Ekstraksi Superkritik


mengapa dinamakan ekstraksi superkritik? karena ekstraksi dilakukan pada titik-titik tekanan dan temperatur tertentu. jadi, memang kualitas hasil ekstraksi sangat ditentukan oleh seberapa kritis, penggunaan tekanan dan temperaturnya.

Prinsipnya adalah kelarutan minyak atsiri dalam karbondioksida harus baik. Caranya ekstraktor diisi dengan simplisia dan ke dalamnya dialirkan gas karbondioksida. Tekanan dan temperatur dalam ekstraktor diatur sesuai dengan keperluan. Gas karbondioksida yang jenuh dengan minyak atsiri, dialirkan ke dalam tangki pemisah dengan temperatur dan tekanan lebih rendah. Produk yang diperoleh dipindahkan dan sisa gas karbondioksida dialirkan ke dalam tangki yang berisi karbon aktif untuk pemurnian dan daur ulang.

gas yang digunakan juga tidak harus selalu gas karbondioksida. tetapi bisa juga jenis gas lain, tetapi prinsipnya tetap pada pengaturan temperatur dan tekanan agar dihasilkan ekstrak yang diinginkan.

Keuntungan cara ini adalah:

  1. tidak mengandung residu pelarut toksik
  2. proses berlangsung pada temperatur rendah
  3. tidak mudah terbakar
  4. hemat energi karena gas karbondioksida dapat didaur ulang
  5. bersifat selektif, hanya perlu mengatur parameter tekanan dan suhu
  6. jaminan ekstrak yang diperoleh bebas dari pelarut
  7. penggunaan karbondioksida, secara fisiologi tidak berbahaya sama sekali
  8. karbondioksida merupakan gas yang dapat digunakan di mana saja, merupakan pengekstraksi yang murah dan relatif tidak berbahaya

Pemakaian ekstraksi dengan gas superkritik dapat dikelompokkan ke dalam:

  • pemurnian minyak dan minyak bekas, perolehan kembali aspal dari pasir tar dan perolehan kembali minyak penggiling
  • ekstraksi batubara dan pembuatan tar batubara
  • pembuatan minyak lemak dan lemak, pemisahan trigliserida dan asam lemak
  • ekstraksi senyawa aktif dari tumbuhan (hop dan kopi)

Pemisahan dalam bidang farmasi:

  • camomile, ekstraksi matrisin dengan karbondioksida
  • bunga krisan, piretrin
  • akar valeriana
  • Papaver bracteatum Lindl. tebain dengan fluoroform
  • berbagai tumbuhan mengandung alkaloid
  • lemak bulu domba, ekstraksi lanolin dengan propana/propilen superkritik
  • kulit jeruk, ekstraksi karoten dengan gas CO2 superkritik dengan penambahan aseton 8% sebagai kosolven
  • biji anisi, anisi star, jinten, cengkeh dan kayumanis dengan CO2

pustaka:

  • agoes, goeswin. 2007. teknologi bahan alam. bandung:penerbit ITB
  • bahan kuliah teknologi bahan alam, sekolah farmasi, 2009

3 thoughts on “Ekstraksi Superkritik

  1. heh…keren blognya memberikan informasi kpd yg laen. tp ngomong2 itu knp foto aq ad di blog km yak?? royalti jgn lupa dibayar yak???

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s