berbagai mall di kota bandung


saya kini sedang di bandung. mengamati dan memberi sedikit penilaian untuk talkshow rabu depan di K-Lite FM. apa yang saya amati? mall-mall di kota kembang ini. bukan apa-apa, menjadi fenomena yang menarik memang, ketika beberapa di antaranya berdiri megah, ramai dikunjungi, bahkan parkir pun terasa susah. ya, beberapa mall sangat sukses bila dibandingkan dengan beberapa kompetitor mereka yang lain.

keunggulan: adanya hotel dan pertokoan di luar gedung mall

kenapa? karena, kompetitor yang lain itulah yang justru hidup segan mati tak mau. sejak awal tahun 2000-an, mall-mall bertumbuhan di kota paris van java. wajar, potensinya besar. konsumen mencari-cari refreshing melalui pusat-pusat perbelanjaan seperti mall. tapi mall-mall baru belum sadar, bahwa mereka seharusnya membedakan diri dengan para kompetitor. ya, membedakan diri. membedakan konsep yang ditawarkan kepada para calon pembeli. itulah yang lupa mereka lakukan.

keunggulan: memposisikan diri sebagai mall handphone dan komputer saja!

beberapa tumbuh menjulang di area yang masih penuh dengan perumahan. memang, selama transportasi umum masih mudah, dilalui jalan protokol dan punya tempat parkir, seharusnya bisa berkembang. tapi tidak harus selalu seperti itu ternyata. lokasi bukan segalanya. masih ada yang lebih penting daripada punya lokasi yang bagus dan strategis. kedua, beberapa mall-mall baru merupakan hybrid dari yang sudah ada: pasar modern dan mall itu sendiri. tapi karena tidak tegas memilih, ya jadinya tanggung. tanggung karena lebih nyaman dan lebih bagus daripada pasar modern (contoh: pasar baru bandung), tapi lebih buruk daripada mall-mall kebanyakan. mungkin mereka lupa, bahwa konsumen sekarang suka memilih-memilih. lebih baik memilih satu segmen konsumen saja, daripada mentargetkan semua segmen, tapi tidak fokus.

bandung electronic mall (be-mall)

kurang ramai, mungkin karena tidak ada anchor tenant, maka pengunjung juga sepi. akibat lanjutan, tenant-tenant tidak mau menyewa lagi.

sebenarnya, kuncinya gampang saja untuk membangun mall yang sukses. cukup diferensiasikan saja mall anda, dibanding dengan mall-mall kompetitor. cukup konsep apa yang ditawarkan kepada pengunjung. coba lihat ciwalk, mall-nya biasa saja sebenarnya. tetapi, konsep pertokoan di luar gedung mall, serta adanya hotel di ciwalk itu sendiri, justru membangun positioning yang tepat bagi ciwalk dibanding mall-mall yang lain.

pertama berdiri, tapi pernah sepi juga, setelah renovasi kembali ramai

sejarah mall

mall sendiri sebenarnya adalah evolusi dari toko besar. toko serba ada dalam skala lebih besar daripada hypermarket. untuk memperkuat fokus operasional bisnis, maka pemilik properti lalu hanya menyewakan lahan kepada para pemilik toko-toko. pemilik properti juga yang menetapkan konsep mall, serta melakukan komunikasi pemasaran kepada khalayak ramai.

tentang mall di bandung, ada yang ingin berpendapat?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s