olahraga yuk!


Saya termasuk orang yang filosofis. Artinya, tiap apa yang saya kerjakan, saya selalu berfikir mendalam (dulu), baru saya akan mengerjakan. Biasanya begitu, dan memang selama ini selalu seperti itu. Saya berfikir untung rugi, apa gunanya saya melakukan ini itu. Terus, saya juga memikirkan, berapa lama saya akan melakukannya. Saya cenderung malas melakukannya, kalau itu tidak berdampak luas dalam hidup saya. Dan termasuk, apakah saya harus melakukan itu secara rutin (dengan apapun definisi rutin itu), atau hanya sesekali saja. Kadang-kadang, ketika itu hanya sesekali untuk dilakukan, saya justru cenderung untuk melupakannya.

Termasuk untuk olahraga. Sejak kecil, kira-kira sampai kelas 6 SD, saya tinggal di lingkungan pasar. Bukan persis di pasar tradisionalnya, tapi lebih dekat ke area yang terdapat ruko maupun kios-kios. Termasuk juga dekat dengan pusat makanan dan jajan. Dan biasanya, di area-area tersebut, jarang terdapat lapangan untuk anak-anak bermain. Biasanya, anak-anak hanya bermain layangan, atau bermain kartu kwartet. Tidak ada permainan olahraga yang biasa dimainkan. Dan begitulah yang saya alami.

Waktu SMP, ada lapangan semen di dekat rumah. Tidak begitu dekat untuk jalan kaki, jadi saya biasanya naik sepeda. Masih di kompleks perumahan, jadi tidak begitu jauh. Mungkin karena ini kompleks, jadi masih ada lapangan untuk anak-anak bermain. Tidak seperti di dua lingkungan saya sebelumnya, yang berada di dekat pasar. Yup, dua kali saya bertempat tinggal di ruko (rumah toko), lantai dua dan tiga digunakan sebagai tempat tinggal, lantai satu digunakan untuk tempat usaha.

Saya dulu SMA di sekolah berasrama. Maklum, sekolah berasrama (yang mulai lahir di awal tahun 1990-an) masih beken di tahun 2000-an. Karena berbentuk seperti kompleks perumahan, maka selain ruang kelas dan asrama siswa, kampus SMA juga dilengkapi kompleks perumahan guru. Di samping itu, fasilitas olahraga lumayan lengkap. Lapangan voli ada, lapangan tenis ada, di dalam GOR bisa untuk bermain basket, kemudian ada lapangan sepakbola yang dikelilingitrack lari dengan keliling 400 meter. Kolam renang juga ada. Sayangnya, dengan berbagai fasilitas olahraga yang lengkap seperti itu, saya ternyata malah malas berolahraga.

Kemudian, lanjut ke kuliah. Di kampus, disediakan sarana untuk berolahraga. Mulai dari kolam renang, track lari, lapangan bola, lapangan tenis, lapangan basket. Untuk futsal, bisa pakai lapangan pasir. Semuanya memang tidak gratis lagi, seperti waktu SMA dulu. Tapi, semuanya relative murah. Apalagi, masuk ke sarana olahraga tersebut, bisa tidak membayar biaya masuk, asalkan menunjukkan kartu tanda mahasiswa. Nah, dengan berbagai kemudahan tersebut, saya juga tidak kunjung sadar untuk menggunakannya secara rutin.

Pembenarannya sebagai berikut : saya banyak beraktivitas di kampus. Mulai dari mengikuti kegiatan unit koperasi, sampai kegiatan himpunan mahasiswa. Biasa, karena mahasiswa (sebagai masyarakat) tidak bisa menggunakan hari kerja senin-jumat secara maksimal, kami biasa menggunakan hari sabtu-ahad untuk melaksanakan kegiatan. Persiapan memang sejak jauh-jauh hari, terutama setelah waktu kuliah, atau praktikum. Efektifnya persiapan itu di sore hingga beberapa saat setelah maghrib. Tapi, tetap saja, agenda besar unit atau himpunan, dilaksanakan di hari libur seperti sabtu dan ahad. Makanya tidak sempat berolahraga, kira-kira begitu pembenarannya😀

Tapi, asset adalah sumber produktivitas. Dan kesehatan yang baik, termasuk di antaranya. Cara menjaganya, salah satunya dengan berolahraga. Bukan munafik, tapi memang begitu kenyataannya. Dan saya (mungkin) memang baru menyadarinya, meski sudah lama mengetahuinya. Kini, saya berusaha secara rutin (sekalipun memaksakan diri),untuk berolahraga. Minimal jogging, sekali dalam sepekan. Syukur-syukur bila bisa 2-3 kali dalam sepekan. Yang jelas, berikan jeda kira-kira sehari, antar hari olahraga tersebut. Supaya dalam sepekan, saya merasa fit dan tidak stress karena tekanan pelajaran atau pekerjaan. Lagipula, kesehatan adalah investasi jangka panjang,bung. Harus dijaga dan dipelihara baik-baik.

(Saya menulis ini, dalam keadaan menahan pegal di kedua paha. Karena kemarin pagi baru jogging, kemudian siangnya bermain futsal hampir selama dua jam)

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s