Optimalkan Metode Mind-Mapping


Pernah tidak anda berusaha untuk mengingat sesuatu yang penting, tapi anda (entah bagaimana) tidak bisa mengingat hal tersebut? Akan tetapi, ketika anda sedikit melupakan hal tersebut, ternyata anda malah berhasil mengingatnya?

Dan memang demikian cara otak kita bekerja. Tidak semua yang tersimpan dalam memori kita, bisa kita ingat (recall) dengan cara yang sistematis, bisa jadi kita harus mencari jalan lain untuk menemukannya.

Pernah tidak, anda mencoba untuk mengingat nama seseorang dalam kategori tertentu, misalnya teman kampus anda dari jurusan lain? Anda berusaha mengingat siapa di jurusan lain, yang adalah teman anda, tapi anda tetap tidak bisa. Akan tetapi, ketika anda mengingat ada siapa saja teman dalam satu unit kegiatan anda, ternyata anda justru menemukannya nama seseorang yang berasal dari jurusan yang anda ingin cari. Saya pernah mengalami kejadian seperti ini, berusaha mengingat yang terkait dengan satu kategori tertentu, ternyata malah menemukannya di kategori lain.

Dan seperti itulah cara pikiran kita bekerja. Pikiran kita tidak membuat memori terhadap sesuatu seperti sebuah rantai yang sangat panjang. Dia justru berbentuk seperti susunan terkecil tapi independen dalam otak, yaitu sel-sel syaraf itu sendiri. Dimana ada satu badan sel berukuran besar, yang memiliki beberapa tangan sekaligus. Dan tangan-tangan ini berhubungan dengan badan sel yang lainnya. Bagaimana pikiran kita bisa mengakses / mengingat memori yang lain, adalah dengan menempuh jalur menuju badan sel yang lain. Dan ini tidak harus selalu sistematis/sekuensial/berurutan.  Perhatikan gambar berikut.

Jadi, bentuk sel syaraf yang seperti batang pohon ini – ada batang utama, cabang, kemudian dahan, dan diakhiri dengan daun – bekerja dengan mengkombinasikan kemampuan otak kiri dan otak kanan. Otak kiri yang selalu mencari keterkaitan antar hubungan, dan otak kanan yang selalu eksploratif mencari jalan baru. Karena itu, metode mind mapping ini bisa digunakan dengan mudah untuk menyimpan maupun mengeluarkan/memberikan informasi. Menyimpan, yang berarti kreatif membentuk jalan yang baru, dan mengeluarkan informasi yang berarti mengkaitkan dengan jalan yang sudah ada dan menyampaikan kepada orang lain.

Selain itu, masih banyak manfaat lebih besar yang bisa anda dapat, antara lain :

  • Merencanakan,
  • Berkomunikasi,
  • Menjadi lebih kreatif,
  • Menyelesaikan masalah,
  • Memusatkan perhatian,
  • menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran,
  • Mengingat dengan baik,
  • Belajar lebih cepat dan efisien,
  • Melatih “big picture

Bagaimana cara membuat mind mapping ? Anda cuma perlu tiga hal berikut :

  • Kertas kosong, gunakan secara landscape
  • Pena / pensil / spidol, beberapa warna
  • Pikiran anda

Simpel kan? Efektif dan efisien, lagi!🙂

6 thoughts on “Optimalkan Metode Mind-Mapping

  1. hemm,,pikiran masih abstrak?
    hemm,,biasakan berkomunikasi aja bro.
    seringkali itu kan karena kurang mampu mendeskripsikan aja.
    mungkin kita semua harus membiasakan membaca, menulis, berbicara dan mendengarkan. karena dengan itu, kita jadi memahami bagaimana mendeskripsikan sesuatu kan? setelah paham, baru kita bisa mendeskripsikan kepada orang lain. gitu,bro..

    Suka

    • nah, itu dia kang, masalahnya teh, saia klo komunikasi -bahasa lisan- lebih bisa,, tapi klo udah kudu ditulis, beuuu, asa beda yang ada di pikiran ma yang ditulis, hihi

      Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s