blackberry (lagi)


ni postingan ada hubungan ma yg sebelumnya pernah saya tulis di sini. balik dulu ke target market si blackberry, ketika diciptakan pertama kalinya. jadi targetnya adalah kaum eksekutif. yang sibuk ke sana kemari, tapi butuh teknologi tinggi untuk bisa komunikasi. plus ngebuka dokumen-dokumen penting, dimana saja dan kapan saja.

tapi belakangan, si blackberry emang laku bukan buat kalangan itu. di Indonesia, yang make tadinya buat yang gaya-gayaan. biasanya di Indonesia gaya belanjanya memang seperti itu. tapi kini blackberry memang mulai dipakai kalangan profesional dan eksekutif. wajar dong, bisa buka email. ini namanya push email. jadi buka email seperti buka sms aja. terus software-software microsoftnya juga sudah mulai mendukung. bisa buka di perangkat mini seperti blackberry. nah yang paling penting, bisa ngobrol sesama pemilik BB. ni namanya BB messenger. seperti yahoo! messenger, siy. tapi komunitasnya terbatas si pemilik BB doang. ga cuma ngobrol berdua, tapi bisa banyakan gitu..

nah, berhubung ni gadget pas banget dipake ma orang kantoran gitu,,,beberapa perusahaan mulai memberikan kebijakan untuk memberikan BB ke karyawannya.. tujuannya jelas, supaya karyawan selalu bisa dihubungi. kapan pun dan dimanapun. asyik kan? mana diberikan pulsa rutin tiap bulan..hehehe😀 setahu saya, kebijakan perusahaan seperti itu. gadget sepaket dengan pulsa. jadi karyawan selalu bisa produktif dan komunikatif.

tapi, saya pribadi tidak sependapat bahwa diberi gadget gratisan itu enak🙂 si perusahaan pasti ada maunya. nah ini yang suka tidak disadari sama kita-kita (baca: karyawan). pemberian ini pasti akan meningkatkan produktifitas dan komunikasi kita kan? tapi kalo dipikir-pikir lebih dalam, pasti ada sesuatu milik kita yang “terbeli” oleh barang gratisan itu. maksud saya, kalau sudah diberi seperti itu oleh perusahaan, artinya perusahaan akan “membeli” seluruh waktu kita kan? 24 jam sehari, 7 hari seminggu. karena kita selalu akan bisa dihubungi. itu asumsi saya.

bila perlu, perusahaan akan meminta kita untuk kembali ke kantor. bahkan ketika kita sedang libur atau mengambil cuti. ekstrimnya kira-kira seperti itu. meski belum tentu terjadi. hehe😀

tapi terserah lah. itu kan pendapat saya saja. artinya, kita harus melihatnya secara dewasa. kalau sudah komitmen untuk bekerja, ya harus berusaha untuk maksimal. termasuk ketika ternyata “waktu luang” kita dan “kesenggangan” kita “terbeli” oleh tempat kita bekerja. ya itu siy risiko bekerja kepada orang lain, menurut saya🙂 ada komentar dari teman-teman?

One thought on “blackberry (lagi)

  1. Hmmm… *usap2 jenggot* bisa juga sih spt itu. Kasihan juga kalo kayak gitu. Tengah malam dibangunin buat ngerjain tugas kantor. Apalagi kalo hari libur kepake. Kasihan karyawannya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s