Manajemen Proyek


Bagi para mahasiswa di perguruan tinggi, terutama untuk S1 dan S2, ada istilah yang cukup familiar di telinga mereka. PROYEK. Dengan kata ini, biasanya ada sedikit uang makan yang masuk kantong. Lumayan…🙂 Jadi, proyek yang dimaksud di PT-PT ini adalah penelitian yang berkait dengan kebutuhan perusahaan, yang didanai oleh perusahaan tersebut. Tentunya, di sini ada keterbatasan dana penelitian yang diberikan, keterbatasan waktu, keterbatasan sumber daya dan tentu saja ada hasil.

Demikian pula misalkan kita mengelola sebuah pernikahan. Pernikahan seorang sahabat, tentunya (Yaiyalah, masa pernikahan sendiri?😀 ). Di sini, kita kan akan memikirkan tempat akad dimana yah? tempat resepsi dimana? apakah harus di hari yang bersamaan? atau mau dipisahkan saja? biaya bagaimana? Dan seterusnya, ada banyak pertanyaan yang akan muncul dalam mempersiapkan pernikahan sahabat tercinta kita ini.

Tapi, tentu dalam mempersiapkan dan melaksanakan, harus dilakukan dengan rapi. Mulai dengan pembentukan tim dan rapat perencanaan, hingga pelaksanaan dan kemudian ditutup dengan pembubaran tim. Dan sama seperti proyek perguruan tinggi, ada tujuan yang harus dicapai dan banyak batasan yang harus dikelola dengan baik.

Untuk proyek pernikahan, tentu tujuannya adalah terselenggaranya pernikahan dengan lancar, meriah, ramai yang datang dan (kalau bisa) dengan anggaran sekecil-kecilnya. Nah, batasan sumber daya manusia (SDM), sumber daya material (perlengkapan, bahan-bahan dan seterusnya) ketepatan waktu pelaksanaan  serta pendanaan akan menjadi hal-hal yang harus dikelola oleh pelaksana proyek itu sendiri.

Demikian pula yang saya lakukan sekarang di Pt.Phapros. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Produk (PPP) dari anak perusahaan PT. Rajawali Nusantara Indonesia ini menugaskan saya untuk membuat NetWork Plan (NWP) Product Development (PD). Jadi, rencana kerja yang saya buat mencakup perencanaan waktu (timeline), aktivitas yang dikerjakan, sumber daya manusia, alat dan material yang digunakan hingga biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan itu semua.

Tentu NWP PD yang saya buat ini akan dijadikan referensi (terutama dalam hal efisiensi waktu) untuk pengembangan produk obat.  Cakupan kerjanya sendiri dimulai dari penerimaan Usulan Produk Baru (UPB), studi praformulasi, formulasi, pengembangan analisa, pengembangan kemasan hingga pencatatan dokumen-dokumen penting. Selanjutnya ditutup dengan pengawasan/peninjauan pelaksanaan pembuatan batch pertama dari produyk baru.

Pengelolaan ketiga macam proyek di atas, biasa disebut manajemen proyek. Wikipedia bahasa Indonesia mendefinisikannya sebagai “cara mengorganisir dan mengelola sumber penghasilan yang penting untuk menyelesaikan proyek. Hal pertama yang harus dianggap sebagai manajemen proyek adalah bahwa proyek ini diantarkan dengan batasan yang ada. Hal kedua adalah kemungkinan terbaik distribusi sumber daya. Manajemen proyek adalah seni mengontrol baik hal selama proyek, dari sejak dimulai sampai selesai.”

Salam sukses untuk semua pengelola dan pelaksana proyek!

3 thoughts on “Manajemen Proyek

  1. Proyek…
    Proyek saya dulu adalah TA saya…
    Upah proyek saya adalah ongkos TA saya…
    Dan kelulusan saya, hehehe…

    Eh Wan, kok ngomongin nikah sih…
    Ngebet ya, euleueh-euleuh…

    Kok blognya jadi berubah euy. Tak ada lagi foto diri. Sudah berubahkah? Sudah keriputkah?

    Suka

  2. Ping balik: Terjebak dalam Konsumtivitas « Membingkai Nilai-Nilai Kehidupan

  3. Wew, magangnya Ikhwan banget!!!
    Semoga sukses daah…

    **haha, berasa liat blog sendiri, I love Vigillance, tapi saya sudah bosan theme ini…**

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s