Rumah Belajar KM ITB : We’re Back (part 3)


logo PM

Pedoman dalam Penyusunan Kegiatan Mingguan Rumah Belajar
1. Instrumen-instrumen umum yang disebut di atas merupakan instrumen yang digunakan secara kontinu dalam setiap pertemuan. Bobotnya disesuaikan dengan target dalam setiap pertemuan. Untuk poin 1,2,3,7,8,9,10 target pencapaiannya hampir merata di setiap pertemuan 9cenderung menjadi komponen kultur yang dibangun di rumah belajar).
2. Khusus untuk poin 4,5,dan 6 pencapaiannya dilakukan secara bertahap dan dibagi ke dalam empat level:
a. Identifikasi elemen
b. Mengolah data dan melakukan analisis sistem
c. Melakukan perencanaan dan desain
d. Skill berpikir sistem terintegrasi secara sederhana
Bobot pencapaian keempat level ini dibagi dalam seluruh pertemuan. Untuk level satu hingga tiga masing-masing dibebankan pada tiga pertemuan, sehingga total menjadi sembilan pertemuan awal yang membangun dasar untuk mewujudkan pencapaian pada level empat.
3. Keseimbangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam proses pembelajaran di rumah belajar dirumuskan sebagai berikut: aspek kognitif cenderung dimunculkan dalam bentuk konten belajar sebagaimana tergambar dalam penurunan empat level pencapaian yang dibahas sebelumnya; aspek afektif dihadirkan secara dominan dalam bentuk kultu r alih-alih pemberian materi, walaupun hal ini (pemberian materi) terkait dengan poin 10 dilakukan juga dalam beberapa kesempatan; sementara aspek psikomotorik menjadi metode umum dalam banyak kegiatan kelompok belajar yang membuat anak didik berpartisipasi secara proaktif dalam setiap kegiatannya.
4. Pada akhir periode pembelajaran ini yang lebih kurang diselenggarakan dalam waktu enam bulan, anak didik diharapkan dapat menghasilkan karya sebagai proyek akhir mereka. Proyek ini ditawarkan oleh setiap kelompok belajar pada semua anak, dan setiap anak dapat memilih mengerjakan proyek tretentu yang mereka minati. Pengerjaan proyek ini diharapkan memberi nilai tambah dalam proses pembelajaran dan secara langsung memberi ruang pada anak untuk menunjukkan hasil belajar mereka. Setiap proyek memiliki tim tersendiri dengan perangkatnya dengan bimbingan kakak pendamping kelompok belajar.

Sejumlah pilihan proyek akhir yang mungkin dilakukan antara lain:
a. KB soshum: pembuatan peta wilayah dan demografi sederhana penduduk sekitar rubel
b. KB keterampilan: dekorasi interior rubel
c. KB musik: membuat mars dan hymne rubel
d. KB kesling: membuat kebun TOGA
e. KB olahraga: membuat beberapa perkakas untuk kegiatan olahraga/
f. KB bahasa: menulis buku rangkaian kegiatan rubel selama enam bulan
g. KB seni rupa: membuat ilustrasi buku
h. KB teknologi:
i. KB sains:
5. Untuk penurunan kegiatan hingga level juklak masih dibutuhkan pendetilan konsep terkait perencanaan kegiatan, pihak-pihak lain yang bisa diajak berkontribusi, perencanaan anggaran, hal-hal lain yang dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan, serta penyesuaian bentuk aktivitas sesuai dengan level usia anak ( setidaknya dibagi ke dalam tiga tahap: kelas 1 dan 2 SD/tahap bermain; kelas 3 dan 4 SD/tahap peralihan; serta kelas 5 dan 6 SD /tahap belajar ) dilakukan pembahasan kemudian, terutama oleh kelompok belajar dominan pada setiap pertemuan (KB utama dan KB serta).

rumah belajar

One thought on “Rumah Belajar KM ITB : We’re Back (part 3)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s