Pengembangan Entrepreneurship di ITB (3)


PENGUSAHA DI DALAM MASYARAKAT

Pengusaha berperan sebagai pemilik modal dalam sistem sosial masyarakat. Nah, dalam sistem perusahaan, pengusaha adalah pemilik modal pertama (selaku pemilik perusahaan) yang kemudian akan memberi uang (dalam proses perputaran uang) kepada para pekerja, dan kemudian terjadi proses transaksi dari dalam sistem perusahaan ke luar perusahaan (berupa transaksi jual beli produk / jasa), yaitu masyarakat konsumen. Jadi, sebagai pemilik modal, pengusaha akan menghidupi para pekerja yang telah bekerja pada pengusaha tersebut.

Penciptaan iklim ketenagakerjaan yang sehat dan kondusif sangat penting sebagai salah satu sarana untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk Indonesia. Karena bekerja adalah jembatan bagi terciptanya kehidupan yang layak. Banyaknya angkatan kerja yang tidak terserap pada lapangan kerja formal membuat mereka terpaksa memilih masuk dan berpartisipasi pada lapangan kerja informal. Padahal tingkat produktivitas dan penghasilan pada lapangan kerja informal jauh lebih rendah dibanding lapangan kerja formal.

Berikut ini merupakan data kondisi ketenagakerjaan tahun 2004-agustus 2007

Interval waktu Angkatan kerja

(juta orang)

Pekerja

(juta orang)

Tingkat Pengangguran Terbuka (persentase)
2004 103,97 99,72 9,86
Feb-05 105,80 94,95 10,26
Nov-05 105,86 93,96 11,24
Feb-06 106,28 95,18 10,45
Agt-06 106,39 95,46 10,27
Feb-07 108,13 97,58 9,75
Agt-07 109,94 99,93 9,11

Sumber: Sakernas

Lapangan kerja berdasarkan status pekerjaan(ribu orang)

Lapangan Kerja Nov-05 Agt-06 Agt-07 Penambahan 2005-2007
Formal 28.877,0 29.672,3 30.926,2 2049,2
Informal 65.081,4 65.784,6 69.004,0 3922,6
Jumlah 93.958,4 95.456,9 99.930,2 5971,8

Sumber: Sakernas

Dari data diatas bisa kita lihat bahwa terdapat penurunan persentase pengangguran yang cukup besar hingga 9,11 persen jika dibandingkan pernah ada suatu kondisi dimana pengangguran terbuka mencapai angka 11,24 persen. Tetapi apakah prestasi tersebut cukup ‘menggembirakan’? Mengingat, bahwa dari tiap-tiap 1 juta penduduk Indonesia  masih ada 9 orang yang menganggur. Dan bisa kita ambil kesimpulan juga bahwa lapangan kerja informal dua kali lebih banyak menyedot  tenaga kerja dibandingkan dengan lapangan pekerjaan formal di Indonesia. Pesan yang ingin saya sampaikan adalah, dengan menjadi seorang pengusaha, sesungguhnya kita telah mengurangi 1 (satu) orang pencari kerja dan telah memberikan pekerjaan kepada beberapa orang di antara yang lainnya.

One thought on “Pengembangan Entrepreneurship di ITB (3)

  1. Ping balik: Alhamdulillah.. Buku pertama yang saya tulis! « potret perjalanan seorang Ikhwan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s