Susahnya Memakai Bahasa Indonesia


Bahasa (memang) menunjukkan bangsa. Termasuk pola pikir si bangsa tersebut. Coba, di Inggris dan Amerika Serikat sono, yang sudah menjadi budaya masyarakatnya untuk menepati waktu, ternyata memang menghargai waktu. Coba saja lihat english sebagai bahasa ibu mereka, yang ternyata memiliki beberapa kaidah penggunaan waktu : past tense, present tense dan future tense. Secara garis besar memang terbagi 3, tapi turunannya lebih banyak lagi.

Lagipula, english sebagai bahasa juga mensistematiskan cara berfikir, menurut saya. Seiring dengan kebiasaan untuk menggunakan bahasa secara lisan, tulisan dan membaca, ternyata pola pikir kita jadi lebih tersistematisasi. Ini juga yang melatarbelakangi saya untuk membaca sebuah buku dalam english karya Pak Malcolm Gladwell : What The Dog Saw.

Terus, tentang bahasa Indonesia sendiri. Saya merasa, banyak perbedaan sana-sini yang tentu saja konsisten dengan perbedaan itu! Haha 😀 Maksudnya, apa yang saya pelajari ketika SD, ternyata berbeda dengan yang saya pelajari di SMA atau di kuliah ( iya, waktu kuliah S1 ada mata kuliah tentang berbahasa gitu, namanya Tata Tulis Karya Ilmiah. Ini terutama belajar tentang Karya Ilmiah, tapi diawali dengan tata bahasa juga ).

Nah, bicara tentang bahasa Indonesia, yang seharusnya mempersatukan bangsa yang tinggal di wilayah negara Indonesia, ternyata ni bahasa persatuan jadi susah-susah gampang. Pengalaman saya yang sudah pernah berinteraksi dengan suku bugis, banjar, jawa dan sunda. Ternyata relatif tidak susah memamahami berbagai bahasa daerah tadi. Karena, secara struktur bahasa maupun kalimatnya, relatif mirip. Cuma, ya itu.. Kosakata yang bisa digunakan untuk 1 makna, ternyata bisa banyak sekali! Ini belum bicara tentang struktur bahasa yang halus, kasar dan lain sebagainya lho 😀

Pun, perkembangan bahasa Indonesia hingga saat ini, ternyata seperti manusia saja. Yang terus tumbuh dan berkembang mengikuti peradaban manusia itu sendiri. Manusia, yang aktivitasnya semakin menyempurna dan membanyak karena baiknya kegiatan ekonomi dalam membiayai segala aktivitas manusia itu sendiri, ikut mentransformasikan bahasa Indonesia. Pergaulan manusia yang sekarang, ada yang gaul dan ada yang alay, juga ikut menyemarakkan bahasa dan perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia.

Balik lagi ke judul artikel ini :

Susah ? Teuteup, aja siy. Bahasa lain juga sama2 susah, koq 🙂

2 thoughts on “Susahnya Memakai Bahasa Indonesia

  1. ikhwan, ada loh test kemampuan bahasa indonesia,mirip toefl tapi bahasa indonesia. Yang ngadain tesnya pusat bahasa kota bandung,di belakang lapangan Bali, jalan Bali deket SMAN 5 Bandung. Silakan dicoba dan dibandingkan dengan nilai toefl kamu, hihihihhhi…..saya sih belum mau nyoba,hihihihihihi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s