Produk Tersayang Industri Farmasi


Beberapa hari lalu saya mengobrol dengan seorang teman, via sms. Saya sebut ini mengobrol karena kami tidak menggunakan Short Message Service sebagaimana mestinya, yaitu (hanya) sebagai pesan saja. Kami berbicara layaknya sedang chatting lewat yahoo! messenger atau FB chat. Kebetulan dia teman saya di S1 dulu. Jadi, sama-sama kuliah di farmasi. Tentu, sedikit banyak kami paham tentang industri farmasi, meski di kampus dulu, jarang sekali di kelas membahas hal tersebut.

Entah kami memulai dari mana, tiba-tiba saja kami mengobrol tentang produk kesayangan industri farmasi. Mendadak, kami membahas Sanbe Farma. Industri farmasi yang terkenal dengan produk dengan resep dokternya, atau disebut ethical. Belakangan, Sanbe Farma bermain di obat-obatan untuk hewan (farmasi veteriner) dan obat-obat Over The Counter (OTC). Sanbe memiliki 22 jaringan distribusi dengan 40.000-an dokter berada di dalamnya. Ingat, Sanbe mengawali gurita bisnisnya dari obat-obatan resep yang hanya diresepkan oleh dokter, untuk ditebus sendiri di apotek. Obat-obatan ethical, disinilah produk-produk kesayangan Sanbe berasal. Investasi dan pengembangan tidak ada habisnya dilakukan, karena kebesaran Sanbe Farma berawal dari produk golongan ini. Rasio gross profit terhadap sales sebesar 60.17% dimana industri sejenis hanya memiliki rasio sebesar 38.25%, menurut laporan tahun 2005. Sebagian besar di antaranya datang dari obat ethical, luar biasa kan?

Berbicara mengenai sakit maag, persepsi masyarakat Indonesia langsung mengarah kepada produk yang selalu menghadirkan brand ambassador-nya di bulan Ramadhan setiap tahun : Deddy Mizwar. Menurut survey AC Nielsen, pangsa pasar Promag sebesar 80% di Januari 2009, setelah diluncurkan pada tahun 1971. Karena itu, produk ini menjadi kesayangan PT. Kalbe Farma Tbk, salah satu perusahaan farmasi besar di Indonesia. Di sekitar tahun peluncurannya, antasida (penetralisir kelebihan asam lambung) ini memang menjadi pelopornya di negeri ini. Begitu berhasilnya produk ini di pasar, dengan branding yang sangat baik, maka PT Kalbe Farma Tbk meluncurkan variannya : Promag Double Action di tahun 2005. Produk ini merupakan kombinasi penetral asam lambung sekaligus memblok antagonis H2, yakni suatu reseptor yang menginduksi pelepasan asam lambung.

Satu lagi, industri farmasi yang berbasis di Semarang, anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia, yaitu PT Phapros, sangat menyayangi produk terbaiknya : Antimo. Seperti disampaikan dalam artikel ini, brand Antimo yang sudah dikenal sebagai suatu anti-mabok dalam perjalanan, akhirnya mengeksplor brand tersebut menjadi beberapa produk turunan. Setelah meluncurkan Antimo, dan Antimo Anak, kini PT Phapros Tbk meluncurkan Minyak Kayu Putih Antimo, suatu terobosan incremental yang didasarkan pada ketergantungan perusahaan pada produk tersebut. Kontribusi Antimo pada tahun 2003 saja, mencapai 45% dari total penjualan perusahaan (Manopol,2003).

Matriks Boston Consultan Group

Matriks ini terdiri dari variabel pangsa pasar relatif dan tingkat pertumbuhan pasar. Yang paling diidam-idamkan agar dimiliki adalah kolom sebelah kiri, dimana pangsa pasarnya relatif besar. Otomatis, semakin banyak persentase masyarakat konsumen yang menggunakan produk kita. Tapi, produk dalam golongan Sapi Kas mengalami kompetisi yang sangat berat, hinggga susah untuk tumbuh (lagi) dan cenderung terjepit dengan kompetitor lain. Sedangkan dalam rentang waktu yang panjang, bisa jadi menang di kompetisi akan sangat menguras tenaga. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan suatu produk baru yang masuk dalam kategori Bintang yang akan menjadi andalan perusahaan di beberapa tahun mendatang.

Pada pangsa pasar yang relatif rendah, terdapat dua kategori. Yaitu berupa Tanda Tanya yang masa depannya masih akan kita lihat kemudian, dan kategori Anjing yang pertumbuhan pasarnya lambat. Di sini, kategori Anjing menjadi kategori paling menyedihkan, karena cepat atau lambat, produk tersebut sebaiknya dihapuskan saja dari portofolio perusahaan. Bagaimana decision making perusahaan terhadap ke-eksis-an produknya dalam daftar portofolio mereka, ditentukan oleh keberadaan produk-produk tersebut dalam matriks di atas. Semakin ke kiri, maka produk akan semakin dipertahankan. Dalam konteks kekinian, Sapi Kas akan menjadi andalan. Untuk masa datang, kematangan Bintang sangat dipersiapkan untuk menunjang keberhasilan perusahaan. Bandingkan saja dengan ketiga contoh perusahaan farmasi yang performance produknya, saya cuplik sedikit di atas.

One thought on “Produk Tersayang Industri Farmasi

  1. Ping balik: (short) Story of My Life | Authentic Marketing

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s