Penanaman TOGA di Desa Sindangsari


Tanggal 7 Desember yang lalu, saya bersama beberapa orang teman-teman anggota HMF ‘Ars Praeparandi’ melaksanakan follow-up Farmasi Pedesaan yang telah kami rencakan sebelumnya. Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pengabdian masyarakat (yakni Farmasi Pedesaan) yang telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2008 lalu.

Melalui beberapa survey kecil-kecilan yang dilakukan sebelumnya, kami mendapati bahwa tanaman obat yang potensial untuk dibudidayakan secara massal adalah jahe merah (Zingiber officinale var.rubrum) dan kumis kucing (Ortosiphon aristatus).

Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) ini dilaksanakan di depan kelurahan Desa Sindangsari, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut. Di atas, tanah seluas 100 tumbak ( kurang lebih seluas 1/7 hektar), kami menanam 100 bibit jahe merah dan 150 bibit kumis kucing.

Harapannya adalah, masyarakat menjadi terinspirasi untuk melaksanakan penanaman TOGA serupa di lingkungan rumahnya. Minimal, dari tanaman-tanaman TOGA yang ada, dapat dimaksimalkan untuk pengobatan mandiri. Syukur alhamdulillah andaikan ada yang berniat untuk mengoptimalkannya menjadi kebun bahan baku untuk industri obat-obatan herbal.🙂

Berikut gambar-gambarnya

in_process

in_process_2

in_process_1

in_process_2

in_process_2

in_process_3

in_process_3

Sementara sekian dahulu, SALAM KARYA!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s