Rumah Belajar KM ITB : We’re Back (part 2)


logo PM

Konsep Kegiatan Rumah Belajar KM ITB Juli-Desember 2009

Untuk target pencapaian selama enam bulan ke depan, beberapa parameter yang ditargetkan dari sejumlah parameter hakikat pendidikan antara lain:
1. Pengembangan potensi
a. Mengenalkan banyak potensi (poin 1)
b. Memetakan potensi (poin 2)
2. Misi Kemanusiaan
a. Melatih komitmen dan tanggung jawab (poin 3)
b. Melatih berpikir kausal (poin 4)
c. Mengembangkan wawasan sosial (poin 5)
3. Kemampuan berpikir dan hasrat belajar
a. Melatih kemampuan mengidentifikasi elemen dan komponen sistem (poin 6)
b. Melatih penyusunan target dalam belajar (poin 7)
4. Value and knowledge transfer
a. Mengajarkan etika interpersonal (poin 8 )
b. Pendidikan ilmu agama (poin 9)
c. Pewarisan pengetahuan (poin 10)
Beberapa parameter diharapkan dicapai dengan menggunakan sejumlah instrumen umum. Instrumen umum ini digunakan dalam setiap pertemuan di rumah belajar, terlepas dari kegiatan kelompok belajar tertentu.

POIN 1&2
Pemantauan kakak wali dan kakak pendamping kelompok belajar
Setiap anak akan didampingi oleh kakak wali yang bertanggungjawab atas perkembangan dan kondisi anak dalam proses belajar di rubel. Idealnya, satu kakak wali bertanggungjawab atas satu atau dua anak. Kakak wali mengenali dan memetakan potensi anak, membantu mengembangkannya, dan menjadi pendamping anak dalam menyelesaikan kendala-kendala yang dihadapinya dalam proses belajar.
Talent mapping for kids
Instrumen ini digunakan untuk mendapatkan gambaran mengenai potensi anak. Untuk anak-anak berusia masa peralihan dan di atasnya (kelas tiga ke atas) dimungkinkan untuk lebih mandiri dalam pengisian instrumen ini (sekalipun tetap didampingi kakak wali), namun untuk anak berusia lebih rendah, peran kakak wali lebih dominan untuk mengamati potensi anak. Pemetaan ini mungkin tidak selesai dalam sekali duduk. Kakak wali dan kakak pendamping kelompok belajar terus mengamati perkembangan anak, dan mungkin terjadi sejumlah perubahan dalam observasi yang kontinu. Namun perlu ditekankan, pemetaan bakat ini tidak bertujuan untuk mengkotak-kotakkan potensi anak, hanya untuk mempermudah proses belajar agar lebih menyenangkan dan mempermudah arahan pada anak didik.
POIN 3
Pemberian tugas
Untuk melatih komitmen dan tanggung jawab dalam diri anak, selama proses belajar akan ada pemberian tugas tertentu tergantung kegiatan kelompok belajar. Anak diharapkan menyelesaikan tugas dengan optimal.
Pembuatan kontrak belajar
Kontrak belajar dibuat melalui kesepakatan dengan anak didik. Terutama berisi poin-poin yang diperlukan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan dalam proses belajar.
Termasuk dalam poin kontrak belajar atau bisa juga di luar poin-poin kontrak belajar, yaitu mekanisme reward dan punishment atau recognition/consequences. Namun perlu dibuat aturan tersendiri mengenai mekanisme ini. Sehingga efek yang ditimbulkan tidak kontraproduktif dengan harapan sebelumnya.
Perangkat kelas dan kelompok piket
Pembentukan perangkat kelas diharapkan dapat membantu untuk melatih komitmen, tanggung jawab dan nilai-nilai kepemimpinan. Begitu pun dengan kelompok piket, anak didik beserta kakak-kakak pendamping diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam menjaga kenyamanan dan kebersihan rubel.
POIN 4
Target belajar
Anak didik dengan didampingi kakak wali membuat target-target pembelajaran sesuai dengan taraf usianya dan potensi-potensinya (penjelasan ebih detail mengenai hal ini akan menyusul).
Agenda pertemuan
Sebelum pertemuan tiap pekan dimulai, kakak pendamping sudah mempersiakan bahan sebaik-baiknya. Anak pun mengetahui agenda dan apa yang akan mereka pelajari pada waktu tersebut (terutama jika dibutuhkan beberapa persiapan khusus). Hal ini bagian dari melatih pola pikir kausal dan perencanaan pada anak.
Pojok bertanya
Sebuah instrumen untuk mengumpulkan pertanyaan dari semua orang mengenai apapun untuk dijawab bersama. Bisa oleh narasumber, didiskusikan, atau mencari referensi bersama. Target utamanya untuk membangun suasana kritis dan memupuk rasa ingin tahu juga mencari jawaban dan mengembangkannya sebagai bahan pemikiran.
POIN 5
Menjenguk yang sakit
Memupuk kepekaan terhadap kondisi kawan dan orang-orang di lingkungannya. Kalaupun tidak ada yang sakit, sekali-kali dapat dilakukan kunjungan-kunjungan untuk silah ukhuwah.
Tukar kabar sepekan
Suatu forum yang dipimpin kakak wali untuk mengetahui kabar dan kondisi setiap anak. Forum untuk berbagi, bercerita, maupun memecahkan permasalahan mereka.
POIN 6
Tidak ada instrumen umum. Langsung dilakukan oleh setiap kelompok belajar. Ada mekanisme unik dalam setiap kelompok belajar.
POIN 7
Terkait dengan poin empat, pantauan kakak wali sangat dominan dalam hal ini, juga pengamatan dari pendamping dari setiap kelompok belajar.
Wish list
Mekanismenya seperti pohon impian yang pernah dibuat, namun lebih personal dan lebih lengkap. Anak-anak pundibimbing membuat semacam roadmap kasar untuk mewujudkannya. Dari ideal menjadi aktual.

POIN 8
Keteladanan kakak wali dan pendamping kelompok belajar
Setiap kegiatan dan interaksi dalam rumah belajar adalah proses pendidikan. Dengan sendirinya, baik kakak wali maupun pendamping setiap kelompok belajar harus konsisten menampilkan diri sebagai sosok pendidik yang menjadi contoh bagi adik-adiknya. Konsisten dengan nilai-nilai yang diberikan dan diajarkan, sehingga terbentuk standar yang jelas bagi anak-anak dalam membentuk kerpibadian mereka.
Mekanisme sidang
Dalam periode tertentu semua orang berkumpul dan mendiskusikan permasalahan tertentu, konflik (jika ada). Sebagai terapi untuk memberi kesadaran bahwa ada konsekuensi legal (susah cari ungkapan lain) atas setiap kesalahan.
Mekanisme reward dan punishment
Terapi untuk permasalahan khusus
POIN 9
Pembiasaan shalat
Membiasakan shalat berjamaah (dzuhur),terintegrasi dalam kegiatan setiap minggu.
Ayat-ayat alqur’an dalam setiap aktivitas
Menanamkan pemahaman pada anak bahwa nilai-nilai agama terintegrasi dalam kehidupannya sehari-hari. Terutama bagi muslim, targetnya tercipta kesadaran akan adanya ikatan dirinya sebagai hamba dengan penciptanya setiap saat.
POIN 10
Tidak ada instrumen umum. Langsung dilakukan oleh setiap kelompok belajar. Ada mekanisme unik dalam setiap kelompok belajar.

rumah belajar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s