Fokus itu Penting


tadinya artikel ini berjudul, “mengapa indonesia (masih) termasuk negara berkembang?” tapi saya kira judul itu kurang relevan dan kurang baik. makanya saya mengganti ke yang lebih esensial “fokus itu penting”

Beberapa waktu yang lalu, sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bidang jurnalistik mewawancarai teman-teman mahasiswa asing terkait dengan keberadaannya di ITB. Setelah edisi yang bertemakan “bule-bule ITB” itu terbit, ternyata banyak hal yang ingin diklarifikasi dari UKM tersebut. Kemarin, mereka bertemu dan berusaha menyepahamkan satu sama lain (yang lebih banyak disebabkan perbedaan makna dari bahasa yang digunakan). Warga kita Indonesia yang diminta pendapat tentang mahasiswa asing, ada yang menyinggung dari sudut pandang yang (boleh dibilang) negatif, atau merugikan. Sementara, teman-teman mahasiswa asing tersebut memandang positif dan menguntungkan, terkait dengan keberadaannya di Indonesia. Kedua sudut pandang berbeda tersebut yang saya temukan dalam pertemuan mereka.

Satu pola berpikir yang digunakan oleh orang-orang Indonesia adalah (seringkali) melihat sesuatu hal dari sudut pandang (yang boleh disebut) negatif, merugikan, dan lain-lain. Sementara orang-orang dari negara maju cenderung untuk tidak menggunakan sudut pandang demikian. Orang-orang Indonesia (mungkin) terlalu sibuk meratapi keadaan, sementara mereka-mereka yang berpandangan maju, selalu berfokus untuk bagaimana memanfaatkan keadaan yang ada untuk pencapaian tujuan mereka.

Seorang rekan saya, yang ketika mahasiswa dulu pernah memimpin organisasi mahasiwa farmasi tingkat dunia, pernah bercerita bahwa ada perbedaan signifikan antara mahasiswa yang dari negara berkembang dengan negara maju. jadi, yang dia rasakan adalah, mahasiswa dari negara berkembang cenderung untuk membawa isu-isu yang sifatnya nasional, yang berasal dari negaranya. dengan kata lain, bukannya mengurus urusannya sendiri, para mahasiswa ini justru fokus mengurus urusan negara. sementara yang dari negara maju cenderung untuk fokus saja pada keprofesiannya.

Saya pikir, ketika kita ingin memfokuskan diri pada sesuatu, sudah saatnya bagi kita untuk tidak fokus pada yang lain. FOKUS ITU PENTING! Ketika kita ingin fokus pada sesuatu yang baik, sudah saatnya kita tidak lagi memikirkan yang buruk. Ketika kita ingin fokus pada sesuatu yang positif, sudah saatnya bagi kita untuk meninggalkan yang buruk. Ketika kita ingin fokus pada suatu pekerjaan, hendaknya kita –sudah atau belum sama sekali– mengerjakan pekerjaan yang lain. Jangan mengerjakan lebih dari satu pekerjaan dalam waktu yang sama.

saya kira wajar malaysia punya petronas, proton, dan timnas sepakbolanya juara piala AFF 2011. yang petronas punya lapangan minyak lebih besar daripada indonesia. mereka berniat, dan mereka punya sikap. mereka disiplin dengan apa yang mereka niatkan, pikirkan, dan kerjakan. dan mereka fokus dengan itu. makanya fokus itu penting.

Segmenting-Targeting-Positioning dalam dunia pemasaran juga berarti fokus lho  dalam membidik dan menggarap konsumen yang ada. Boleh dibaca di sini.

Semoga ini menjadi bahan renungan saya dan kita semua. Amien.

One thought on “Fokus itu Penting

  1. Ping balik: Plan+(n)ing | Authentic Marketing

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s