Menyelesaikan Kasus Bisnis


Di sekolah-sekolah bisnis di seluruh dunia, kebanyakan berfokus untuk memberikan jaminan bahwa lulus dari sana akan mampu menjadi praktisi bisnis. Atau bisa juga entrepreneur. Yeah, kira-kira begitulah janji mereka. Makanya, sebagian besar metode yang diberikan adalah berbentuk kasus. Kalau di MBA ITB sekitar 60%. Kalau di Harvard, denger-denger kabar burung bisa sampai 90%.

Metodenya memang tepat sebenarnya, setidaknya menurut saya. Karena dengan adanya kasus, kita cenderung untuk mendefinisikan masalahnya apa dan bagaimana mensolusikannya. Dan uniknya, memang benar-benar tidak ada jawaban yang benar untuk kasus-kasus bisnis. Bisa sangat beragam jawaban yang dihasilkan dari beragam pendefinisian masalah. Yang paling penting, memang adalah bagaimana memunculkan skill problem solving di alumni-alumni MBA ini.

Kasus yang dimunculkan biasanya adalah artikel terintegratif (dalam satu topik tertentu, misalnya marketing atau operation) yang memuat berbagai informasi. Ditulis dalam bentuk artikel seperti layaknya tulisan deskriptif, tapi juga diikuti dengan berbagai macam tambahan informasi yang tidak mungkin dituangkan dalam bentuk tulisan –yang biasanya berupa exhibit.

Kasus diawali dengan sedikit pendefinisian masalah menurut penulis kasus –yang biasanya adalah dosen dari kampus bisnis ternama, seperti harvard, kellog, insead, dst. Kemudian biasanya diikuti dengan deskripsi mengenai situasi bisnis saat itu di industri yang dimaksud dan sedikit sejarah singkat tentang perusahaan (atau seseorang) itu sendiri. Ada kalanya kedua hal ini tidak penting, tapi kalau anda punya banyak waktu, boleh lah semuanya dibaca dan dipahami sedalam-dalamnya😀

Masuk ke dalam inti kasus, bacalah secara cepat. Jangan terlalu lambat karena bisa jadi malah menghambat pemahaman kita terhadap kasus tersebut–itu kalau waktu anda banyak yah. Dan kalau lambat, bisa membuat kita mengulang-ulang bacaan terhadap paragraf yang udah dibaca. Mungkin juga sebaiknya jangan terlalu cepat, karena bisa hilang esensi dari paragraf yang dibaca. Pastikan juga, anda menangkap inti paragraf yang ingin disampaikan, yang bisa berada di awal, tengah atau akhir paragraf. Seringkali, ketika kita sudah menemukan inti paragraf, kalimat lain hanya memperjelas kalimat inti tersebut, ternyata..🙂

Selanjutnya, langsung gunakan alat tulis saja. Langsung beri tanda pada kasus yang sedang anda hadapi. Boleh dengan pulpen berwarna, atau pensil atau spidol kecil juga boleh yang penting diberi tanda. Dan jangan semuanya ditandai ya!😀 hehehe bisa-bisa ga ada yang dibaca. Dan ingat pesan saya tadi, bisa jadi yang digaris bawahi pakai spidol cuma ada satu kalimat dalam paragar yang berisi 6 kalimat. Tapi kalo anda sudah memberi tanda pada 4 kalimat dalam paragraf tersebut, rasa-rasanya anda berlebihan dalam mencari inti kalimatnya.

Ketika anda sudah dengan cepat membaca, memberi tanda pada kasus anda, tahap terberat dalam menyelesaikan kasus bisnis rasanya sudah terlewati. Sekarang tinggal mengumpulkan inti-inti yang tercecer di setiap paragraf saja untuk kemudian kita lihat gambaran utuhnya : apa yang sebenarnya sedang dibahas? apa masalah yang sebenarnya terjadi? apa iya itu masalahnya? lantas ada berapa alternatif solusinya? apa alternatif yang paling baik? tapi apa alternatif yang paling murah? ataukah ada alternatif yang paling cepat memberikan hasil? dan semua pertanyaan di atas bisa jadi bergantung pada topik mata kuliah yang menyediakan kasus itu..

Setelah semuanya terjawab, biasanya sudah ada gambaran untuk dipresentasikan atau untuk dilaporkan : situasi bisnis, situasi perusahaan, masalah yang dihadapi, alternatif solusi, solusi yang diusulkan, dan kesimpulan. Atau bila menghadapi kasus tertentu, bisa jadi presentasi atau laporan tertulisnya memuat rangkuman kita terhadap apa yang dibahas dalam kasus itu. Ini berarti, tidak semua kasus memiliki masalah untuk diselesaikan. Tapi bila kita mendapat kasus seperti itu, tentu keberhasilan-keberhasilan yang menjadi rangkuman kita itulah yang harus kita simpan sebagai hasil pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s