Bagaimana Mengembangkan Suatu Masyarakat


Di kampus saya belakangan sedang marak yang namanya kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat. Di beberapa himpunan mahasiswa jurusan, sedang giat-giatnya melakukan kegiatan pengabdian ke masyarakat tertentu. Biasanya ke desa-desa tertentu di Jawa Barat. Nah, kebetulan himpunan mahasiswa jurusan saya secara rutin telah melaksanakan kegiatan ini dua tahun sekali sejak 1984. Jadi pada tahun 2008 ini telah mengalami pelaksanaan keduabelas kalinya.

Beberapa pekan setelah pelaksanaan Fardes XII yang lalu, sudah ada beberapa himpunan yang mencoba studi banding ke HMF. Di antaranya ada MTI, HMS, dan HIMATIKA. Mereka mencoba mencari tahu apa menjadi dasar dari konsistensi HMF dalam melaksanakan Fardes. Selain itu, juga ingin mengetahui tahap-tahap apa saja yang harus dilakukan dalam perencanaan, persiapan, dan eksekusi kegiatan pengabdian masyarakat. Berikut, saya coba menyarikan tahap-tahapnya.

Sebelum pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, perlu dilakukan survey terlebih dahulu. Survey ini bertujuan mencari kesamaan kebutuhan masyarakat desa setempat dengan apa-apa yang bisa kita berikan. Bidang yang sama ini dapat berupa bidang farmasi, kesehatan, industri, peternakan, pertanian, dan lain-lain. Tentunya, bukan berarti jurusan-jurusan dari rekayasa tidak bisa kontributif. Selama memang benar-benar terdapat kesamaan kebutuhan dan apa yang bisa diberikan, sesungguhnya tidak masalah. Pastinya, sebuah kegiatan pengabdian masyrakat juga tidak harus dilakukan di pedesaan. Di perkotaan juga bisa dilaksanakan selama terdapat kesamaan kebutuhan tadi.

Setelah survey, pastinya menentukan bentuk kegiatan yang dapat dilakukan dan dibutuhkan oleh masyarakat desa setempat. Bentuk kegiatan ini adalah sesuatu yang penting, mengingat ini adalah nilai jual yang dapat diperlihatkan kepada stakeholder desa setempat : pemerintah kabupaten, dinas pertanian, dan lain-lain. Bentuk kegiatan juga akan mempengaruhi pertimbangan pihak sponsor untuk memberikan dukungan pendanaannya.

Seanjutnya tahap yang harus dilakukan adalah melakukan pendekatan-pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat setempat. Tokoh-tokoh ini bisa jadi adalah formal dan/atau informal leader. Di antaranya adalah kepala kelurahan, kepala RW, pemuka agama, atau golongan ekonomi menengah ke atas di desa setempat. Pendekatan yang dilakukan terutama adalah sosialisasi tentang kegiatan apa ang dicoba dilaksanakan di sana. Sekali lagi, harus terdapat unsur pemenuhan kebutuhan desa setempat. Misalkan mengadakan pengobatan gratis untuk peningkatan kesehatan masyarakat (meskipun ini hanya sesaat saja) atau mengadakan perbaikan jalan raya yang rusak (ini penting, karena akan membantu peningkatan perekonomian).

Tahap akhir, ya eksekusi kegiatan. Pastikan perencanaan yang matang, persiapan yang lengkap, dan semua informasi tersebar luas kepada pihak-pihak yang diinginkan untuk mengetahui. Setelah itu, lakukan evaluasi. Dan bersiap-siap untuk melakukan tindak lanjut kegiatan tersebut..

Salam Berkarya,

Ikhwan Alim

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s