[UPDATED] Knowledge-based Economy


Knowledge-based Economy menurut saya bukan sebuah konsep yang baru. Ketika kita berbicara tentang perekonomian, berbicara tentang peningkatan nilai tambah, atau berbicara tentang peningkatan pangsa pasar, sebenarnya kita sedang berbicara tentang bagaimana mengkaitkan ekonomi dengan pengetahuan. Mengapa demikian? Karena ketika meningkatkan pangsa pasar melalui peningkatan nilai tambah produk/jasa yang kita hasilkan, yang terjadi sebenarnya adalah kita sedang memikirkan bagaimana caranya menambahkan pengetahuan ke dalam produk/jasa.

knowledge-based economy, Dr.Sampurno

Ini konsep pemasaran sederhana. Brand suatu produk/jasa akan semakin menempati positioningnya di mata konsumen ketika persepsi produk/jasa tersebut semakin tidak bisa disamai dengan produk/jasa sejenis. Nah, dalam knowledge-based economy, penciptaan perbedaan persepsi ini dicapai melalui penambahan knowledge ke dalam produk/jasa.

Empat pilar KBE ( versi Bank Dunia ):

Tenaga kerja terdidik dan terlatih. Tenaga kerja terdidik dan terlatih ini dihasilkan dari universitas dan sekolah. Universitas menghasilkan sarjana-sarjana yang memiliki pemahaman konseptual tentang bidang mereka masing-masing, sedangkan lulusan sekolah kejuruan atau pendidikan diploma memiliki keterampilan tertentu. Penerapannya adalah, lulusan pendidikan kejuruan/diploma berhadapan langsung dengan produk/bahan baku/alat, sedangkan sarjana memahami landasan fundamental sains atau teknologi yang melatarbelakangi produk/bahan baku/alat. Kedua jenis tenaga kerja ini mempengaruhi produk/jasa yang dihasilkan.

Sistem Inovasi. Seberapa cepat perubahan berlangsung, bisa diamati dari seberapa kuat inovasi dilakukan. Inovasi dilakukan oleh perguruan tinggi sebagai institusi penelitian, maupun lembaga penelitian pemerintah maupun swasta. Dalam kondisi yang lebih besar, biasanya perusahaan-perusahaan memiliki lembaga penelitiannya masing-masing. Nah, dari berbagai bentuk lembaga inilah inovasi berhasil dilakukan. Inovasi yang telah terstruktur dan tersistematisasi, disebut system inovasi. Semakin terstruktur dan tersistematisasi, semakin baik pula system inovasi yang dimiliki.

Infrastruktur informasi. Berbicara tentang infrastruktur informasi, ICT ( Information and Communication Technology ) adalah konteks yang paling sering disinggung. Teknologi informasi dan komunikasi ini, biasanya membahas tentang jumlah sambungan internet tiap jumlah penduduk tertentu, atau tentang jumlah sambungan telepon tiap jumlah penduduk tertentu. Pokoknya, berbicara tentang teknologi komunikasi dan informasi yang diaplikasikan di masyarakat secara kuantitatif.

Kebijakan ekonomi. Daya dukung pemerintahan datang berupa kebijakan-kebijakan yang menyertainya. Ketika kita berbicara tentang dukungan pemerintah dalam KBE, wujudnya adalah kebijakan ekonomi. Perlindungan pasar dari teknologi yang dihasilkan adalah salah satu bentuknya. Bentuk lainnya adalah dukungan padat modal untuk peningkatan penelitian dan pengembangan teknologi di universitas-universitas maupun lembaga penelitian.

Ada tiga negara yang dapat dijadikan contoh sebagai keberhasilan pembangunan knowledge-based economy.

Pertama adalah Finlandia. Negara ini yang semula hanya mengandalkan sumber daya alam (resources-based economy), semenjak tahun 90-an beralih core competence ke bisnis teknologi. Contoh riilnya adalah perusahaan Nokia. Perusahaan ini mulanya adalah perusahaan kayu yang memproduksi pulp dan kayu lapis. Kini, perusahaan ini menjadi salah satu perusahaan produsen mobile-phone yang terkenal di dunia dengan tagline : connecting people.

Kedua, Singapura. Negeri yang dahulu adalah bagian dari Malaysia, kini menjadi negara yang ditakuti di Asia. Bangkit dengan segera ketika terhadang badai krisis perekonomian di tahun 1997. Dari yang semula hanya mengandalkan sektor jasa (terutama perdagangan dan pelabuhan), kini mengandalkan perekonomian yang berbasis pengetahuan (knowledge-based economy).

Yang terakhir adalah Korea. Semenjak perang Korea di tahun 1960-an hingga era 90-an, Korea mengalami pertumbuhan hebat. Berbagai indicator perekonomian makro dan mikro mengalami pertumbuhan lebih dari 10% per tahunnya. Kedahsyatan pertumbuhan perekonomian ini biasa disebut Miracle of Han River. Lagi-lagi, knowledge-based economy menjadi kuncinya. Pertumbuhan perekonomian Korea ditopang oleh system pendidikannya yang tidak hanya dipegang oleh pemerintah, tetapi juga pihak swasta. Sistem inovasinya pun sangat menjamin perkembangan teknologinya. Pada perusahaan yang memiliki karyawan lebih dari 300 orang, biasanya sudah memiliki lembaga R&D (research & development) tersendiri.

Menurut saya, ada dua hal yang mendasari pertumbuhan perekonomian berbasis pengetahuan suatu negara. Yang pertama adalah kepemimpinan dari pemerintahan yang bervisi. Kemampuan menentukan bagaimana suatu tujuan dicapai, sangat penting di sini. Riilnya adalah pembuatan kebijakan ekonomi yang kondusif dan mendukung. Kedua, adalah modal social kohesif (bonded-social capital) yang dimiliki masyarakatnya. Dalam hal ini, Finlandia dan Korea dapat dijadikan contoh. Masyarakat di kedua negara saling mempercayai satu sama lain dan bersedia bekerja satu sama lain.

Kalau kita mendiskusikan tentang bagaimana penerapan KBE di Indonesia, ada dua hal yang dapat dilakukan. Pertama, menumbuhkan sector pendidikan sebagai sumber tenaga kerja terlatih dan terdidik. Di sini, sekolah kejuruan, pendidikan diploma, dan pendidikan sarjana menjadi kunci. Kedua, penciptaan iklim kondusif bagi investor dalam negeri untuk menginvestasikan modalnya di Indonesia. Iklim kondusif yang dimaksud di sini adalah birokrasi yang tidak merepotkan, keamanan yang terjamin, perlindungan pasar dari produk/jasa yang dihasilkan. Semoga Indonesia menjadi lebih baik.

4 thoughts on “[UPDATED] Knowledge-based Economy

  1. @fitra
    kita harus sabar memang. harusnya ITB (mahasiswa dan rektorat) itu ngebahas teknologi sebagai pengetahuan yang digunakan untuk meningkatkan nilai tambah pengetahuan..
    Tapi, gak apa apa. Minimal kita dah mulai dari sendiri.Dan mencoba mengajak kawan-kawan yang lain.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s