya, dari aspek budget yang akan digunakan, kemudian fungsi rumah kontrakan tersebut, selanjutnya kebutuhan apa yang harus dipenuhi oleh rumah tersebut, dan berbagai aspek eksternal lainnya.

aspek yang kedua, yaitu aspek internal. ini mencakup lingkungan rumah itu sendiri. misalnya, apakah jendelanya cukup banyak, pertukaran udaranya bagus atau tidak, ada sistem keamanan lingkungan apa tidak, air rumahnya bersih apa tidak, ada petugas pengambil sampah harian, atau harus membakar sampah sendiri. dan seterusnya, dan sebagainya.

jadi intinya, aspek eksternal dan aspek internal harus saling melengkapi. kebetulan, dari sepasang teman ini, ternyata si suami lebih banyak memandang aspek eksternal. sedangkan si istri lebih memandang aspek internal. hihihiy 😀 cocok deh mereka 😀

nah, mari kita bahas aspek eksternal lebih mendalam. dari segi budget (anggaran), ada dua macam pendekatan memilih rumah kontrakan. apakah berdasar budget yang seadanya baru menentukan rumah seperti apa yang ingin dikontrak, atau sebaliknya. berapapun nilai kontraknya, selama memenuhi kriteria, maka budget akan selalu tersedia. bila yang membutuhkan adalah sepasang suami-istri yang baru menikah, biasanya pertimbangan budget lebih berdasar yang pertama. tentu karena banyak kebutuhan, dan semua harus mengantri untuk dibelanjakan. ini yang pertama.

yang kedua setelah budget, baru ditentukan tujuan rumah yang ingin dikontrak. tentu, tujuannya tidak harus menjadi rumah tinggal bukan? bisa rumah untuk kantor, rumah untuk home industry, rumah untuk bisnis, konsultan, dan lain sebagainya.

yang ketiga, adalah fungsi yang harus dipenuhi rumah tersebut. misalkan, tujuannya adalah rumah tempat tinggal. nah, baru dikedepankan aspek yang lebih mendetail. misalkan kalo yang akan menghuni baru sepasang suami-istri yang baru menikah, tentu kamar tidak harus banyak. atau, misalkan keluarga muda yang baru memiliki 1-2 orang anak, fungsi yang dikedepankan juga berbeda.

pertimbangan lain juga mempengaruhi. misalnya lokasi. butuh strategis atau tidak. rumah kontrakan untuk bisnis, biasanya harus strategis. dekat dari mana-mana. biar klien mudah untuk mengakses. tapi bila rumah tinggal, yang menjadi pertimbangan adalah jarak. sebisa mungkin dekat dengan pusat kegiatan anggota keluarga. misalnya pasar, kantor, sekolah, dan lain sebagainya.

nah, setelah semua faktor eksternal berhasil dipertimbangkan, barulah mempertimbangkan faktor internal. dan keduanya harus saling melengkapi, seperti sudah disebutkan di atas. dan dengan terpenuhinya semua aspek, seharusnya penghuni rumah kontrakan merasa nyaman, dan dengan semua tujuan dan fungsinya yang sudah bisa terpenuhi secara lengkap.

demikian review singkat malam ini. semoga bermanfaat 🙂

5 thoughts on “Cara Memilih Rumah Kontrakan

  1. kalo berdasar pengalaman, aspek eksternal selain budget adalah seberapa cepat akan membangun rumah sendiri. 😀 jadinya milih ngekos daripada ngontrak rumah, klo ngontrak rumah pasti jadi pengen beli macem-macem perabotan…

    Suka

    • bener juga ya. klo ngontrak rumah bakalan banyak belanja perabotnya. oiya, win. tulisan ini hasil diskusi sama nicil.. hehe…

      Suka

      • berarti ntar bikin tips memilih rumah: rumah baru ato rumah second. 😀 penting tuh buat para new couple.. buat bekal ente juga bos.. heheheh.. 😀

        Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s