Penutup LPJ MPK Kabinet KM ITB 2009/2010


Salah seorang menteri koordinator Kabinet KM 2007/2008 pernah menyampaikan bahwa ”Kita tidak pernah akan merasa benar-benar siap untuk menjalankan suatu amanah, hingga kita benar-benar akan selesai (turun) dari amanah tersebut.” Saat ini saya benar-benar merasakan bahwa kalimat tersebut ada benarnya. Saya baru benar-benar merasa siap untuk menjadi seorang Menteri Koordinator Pengembangan Kemahasiswaan Kabinet KM ITB setelah tidak lama lagi saya akan turun dari posisi tersebut. Ada berbagai macam pembelajaran dan pengalaman, yang saya dapatkan sejak dilantik pada 20 Mei 2009 hingga saat ini. Mulai dari kegagapan mempersiapkan Festival Kuliner Taman Ganesha dan menghadapi bencana gempa, menjadi presidium dalam Rakernas BEM SI di Solo, inisiasi konsep community development yang akan dibahas pada Rakernas BEM SI di Palembang, perjalanan dinas ke Jakarta mempersiapkan ITB Fair 2010, hingga membuat perencanaan lima tahun untuk Inkubator Ide dan Inovasi Mahasiswa (I3M). Dari keseluruhan pembelajaran dan pengalaman yang dialami, hal terberat adalah menghadapi perbedaan karakter antara tiga kementerian yang ada di Kementerian Koordinator ini. Mulai dari PM yang feminin dan sangat kongkrit mengabdi pada masyarakat, tapi masih kurang mengkomunikasikan ajakannya. Proinov dengan sense proficio ‘panggilan jiwa’ yang menguras pikiran, bagaimana cara membangkitkan dan mendayagunakan keprofesian untuk menjawab tantangan di masyarakat. Dan kementerian ekonomi dengan sense entrepreneurship-nya dan staf-staf yang kreatif. Sinergisasi di antara ketiga kementerian ini bukan hal mudah mengingat karakter yang berbeda satu sama lain, tapi itu bukan berarti tidak mungkin dilakukan di masa datang. Mudah-mudan KM ITB di masa datang akan lebih baik lagi.

Terima kasih kepada Sulistya Adhi, Agtriana Leandini, Anisa Fariani, Fajar Hadi Pratama, Gde Valdy, Pandu, Achmad Faris Saffan Sunarya, Achmad Januar, Achmad Januar dan Ghozali Suhariyanto. Dan ketiga bapak menteri yang hebat-hebat : Mizan Bustanul Fuady, Gumilar Rahmat Hidayat, dan Faris Austen.

Anyway, di masa kepengurusan yang sebentar lagi akan berakhir ini, hanya seperti inilah yang bisa saya kontribusikan kepada KM ITB. Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada, mohon maaf atas segala khilaf yang pernah dilakukan oleh saya selaku Menteri Koordinator.

DEMI TUHAN, UNTUK BANGSA DAN ALMAMATER

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s