Fenomena Bensin Eceran


Saya semakin menyadari fenomena bensin yang diecer ini ketika kemarin pulang kampung ke Balikpapan. Fenomena ini semakin marak, dengan semakin suburnya para pedagang bensin eceran ini. Tata kota yang memang lebih mirip perjalanan dari ujung ke ujung, tidak memusat dan bertumbuh secara radial. Kota Balikpapan bertumbuh di sekitar sepanjang jalan raya protokol, yang dibangun pada jarak hanya beberapa puluh meter dari pantai. Jadi masuk akal kan, ketika keberadaan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan para pengendara yang entah sedang berada dimana, tiba-tiba membutuhkan bensin.

SPBU, sebagai retail resmi pembelian bahan bakar, sebenarnya tidak mengizinkan pembelian dalam jumlah besar. Para pedagang bensin eceran ini memperoleh dari distributornya, hehe😀 Distributor yang membeli dalam kendaraan mobil, kemudian mengecernya ke pedagang bensin eceran di sepanjang jalan. Biasanya botol yang digunakan berukuran 1 liter, botol yang biasa dipakai penjual jamu gendong. Tapi, pedagang biasanya menjual dalam satu ukuran saja. Bisa sekitar 800 mL (ini dihargai Rp5000), atau 1 liter (dijual seharga Rp6000). Yang dijual dalam volume lebih kecil, tentu marjinnya lebih besar.

Bisnis ini bertumbuh terus di sepanjang jalan raya, karena margin keuntungan yang lumayan. Bisnis ini memang bukan untuk tulang punggung penghidupan keluarga, tapi yang jelas, cukuplah untuk beli rokok atau barang-barang semacamnya😀 Kepercayaan konsumen juga relatif tinggi, untuk bensin yang dijual di pinggir jalan. Botolnya biasanya bening, jadi ketahuan warna bensinnya. Bisa ketahuan kan, apakah bensinnya dicampur air atau tidak atau cairan lainnya.🙂

Prediksi saya, di tahun 2011, dimana inflasi tingkat tinggi mungkin akan terjadi. Sehingga keluarga-keluarga butuh penghasilan tambahan. Ditambah dengan kemungkinan pembatasan bensin premium bersubsidi, tampaknya bisnis bensin eceran akan semakin bertumbuh. Seperti dalam artikel suatu media cetak :

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s