ide menulis bisa datang darimana saja


Artikel yang ini berasal dari notes FB saya. Menulisnya kemarin. Bukan pake komputer (PC) atau pake laptop. Tapi pakai HP. hahaha.. Iseng banget yah? Yang jelas, sekarang saya copy-paste ke blog saya ini. Silakan dinikmati.

*************************************************************************************

Ini ngetes2 aja. Nulis notes fb pake hp. Haha. Dan bukan dengan keypad qwerty yg jelas. Masih pake nokia dengan tipe hape sms yang jadul 🙂

ide bisa datang darimana saja. Termasuk ketika anda hanya sedang memegang hape tapi sudah muncul keinginan untuk menulis. Yasudah, mengalir saja. Alirkan saja. Mengalirkan ide menjadi tulisan.

Saat ini saya sedang bersantai,sebenarnya. Tidak dalam pikiran yang rumit. Juga bukan setengah mati mengekslorasi ide, baru lahir tulisan yang sedang anda baca. Clink! Tiba-tiba muncul begitu saja ide tulisan dengan judul di atas, seperti simbolisasi ide kreatif : lampu mati yang tiba-tiba menyala.

Kalau kata pak malcolm gladwell, penulis buku laris blink, tipping point, outliers & what the dog saw, dia tidak pernah bisa menjawab dengan baik pertanyaan, “darimana anda mendapat ide untuk tulisan ini?”. Demikian pula dengan saya. Satu kata kunci atau satu kalimat kunci bisa jadi cukup menjadi ide dasar tulisan anda. Tapi tidak harus seperti itu. Ide bisa jadi datang dari hasil obrolan dengan kerabat, keluarga atau orang yang baru kita kenal sekalipun.

Bisa juga ide menulis datang dari hasil membaca. Koran, buku sains populer, manajemen populer, dan lain sebagainya. Majalah-majalah yang biasanya fokus dengan tema tertentu untuk segmen tertentu. Sisi lain atau sudut pandang lain dari sesuatu topik juga bisa kita kupas. Intinya perspektif lain terhadap hal tersebut yang harus kita pertahankan dalam tulisan. Sejak awal hingga akhir tulisan.

Kemudian, saya masih setuju dengan pendapat pak gladwell bahwa rasa keingintahuan harus kita pupuk. Tanpa rasa keingintahuan, takkan ada minat untuk menulis. Kita harus yakin dengan ide kita bahwa pasti ada yang menarik dalam ide tulisan kita. Keyakinan ini bisa tumbuh kembang seiring dengan rasa ingin tahu kita.

Intinya, dan d penghujung tulisan ini, hiduplah di dunia nyata. Hehe. Maksudnya apa? Maksudnya, dengan kita menyadari secara riil bahwa kita hidup di dunia nyata, kita akan mampu merasa dan membawa perasaan tersebut ke dalam tulisan kita.

Itu yg pertama sebelum paragraf terakhir. Selalu ambil hikmah dalam tiap kejadian yang sudah terjadi. Percayalah. Cepat atau lambat, ide akan muncul perlahan dan semakin jelas. Suatu waktu nanti, ketika muncul keinginan untuk menulis tapi belum ada ide, maka ide yg sudah tertangkap dulu itu, akan muncul kembali. Percayalah.

Nb: Setelah sekian menit mengetik dengan hape ber-keyboard konvensional, jari saya pegal juga. Tapi asyik juga niy. Segera menuangkan ide ke dalam tulisan 🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s