pasar baru bandung


rasanya, hampir setiap kotamadya punya daerah yang namanya pasar baru. di jakarta juga ada yang namanya pasar baru. di sini juga ada pasar baru. dulu, waktu masih di kalimantan dulu, saya juga pernah tinggal di daerah yang namanya pasar baru. yang ini benar-benar pasar, jadi ada pasar tradisional disana. kebetulan memang ada beberapa bangunan ruko (rumah toko) disana.

nah, kalo di kota yang sekarang, benar-benar fenomenal yang disebut dengan pasar baru ini😀 kenapa saya bilang fenomenal, karena :

1. daerah pasar baru ini, berawal dari sebuah toko besar (kalau tidak mau disebut raksasa yah). bisa dilihat di foto, bandingkan ukuran bangunannya dengan mobil box di bawahnya. sesuai namanya yang “trade center”, bangunan ini kemudian benar-benar menjadi center/pusat. nah, kesuksesan toko besar ini kemudian merambat hingga sekelilingnya.

2. daerah ini kemudian semakin ramai didatangi orang, untuk berbelanja. dari sini, semakin besar demand yang tercipta. makanya, semakin banyak juga para pedagang berjualan disana. mereka juga mau menciptakan supply. tidak peduli apakah barangnya sama atau tidak dengan pedagang sebelah. maklum, dimana ada gula, disitu ada semut kan?

3. pilihan yang beragam akibat para pedagang yang ramai berjualan disana, dengan harga yang sangat kompetitif, membuat para calon pembeli senang datang ke sana. pilihan beragam, tapi harga kompetitif membuat calon pembeli punya banyak pilihan tapi harga yang dibeli, bisa ditekan semurah-murahnya. kalau perlu, pergi dulu. biar nanti dipanggil lagi sama pedagang😀

4. pedagangnya kemudian tidak hanya di dalam gedung besar itu saja, tapi sekitar gedung tersebut juga dihinggapi para pedagang yang ingin mempengaruhi para calon pembeli. yaiyalah ya. si calon pembeli pasti udah punya rencana mau beli apa ma apa. tapi masalahnya si calon pembeli itu bawa duit yang jumlahnya lebih besar daripada duit yang mau dipake belanja buat barang yang udah direncanakan. alhasil, duit lebih itu “terpengaruh” oleh barang jualan yang kelihatan sama mata, atau terdengar teriakan si abang-abang pedagang😀 termasuk pedagang mangga di pasar baru ini.

5.jalan raya di sekitar daerah tersebut, kini semakin ramai. tapi bukan ramai lancar seperti di laporan polisi lalu lintas di televisi. tapi ramai dan merayap. untungnya, tidak terlalu lama kendaraan berhenti disana. jadi kemacetan hanya ada di sekitar depan gedung pasar baru saja.

6. last, but not least. bagaimana para pedagang di pasar baru bersikap kepada para calon pembelinya, itu yang menarik buat saya, dan menjadi keunikan pasar baru, dibanding pusat perbelanjaan sejenis, menurut saya. kan begini, persaingan di antara mereka kan sangat ketat yah? meskipun pembeli ada banyak, tapi karena kompetitor sangat banyak, sangat mungkin kan calon pembeli tidak melirik kepada mereka? nah, makanya mereka selalu memanggil kepada calon pembeli, “boleh..boleh dilhat..boleh ke dalam..” dan seterusnya, dengan berbagai embel-embel. yang penting “boleh”nya itu lho. kalau anda yang membaca tidak begitu paham, cobalah datang ke pasar baru yang ini. dan anda akan merasakan, tidak hanya mendengar saja, apa yang disampaikan oleh mereka dan saya tuliskan ini, dengan, “boleh”-nya itu..

semua pedagang disana menyampaikan itu, sampai-sampai seorang anak kecil yang berbelanja di sana bersama ibunya, ikut mengucapkan apa yang dikatakan oleh penjual, “boleh..boleh..”😀

One thought on “pasar baru bandung

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s