Satu Kata, Satu Kalimat, lalu Satu Paragraf


Public speaking sangat kental dengan latihan, latihan dan latihan. Seorang Steve Jobs (Chief Executive Officer Apple) saja, melatih dirinya di depan manajer pengembangan produknya selama dua hari berturut-turut, sebelum launching produk-produk Apple. Bagaimana bisa kita mengabaikan pentingnya latihan, ketika seorang CEO saja melatih dirinya selama dua hari penuh, bahkan sambil meminta masukan dari bawahan-bawahannya sendiri? Berikut ini adalah beberapa tips dari saya, tentang bagaimana kita melatih diri untuk sebuah public speaking.

Pertama, pastikan anda tidak berlatih sendirian. Maksudnya, jangan sampai anda bahkan tidak bisa mengkoreksi diri anda sendiri. Lebih bagus bila ada teman yang menemani, dia akan bisa memberikan koreksi. Atau bila tidak, gunakan cermin. Berlatihlah di depan cermin. Berlatihlah sendiri, dan lakukan koreksi sendiri terhadap latihan anda. Ini untuk melatih sistematika kata-kata yang kita ucapkan, sekaligus tingkat kejelasan lafal (pengucapan) kata-kata kita.

Sedangkan untuk melatih penguasaan anda terhadap panggung yang disediakan, lakukan latihan sambil berjalan kesana-kemari. Seakan-akan anda sedang berada di panggung presentasi/pidato yang sebenarnya. Gunakan ruangan yang cukup luas, agar tidak membatasi gerak-gerik anda. Sebisa mungkin, lengkapi semua peralatan semisal meja, kursi, pengeras suara, dan lain sebagainya. Seakan-akan anda memang sudah berada di tempat acara, ini sebagai simulasi. Boleh juga bila anda melatih diri di tempat acara yang sebenarnya anda akan melakukan presentasi/pidato. Menggunakan podium juga boleh, bila anda diminta untuk berpidato.

Tapi, apabila anda benar-benar baru pertama kalinya menghadapi presentasi/pidato, pertama-tama berlatihlah terlebih dahulu untuk mengungkapkan isi hati dan isi kepala anda terlebih dahulu. Tak usah dipusingkan dengan materi yang ingin anda sampaikan. Ucapkan satu kata terlebih dahulu. Ucapkan dengan sungguh-sungguh, tegas dan jelas. Tidak perlu pengucapan yang terlalu cepat. Dan latihlah beberapa kali. Hingga anda meraih kesempurnaan.

Kemudian, berlatihlah untuk mengucapkan satu kalimat. Diulang-ulang. Sungguh-sungguh, tegas dan jelas. Ketiga kata sifat ini penting untuk memperoleh psikologi massa dari audiens anda, nantinya. Anda boleh memilih kalimat apapun, pokoknya yang sedang terpkirkan atau yang sedang dirasakan. Public speaking yang baik adalah mentautkan hati dan pikiran sang pembicara agar audiens bisa memahami pesan yang ingin dikomunikasikan.

Tutup latihan anda dengan berbicara sungguh-sungguh, tegas dan jelas, sebanyak satu paragraf. Satu inti pesan untuk satu paragraf, gunakan beberapa kalimat yang berhubungan untuk membentuk satu arti. Bila anda benar-benar memasukkan perasaan anda ke dalam kalimat-kalimat yang anda ucapkan, biasanya (saya seringkali mengalami hal ini) pesan yang ingin anda komunikasikan akan benar-benar dapat dirasakan oleh audiens, hingga menggetarkan sukma mereka!

Demikian, mudah-mudahan dapat memunculkan keberanian anda untuk menjadi public speaker! Ingat cara melatihnya : Satu Kata, Satu Kalimat, lalu Satu Paragraf.

Segera miliki: Panduan Singkat Berbicara di Depan Publik, melalui link berikut ini.

One thought on “Satu Kata, Satu Kalimat, lalu Satu Paragraf

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s