Media TV : Alat Propaganda


Tadi saya menonton TV dengan adik dan mama. Saat itu TV memberitakan bahwa kemungkinan, timnas sepakbola Malaysia akan bermain bertahan di final jilid 2 Piala AFF 2010 melawan timnas Indonesia. Seperti yang Malaysia lakukan di semifinal melawan Vietnam. Mereka mencontohkan, timnas Italia tahun 1982 yang berhasil merebut juara dunia melalui metode catenaccio yakni suatu pertahanan grendel terkenal yang berasal dari Italia. Lagi, semifinal Liga Champions 2009/2010, antara Inter Milan dan Barcelona. Setelah unggul 3-1, Inter Milan bermain bertahan di kandang Barcelona dan hanya kalah 1-0. Inter pun akhirnya benar-benar juara. Itu dari TV. Mereka menyimpulkan, permainan bertahan adalah merusak jiwa fair play sepakbola itu sendiri. Kemudian, adik saya berkomentar, “stasiun tv itu koq jadi provokasi yah?” Trus mama nyeletuk, “kalau kedengeran ma warga malaysia gmana ya?”

Bener juga ya? Kalo kedengeran, trus ada yg panas, bagaimana? Trus dia melapor, sehingga menjadi kasus besar? Hanya lantaran kalimat yang cenderung memprovokasi?

Stasiun televisi ini, pun memberitakan kegiatan timnas Indonesia, yang diajak oleh Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, asosiasi sepakbola nasional, menemui seorang penyumbang dana bonus dan tanah seluas 25 hektar untuk PSSI. Kasihan pemain kita, tugas mereka yang hanya bergembira, latihan dan bermain ternyata ditambah satu : menghadiri undangan pemilik media!😦

Lucunya, stasiun tv khusus berita ini juga bersaing dengan stasiun tv sejenis. Terkadang sikut-sikutan juga. Dan keduanya, yang dimiliki oleh dua politisi berbeda yang dulu memperebutkan kursi kepemimpinan partai politik (parpol), ternyata menjadi media untuk saling menyerang. Lucu melihat media menjadi sarana untuk menyerang orang lain, tapi alangkah berbahayanya tingkah laku manusia seperti ini. Lebih jelasnya? Baca artikel berikut ini, dari blog seorang dosen ITB.

Singkat cerita, media bisa menjadi sarana informasi yang membahayakan. Namanya juga teknologi. Semuanya tergantung mental si manusianya. Bisa jadi barang baik dan bermanfaat, tapi bisa jadi alat untuk disalahgunakan kepada manusia lainnya. Padahal, media yang bermanfaat bisa sangat membawa nuansa positif dalam kehidupan umat manusia.

Tulisan ini diilhami dari kamus bahasa Inggris online yang biasa saya gunakan : http://www.sederet.com, ada fitur english to english. Disana, bahaya = danger : exposure to injury, loss, pain, or other evil; peril;  risk; insecurity. Jadi, bisa terjadi rasa cedera (=injury), kehilangan (=loss), atau sakit (=pain)  yang besar akibat adanya suatu bahaya (=danger). Itu ilham yang pertama, ilham yang kedua ya dari celetukan adik dan mama tadi setelah makan malam🙂

One thought on “Media TV : Alat Propaganda

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s