Sekolah? Buat Apa?


Kemarin, saya mendengar seorang ibu yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana strata-1 berkata. ” saya ingin bekerja.” Padahal, saat itu beliau masih mempunyai seorang anak kecil. Ya, anak kecil. Anak yang masih butuh asuhan dan bimbingan darinya. Belum cukup mandiri, apalagi dewasa. Si kecil akhirnya dititipkan di penitipan anak, untuk menyediakan waktu bekerja bagi ibu yang bekerja di rumah membantu suaminya.

Kisah di atas, adalah kisah yang benar-benar terjadi. Seseorang merasa terjebak dengan gelar kesarjanaannya. Bingung dengan ilmu yang telah dipelajari selama 4 tahun di bangku kuliah (atau justru bingung dengan seluruh ilmu yang sudah didapat semenjak TK?). Ingin sekolah, tapi seperti kehilangan visi setelah sekolah selesai. Jadi ingat beberapa tahun lalu saat saya bertanya pada dua orang teman. Kebetulan, sama seperti cerita di atas juga, keduanya adalah calon ibu (meski belum menikah). Jawaban mereka, ketika saya bertanya, kuliah buat apa? Katanya, kuliah untuk bekerja. Segitu rendahnya kah kuliah sehingga hanya bermanfaat untuk mengisi waktu dengan bekerja atau bekerja demi mendapatkan uang?

Kemarin malam saya berkomunikasi dengan seorang Ibu. Putrinya satu orang saja, alhamdulillah sudah menyelesaikan pendidikan s-1. Saya bertanya, buat apa anak perempuan dikuliahkan? Jawab beliau :

  1. putrinya bercita-cita ingin sekolah yang tinggi, jika orang tuanya mampu
  2. karena putrinya mempunyai kemampuan otak untuk kuliah
  3. agar putrinya bisa mengamalkan ilmunya untuk agamanya
  4. jika putrinya mau kerja, tidak terlalu sulit karena ijazah SMA tidak bisa diandalkan (untuk mencari kerja)

Kemudian, pertanyaan yang sama kepada ibu yang lain yang putrinya juga cuma satu. Jawabannya : “anak perempuan itu disekolahkan supaya tidak dibodohi oleh suaminya

pada akhirnya, ini pendapat saya. Untuk ke sekian kalinya kita tidak akan bisa melihat sesuatu hal hanya dalam satu perspektif saja. Ada banyak perspektif yang harus kita akomodasi dalam memandang segala sesuatu. Termasuk dalam konteks tujuan sekolah. Sekolah untuk mencari ilmu tentu saja benar. Sekolah untuk beribadah tentu saja benar. Sekolah untuk mengaktualisasikan diri melalui pekerjaan? tentu juga benar. Bagaimana dengan sekolah untuk mendapatkan duit? Benar juga, apalagi untuk laki-laki. Semakin baik sekolahnya, seharusnya semakin baik pendapatan untuk keluarganya. Di sini saya sangat merasa ada sesuatu yang salah ketika seorang Ibunda menitipkan anak perempuannya yang masih sangat kecil di sebuah Tempat Penitipan Anak. Apalagi, dengan alasan untuk bekerja. Seakan-akan memanfaatkan ilmu yang didapat dari bangku kuliah adalah segala-galanya. Yang jelas, sekali lagi, saya pribadi tidak sependapat dengan tindakan ibu tersebut. Wallahu a’lam.

One thought on “Sekolah? Buat Apa?

  1. kalo kata mamaku Wan,biar bisa jadi ibu yang pinter buat anak2nya.
    *hehe,,dulu jauh2 sblm kuliah, aku udah nanya, buat apa kuliah trus ujung2nya jadi ibu juga..??**

    dan sekarang, beneran..i want to be a stay home mom.. 🙂 *walopun belom punya rumah, tangga dan anak*

    kalo ibunya S1, pembantu2nya harus S2,,ahahahaha… 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s