apakah HRD sama dengan psikologi?


temen : notesnya sih ttg kita pilih kerjaan pilihlah yg emang kita suk,,terus,, ada yg nanya, dia anak TI, suka sm ilmu psikologi,jd mw tau di TI apa ada yg mengarah ke psikologi… jawaban temen saya, HRDnya,,hmmmmmm menurut ka ikhwan sama ga tuh HRD sama psikologi?

ikhwans_alim: saya ngeliatnya psikologi salah satu bagian HRD… jadi HRD bisa dipandang dari sisi psikologi,, tapi juga ada finance (terutama soal salary),, trus juga operation (ya soal optimasi jumlah pekerja,,) dst.. begitu..

teman: naah kalo yg saya alami sendiri…sambil dapet sharing2 dr temen2, saya udh cerita ke ka ikhwan blom ya..jadi, sebenernya bertolak belakang psiko sm HR itu,sama2 berurusan sm manusia. kalo psiko pendekatannya dr individu itu behavior mereka gimana, dan para psikolog berusaha memodelkan hal2 yg bertujuan utk mmbuat individu2 itu melakukan hal yg diinginkan. kalo HR, pendekatannya dr perusahaannya. org2 HR managers itu kan kerja buat perusahaan. seringkali justru mereka berpihak sm perusahaan drpada sm karyawankarna itulah yg sering ngisi posisi2 HR managers di kantor2 itu orang2 yg tegas, koleris, ga kenal ampun & ahli negosiasi</font>. karna harus siap berurusan sama tuntutan2 karyawan. gituuu

ikhwans_alim: he euh,,jadi mencari kesesuaian gitu bukan,siy. biar kinerja karyawan optimal, maka model2 psikologi yg ada, diapke buat memaksimalkan kinerja karyawan tersebut kan>? tapi,si orang2 hr teh tetep berpihak pada perusahaan..artinya,,tidak memihak karyawan untuk selal;u memenuhi kebutuhan karyawan saja,,

teman: nah iya akhir2 ini udah mengarah ke sana kan HR policy di beberapa perusahaan

ikhwans_alim: dan makanya,suka ada tambahan2 sudut pandang kan..ya itu tadi,,misal ada tuntutan gaji naik,,tapi kan ada perhitungan slary juga dari fiannce.. finance.. dst..

temen : iya bisa2,,kalo di psikologi yg peminatannya ke HR ada loh ngebahas reward & punishment</font> kapan saat yg tepat utk ngasi reward, kpn ngasi punishment,, hmhm,,kalo punishment sebaiknya konsisten,,kalo reward bisa konsisten bisa juga tiba2,, tergantung jenis pekerjaannya

ikhwans_alim: jadi,balik ke notesnya temen kita,,mang bener siy kata beliau,,klo yg cocok antara TI dan psikologi itu adalah bidang HR..tapi mang konteksnya hanya terbatas pada “bagaimana memaksimalkan kinerja karyawan”.,..setuju ga?

temen : yaa setuju,,jadi bukan bener2 membahas psikologi manusianya,,klo emg minat ke psikologi, masuk aja psikologi,,gitu deeh saran dr saya,,hehehehe

3 thoughts on “apakah HRD sama dengan psikologi?

  1. Kak Ikhwan, kayaknya saya tau deh siapa temen yang disebutkan di atas. Yang lagi ambil kuliah di UI bukan? ;))

    Dulu waktu awal kuliah, saya juga sempat terkecoh dengan anggapan bahwa HR lekat kaitannya dengan psikologi. Memang, ada sebagian teori psikologi yang dipelajari, terutama dalam memetakan potensi & interest dari karyawan. Tapi hal itu tidak sepenuhnya diterapkan, karena memang orang HRD posisinya lebih pro kepada perusahaan (kecuali jika ia memiliki jiwa sosial yang besar. hahaha)

    Bahkan, ada anggapan yang berkembang bahwa orang HRD adalah orang buangan, yang karirnyaa tidak bisa terlalu berkembang. Padahal, orang HRD bisa berperan sangat penting. Salah satunya dengan bertugas menerjemahkan visi misi para BOD kepada karyawan. Dan tentu saja, sistem perancangan reward & punishment juga tak kalah penting. (Dasar narsis! Gara2 ambil topik ini waktu buat skripsi! Hahaha)

    Suka

    • bener gitu tau temennya sapa? hehe.. wkwkwkwk

      Di salah satu buku ttg Human Capital yang pernah saya baca, bahkan dicantumkan kisah ttg seorang mantan bos HRD yg berhasil memimpin perusahaannya dengan baik ketika menjadi Direktur Utama. Sebabnya tak lain dan tak bukan, adalah karena dia berhasil memaksimalkan fungsi SDM di perusahaan tersebut. Dan tentu, ini adalah kelebihan seorang yg berkarir di bidang HRD.😀

      Suka

  2. menurutku psikologi hanya bisa dipakai di hrd saat rekruitmen. karena saat rekruitmen itu mungkin anak yg dr psikologi bisa lebih menggali karakteristik si calon pekerja dengan melihat kelebihan, kekurangan, dan kematangan calon pekerja. tapi sebenarnya siapapun orangnya bisa melakukan penilaian itu.jadi intinya hrd ga sama dengan psikologi. siapa aja, apapun jurusannya bisa masuk ke bagian hrd, asalkan mau belajar.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s