Tips untuk Membentuk The Winning Team


Jangan terlalu ambisisus dengan membentuk sebuah superteam. Super team terdiri dari orang-orang super hebat. Alih-alih memilih mereka, pilihlah orang-orang yang mau bekerja sama, mau memberikan kontribusi yang saling melengkapi. Orang-orang yang super cenderung tidak bisa bekerja sama dalam team dan merasa bisa bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain. Orang-orang yang biasa saja sesungguhnya sudah cukup untuk membangun team yang tangguh, asalkan mereka punya komitmen yang kuat.

Rekrut orang-orang yang komit terhadap kesempurnaan, memiliki standar yang tinggi, memerhatikan detail, dan action oriented. Jangan merekrut orang-orang yang mudah cemas dan memiliki banyak persoalan pribadi, sebab ia akan membebani team dengan masalah-masalah pribadinya. Carilah orang-orang yang punya orientasi ketelitian dan komitmen tinggi pada kesempurnaan, bukan yang sudah sempurna.

Berikan standar atau ketentuan-ketentuan yang jelas. Team bisa bekerja dengan baik kalau standarnya jelas, namun tetap ada ruang untuk fleksibilitas.

Harapkan yang terbaik. Team harus didorong untuk memaksimalkan potensinya dalam menghasilkan karya terbaik.

Kuncinya adalah komunikasi. Maka jangan biarkan mereka mengisolasi diri satu sama lain. Semakin anggota team saling mengenal satu sama lain, semakin baik team bekerja. Para pekerja Jepang biasa pergi karaoke bersama, ngobrol-ngobrol di kedai kopi setelah jam kerja, bahkan mandi berendam bersama untuk memupuk kebersamaan. Hasilnya, orang-orang biasa itu bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Berikan perhatian. Pemimpin dapat memberikan semangat kerja team dengan memberikan kepercayaan dan mengunjungi team-nya. Tom Peters memperkenalkan konsep MBWA (Management by Walking Around). Dengan melakukan kunjungan (walking around), team merasa diperhatikan dan semangat mereka tumbuh.

Personalisasikan penghargaan. Semakin besar perusahaan, semakin terdapat kecenderungan formalitas dan semakin hilang sentuhan pribadi. Padahal anggota team bukanlah sekedar angka, melainkan kumpulan dari personal-personal yang harus diberi penghargaan.

Berikan penghargaan team. Jangan berikan penghargaan individual, melainkan berikan penghargaan team sebagai wujud dari penghargaan kerja sama team.

Berikan sentuhan “cross border”. Sebuah team tidak bekerja secara vakum atau terisolasi dari team lainnya. Team-team yang anda bentuk akan bekerja efektif kalau team-team tersebut juga diterima oleh team-team lainnya dan mereka saling mendukung (supporting). Bila perlu, buat pelatihan-pelatihan cross-border yang sama pentingnya dengan pelatihan-pelatihan kompetisi team.

Rayakan bersama. Setiap kali team berhasil mencapai hasil tertentu maka pemimpin team harus mampu membuat semacam perayaan lewat sebuah kegiatan yang menunjukkan pengakuan atas kemenangan bersama.

Jangan pernah membubarkan “the winning team”. Sebuah team tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan melalui sebuah proses yang melibatkan bukan saja kompetensi dan skill, tapi juga emosi dant energy. Sekali ia terbentuk, anda harus terus memupuknya, memperkuatnya.

( dari cHaNgE, Rhenald Kasali )

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s