berpikir lateral


istilah inggris-nya lateral thinking. saya sedang mendalami buku seorang edward de bono. pemikir handal dan terkenal dunia, yang konsep-konsepnya tentang cara berpikir banyak digunakan di berbagai negara. beliau sudah menyajikan konsepnya di berbagai seminar dan workshop, termasuk pelatihan cara berpikir. dan cara berpikir ini juga pernah menyajikan resolusi konflik antar dua negara yang berperang.

saya mendapat buku ini sebagai hadiah lomba kecil-kecilan di kampus bisnis manajemen saya. kompetisinya tentang inovasi bisnis. industri yang dimainkan adalah industri komputer pribadi (personal computer). mulai dari riset pasar, produksi massal, beriklan, jualan di toko sendiri (melayani pasar kota) maupun di toko online (melayani pasar negara). tapi bukan besarnya penguasaan pangsa pasar yang dinilai, atau nilai omzet. tapi adalah balanced score card. tentang BSC, saya pernah menulis di sini.

beberapa ada yang bilang berpikir lateral ini adalah berpikir kreatif. bisa juga. tapi jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa begitu seseorang mencipta sesuatu yang unik atau baru, dia sudah disebut kreatif. di Indonesia, saya merasa kalau kita begitu banyak dikerdilkan oleh suatu makna yang kita kerdilkan sendiri. paham ga?

contohnya begini. kita bilang korupsi. kan korupsi yang kita pahami di Indonesia itu adalah suatu bentuk pencurian uang oleh pejabat institusi (terutama pejabat pemerintahan). padahal korupsi itu sendiri adalah terjemahan dari bahasa inggris, corruption. yang artinya tidak hanya sekedar pencurian uang saja. tapi segala sesuatu yang mengalami kerusakan/kehilangan bisa disebut mengalami corrupted. tidak harus uang, tidak harus di institusi negara atau propinsi atau kota atau kabupaten.

sama juga dengan budaya. kebanyakan orang Indonesia memahami bahwa budaya sama dengan art, dalam bahasa inggris. yang kalo diterjemahkan kira-kira lebih mirip ke kesenian tradisional, kali ya, si kosakata art ini. padahal budaya itu adalah culture, yang artinya lebih pada sikap perilaku masyarakat sebagai agregat dari perilaku setiap individu itu. tentu saja, dalam hal ini, kesenian tradisional hanyalah salah satu dari budaya itu sendiri kan? betul tidak?

nah, kembali lagi ke berpikir lateral. memang benar bahwa kreativitas adalah seni dan kemampuan mencipta ide baru. tapi bukan berarti hanya mereka yang berbakat alam yang mampu melakukannya. kemampuan ini bisa dipelajari koq. bahkan bisa lebih berhasil penerapannya dibanding yang secara umum sudah ada (mainstream).

karena, menurut pak edward de bono, suatu ide kreatif bisa disebut logis/masuk akal itu kan karena setelah kita menemukan ide tersebut, kita bisa merunut kembali tujuan atau manfaat yang ingin dicapai dari adanya ide baru ini.

ambil contoh, mensolusikan kemacetan jakarta sebenarnya kan tidak harus dengan cara terus-menerus membangun jalan baru kan? karena orang selalu memberi kendaraan, gitu. lagipula, perusahaan selalu memberi bonus mobil pada karyawan, mulai dari level tertentu. junior manager, misalnya. jadi kendaraan baru selalu ada. nah, makanya solusi membangun jalan baru bisa jadi tidak kreatif dan solutif, karena mobil sendiri selalu bertambah. mungkin ide kreatif seperti menaikkan tarif parkir atau membatas parkir adalah solusi kreatif yang bisa memberi manfaat lebih. tentu ide ini harus dilakukan secara masif. mengingat jakarta adalah sangat luas tapi sering macet.

jadi, berpikir lateral memiliki unsur penciptaan ide baru (kreatif) di dalamnya. hanya saja, metode berpikir ini lebih dalam, karena melibatkan unsur keterkaitan dan pengaruh antara ide-ide sebelumnya dengan ide kreatif yang baru. tentu, satu manfaat yang bisa kita ambil dari metode berpikir lateral adalah peningkatan nilai tambah, atau ketercapaian solusi, atau peningkatan efisiensi dan lain sebagainya. seperti contoh kemacetan jakarta tadi.

2 thoughts on “berpikir lateral

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s