Manajemen Waktu dan Manajemen Konsentrasi


Tuhan telah memberikan manusia dengan berbagai talenta (multitalent). Talenta yang dapat dieksplorasi dan dimanfaatkan lebih lanjut untuk manusia itu sendiri dan untuk manusia di sekitarnya. Manusia juga telah diberikan kemampuan untuk mengerjakan berbagai hal sekaligus dalam satu periode tertentu (multitasking). Nah, pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara mengoptimalkan multitalent tadi dalam cara pengerjaan yang multitasking? Karena tiap anak manusia diberi jatah waktu yang sama, yaitu 24 jam sehari saja. Bahkan, lebih ekstrim, usia tiap manusia berbeda satu dengan yang lainnya. Berapa detik yang digunakan secara maksimal oleh tiap  orang menjadi berbeda. Nah, kita simak tips-tips berikut ini:

Pertama, tentukan dahulu visi anda. karena, semua berangkat dari visi. Visi adalah bayangan akhir dari apa-apa yang kita kerjakan. Kalau memang itu adalah target yang harus dicapai, maka visi adalah target.  Bagaimana bisa diwujudkan apabila bayangan akhirnya saja tidak ada? Lalu bagaimana dan dengan apa kita akan melaksanakannya?

Kedua, pastinya adalah penentuan prioritas. Hal apa yang harus dikerjakan pertama kali, kedua kali, ketiga kali dan seterusnya. Pertimbangan penentuan prioritas itu sendiri bisa didasarkan atas sejauh apa kita ingin mencapainya (vision on it). Misalnya, tujuan kita makan (dalam konteks berat badan) adalah menaikkan berat badan atau mempertahankan berat badan yang sudah ideal. Tentunya, bila kita hanya ingin mempertahankan berat badan, makan tidak perlu benar-benar diprioritaskan. Ini kembali lagi dengan langkah pertama di atas.

Ketiga, berani mengatakan dan melaksanakan kata “tidak”. Begitu mudahnya untuk mengatakan “iya” pada hal menyenangkan yang tidak termasuk dalam prioritas, maka mengatakan “tidak” adalah sesuatu yang sangat sulit. padahal, membatasi kata “iya” sudah termasuk melanggar prioritas. Berani mengatakan  “iya” atau “tidak” bisa juga diartikan sebagai FOKUS. Misalnya, kita ingin memprioritaskan akademik, tapi kita tidak benar-benar bisa mengatakan “tidak” ketika kita ingin bermain. Sudah tentu, hal ini berarti kita melanggar prioritas akademik.

Keempat, manajemen konsentrasi. Sesuaikan konsentrasi anda pada konteks dimana anda berada. Jangan memikirkan perkuliahan ketika anda berada di sekretariat organisasi. dan sebaliknya, jangan memikirkan pendanaan kegiatan ketika dosen anda sedang mengajar di depan kelas. Permasalahan sebagian besar orang Indonesia adalah kesulitan mengatur fokus hingga selesai pada hal yang sedang dikerjakan. Sekali lagi ya, FOKUS HINGGA SELESAI.

Semoga kontemplasi ini banyak membantu rekan-rekan agar bisa mengelola multitalent dan melakukannya secara multitasking.

2 thoughts on “Manajemen Waktu dan Manajemen Konsentrasi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s