Technology’s S-Curve


Tadi waktu masuk blog ini, ternyata ada yang search “teknologi S-curve”. Menarik juga ya, kalau tidak salah, memang sudah pernah saya bahas sedikit di artikel ini. Tapi, mungkin lebih baik kalau kita bahas lagi.
jadi, s-curve ini adalah suatu sebutan untuk kurva-kurva yang berbentuk sigmoid. Sigmoid curve, biasa disingkat dengan s-curve adalah kurva-kurva yang diawali dengan suatu tahap inisiasi, yang kemudian mengalami fase yang disebut pertumbuhan (karena itu, akselerasi-nya lebih tinggi dibanding tahap sebelumnya), kemudian diikuti dengan tahap kedewasaan (maturity). Kemudian ditutup dengan fase penurunan..
nah, siklus seperti ini ada di bidang-bidang apa saja? misalnya, siklus hidup produk, siklus hidup manusia, dan demikian pula dengan teknologi. Bila kita menyatukan konsep s-curve, sebagaimana yang dimaksud di atas, dengan teknologi, maka berarti peran teknologi di dalam kehidupan umat manusia juga memiliki tahap-tahapnya masing-masing yang sama dengan tahap-tahap siklus yang lain.
Siklus teknologi diawali dengan penetrasi teknologi baru tersebut ke dalam masyarakat. Di fase ini, teknologi digunakan oleh kalangan tertentu saja. Karena jumlah unit teknologi tersebut masih sedikit, penggunanya juga sedikit dan biasanya, harganya masih mahal. Contohnya, seperti keberadaan BlackBerry (sekitar 5jutaan rupiah kalau tidak salah ingat) pada awal-awal keberadaannya di Indonesia. Harganya masih mahal, yang menggunakan masih kalangan tertentu, tapi keberadaannya segera menanjak ke fasa pertumbuhan dalam siklus teknologi.

Kemudian, di fasa berikutnya, ketika penjual teknologi (terutama toko-toko) menyadari bahwa bila teknologi yang lebih lengkap dalam satu gadget ini, bisa disediakan di toko mereka, maka pembeli akan berdatangan untuk mencari dan membeli barang ini. Maka, mulailah harganya menurun (setahu saya, harga termurah BB saat ini adalah 3 juta rupiah), bersamaan dengan permintaan masyarakat yang terus tumbuh dan semakin ketatnya persaingan antar toko penyedia BB. Sesuai hukum permintaan, maka semakin banyak yang menghendaki, sementara persaingan mendapatkan pembeli semakin ketat, maka kecenderungannya adalah harga akan semakin menurun.
Ketika belum ada inovasi teknologi yang bersifat radikal (yaitu banyak perubahan/perbedaan dibanding teknologi mutakhir yang ada), sementara semakin lama pasar semakin jenuh dengan penyedia dan pembeli, maka tingkat pertumbuhan pasar itu sendiri akan semakin menurun. Bahkan bisa jadi hingga 0%. Nah, di masa-masa pertumbuhan yang mulai stagnan inilah, tahap yang disebut dengan fase kedewasaan (maturity).
Ketika permintaan bahkan sudah semakin menurun, disebabkan kejenuhan akan produk, atau sudah mulai muncul teknologi inovatif yang lebih baru (meski hanya sekedar inovasi inkremental, yaitu tingkat inovasi yang hanya sedikit memunculkan perubahan dibanding teknologi mutakhir), maka siklus teknologi sudah mulai memasuki tahap penurunan.
Nah, itu tadi tentang siklus teknologi beserta tahap-tahapnya apa saja, juga terkait dengan permintaan&penawaran barang, dan harga barang itu sendiri. Kemudian, dengan semua keadaan tersebut (yang tentunya berbeda untuk setiap teknologi yang berbeda) maka ada manfaat yang bisa diambil oleh kedua pihak, yaitu penjual teknologi dan pembeli teknologi. Di mata pembeli&pemakai teknologi, tentunya akan ada umur teknologi yang bisa diprediksi seiring dengan hadirnya inovasi-inovasi inkremental dalam bidang teknologi tersebut. Misalnya untuk teknologi komputer. Sepengetahuan saya, umur teknologinya hanya sekitar tiga tahun. yang artinya, setelah tiga tahun, maka teknologi yang baru sudah akan muncul. Dan bisa jadi, kebiasaan untuk menggunakan teknologi komputer tersebut sudah mulai berubah. Di mata penyedia teknologi, keterserapan teknologi di pasar bisa dimanfaatkan untuk mengatur jadwal rilis produk. Jadi, setelah produk A mengalami penurunan keterserapan oleh pasar, penyedia teknologi bisa muncul dengan teknologi yang lebih inovatif lagi. Sehingga perusahaan tidak benar-benar mengalami produk-produknya mengalami penurunan dalam hal keterserapan oleh pasar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s