Wisuda, rasanya gmana sih?


Waktu masih semester terakhir di kampus, orang-orang suka pada nanyain:

“eh,gmana TA-nya dah beres?”, atau

“wisuda kapan?”

biasanya saya jawab :

“bentar lagi,koq. mudah2an ini semester terakhir-lah.”๐Ÿ˜€ atau

“wisudanya yang paling dekat ajah. mudah2an ga lebih lama lagi.”๐Ÿ˜€ (berasa orang-orang di kampus dah pada eneg ngeliat saya soalnya.๐Ÿ˜€

Tapi, pas wisuda dah lewat. Orang-orang masih tetep nanya:

“dah dimana sekarang?”, atau “kerja dimana? apa mo lanjut S2?” hehhe๐Ÿ˜€ intinya adalah, orang-orang masih tetep nanya kita lagi apa dan dimana.

Tapi, bener ga sih sudah diwisuda itu enak dan menyenangkan? Nah, mari kita bahas disini.

Pertama, sebenarnya sebelum wisuda. Kita itu sudah dinyatakan lulus dari kampus kita. Cuma aja, memang ada seremoni yang dilaksanakan bareng-bareng. Itu seremoni yang dinamakan wisuda. Saya sendiri, wisuda 4 april 2010. Tapi sebenarnya dah dinyatakan lulus sejak 3Maret 2010 sebelumnya. Lumayan lama,kan? Lebih dari sebulan sebelumnya sudah lulus.๐Ÿ˜€

Kedua. Mo sudah diwisuda ato belum, sebenarnya sama aja perasaannya. Karena,klo belum wisuda kita tinggal bilang “masih ngerjain skripsi,koq.” atau bilang “ni juga lagi semester terakhir” hehehe..๐Ÿ˜€ pembenaran banget,kan? meskipun pembenaran memang tidak ada yang salah. Kalo salah namanya adalah pensalahan (eh,ejaannya benar tidak?). Tapi yang jelas, pertanyaan2 yang saya tunjukkan di awal tulisan ini memang SEBENARNYA lebih menyakitkan setelah wisuda ketimbang sebelum wisuda. Benar tidak? Coba rasakan sendiri nanti, deh๐Ÿ˜€

Ketiga, wisuda sebenarnya biasa-biasa saja buat para wisudawan pada hari-h seremoni. Karena di dalam gedung wisuda, kita cuma akan mengikuti acara, berdiri & mengucap beberapa kalimat, serta bertepuk tangan (bila perlu). Acara utamanya sebenarnya “hanya” bersalaman dengan rektor. Jadi, ni acara memang pelaku utamanya adalah rektor, yang bisa 2-3 jam untuk bersalaman dengan wisudawan yang jumlahnya merentang dari ratusan hingga 1000-an orang. Kecuali, anda adalah wakil wisudawan/wati yang berdiri di podium untuk mengucapkan sepatah-duapatah kata mewakili wisudawan yang banyak itu. (Yang terakhir saya sebut ini, sebenarnya adalah sesuatu yang prestisius dan membanggakan, sayangnya saya tidak diminta menjadi wakil wisudawan pada hari wisuda saya :-(( ย )

Keempat. Berhubung kita sudah lulus dan hanya datang untuk “seremoni salaman” saja, jadi acara wisuda ini sebenarnya lebih banyak diperuntukkan kepada para orang tua saja. Yang notabene sudah datang dari berbagai kota yang jauh, dengan pakaian jas dan kebaya yang juga ribet memakainya๐Ÿ˜€

Jadi, kesimpulannya apa? Ya wisuda, RASANYA BIASA-BIASA AJA,SIH.. ๐Ÿ™‚

Tapi, habis seremoni di dalam ruang wisuda. Jangan lupa foto-foto.๐Ÿ˜€

3 thoughts on “Wisuda, rasanya gmana sih?

  1. emang yang jadi perwakilan mahasiswa nya siapa Wan…?

    wisuda ya?hmmm, yang seneng sepertinya orang tua deh.eh, saya juga seneng deng, soalnya kata Mama, buat menikah harus S1 dulu, berarti kLo udah S1 sudah mengantongi SIM( Surat Ijin Menikah)

    Suka

  2. lupa namanya,win. lulusan S2 teknik sipil. dia IP-nya 4,siy..mungkin karena itu dia jadi wakil wisudawan. tapi,pidatonya ga ngena di hati,euy..๐Ÿ˜€

    Suka

  3. waaah ka ikhwan,,begitu yaa rasanya??
    tapi saya kenapa excited yaa??hehhee..
    anyway, akusuka foto terakhirnya ^^

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s