know what,who,why and how

Rumah Belajar KM ITB : We’re Back (part 3)

July 8, 2009 · 1 Comment

logo PM

Pedoman dalam Penyusunan Kegiatan Mingguan Rumah Belajar
1. Instrumen-instrumen umum yang disebut di atas merupakan instrumen yang digunakan secara kontinu dalam setiap pertemuan. Bobotnya disesuaikan dengan target dalam setiap pertemuan. Untuk poin 1,2,3,7,8,9,10 target pencapaiannya hampir merata di setiap pertemuan 9cenderung menjadi komponen kultur yang dibangun di rumah belajar).
2. Khusus untuk poin 4,5,dan 6 pencapaiannya dilakukan secara bertahap dan dibagi ke dalam empat level:
a. Identifikasi elemen
b. Mengolah data dan melakukan analisis sistem
c. Melakukan perencanaan dan desain
d. Skill berpikir sistem terintegrasi secara sederhana
Bobot pencapaian keempat level ini dibagi dalam seluruh pertemuan. Untuk level satu hingga tiga masing-masing dibebankan pada tiga pertemuan, sehingga total menjadi sembilan pertemuan awal yang membangun dasar untuk mewujudkan pencapaian pada level empat.
3. Keseimbangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam proses pembelajaran di rumah belajar dirumuskan sebagai berikut: aspek kognitif cenderung dimunculkan dalam bentuk konten belajar sebagaimana tergambar dalam penurunan empat level pencapaian yang dibahas sebelumnya; aspek afektif dihadirkan secara dominan dalam bentuk kultu r alih-alih pemberian materi, walaupun hal ini (pemberian materi) terkait dengan poin 10 dilakukan juga dalam beberapa kesempatan; sementara aspek psikomotorik menjadi metode umum dalam banyak kegiatan kelompok belajar yang membuat anak didik berpartisipasi secara proaktif dalam setiap kegiatannya.
4. Pada akhir periode pembelajaran ini yang lebih kurang diselenggarakan dalam waktu enam bulan, anak didik diharapkan dapat menghasilkan karya sebagai proyek akhir mereka. Proyek ini ditawarkan oleh setiap kelompok belajar pada semua anak, dan setiap anak dapat memilih mengerjakan proyek tretentu yang mereka minati. Pengerjaan proyek ini diharapkan memberi nilai tambah dalam proses pembelajaran dan secara langsung memberi ruang pada anak untuk menunjukkan hasil belajar mereka. Setiap proyek memiliki tim tersendiri dengan perangkatnya dengan bimbingan kakak pendamping kelompok belajar.

Sejumlah pilihan proyek akhir yang mungkin dilakukan antara lain:
a. KB soshum: pembuatan peta wilayah dan demografi sederhana penduduk sekitar rubel
b. KB keterampilan: dekorasi interior rubel
c. KB musik: membuat mars dan hymne rubel
d. KB kesling: membuat kebun TOGA
e. KB olahraga: membuat beberapa perkakas untuk kegiatan olahraga/
f. KB bahasa: menulis buku rangkaian kegiatan rubel selama enam bulan
g. KB seni rupa: membuat ilustrasi buku
h. KB teknologi:
i. KB sains:
5. Untuk penurunan kegiatan hingga level juklak masih dibutuhkan pendetilan konsep terkait perencanaan kegiatan, pihak-pihak lain yang bisa diajak berkontribusi, perencanaan anggaran, hal-hal lain yang dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan, serta penyesuaian bentuk aktivitas sesuai dengan level usia anak ( setidaknya dibagi ke dalam tiga tahap: kelas 1 dan 2 SD/tahap bermain; kelas 3 dan 4 SD/tahap peralihan; serta kelas 5 dan 6 SD /tahap belajar ) dilakukan pembahasan kemudian, terutama oleh kelompok belajar dominan pada setiap pertemuan (KB utama dan KB serta).

rumah belajar

Categories: knowledge · marketing · organisasi · pendidikan · peradaban

Sedikit Pengetahuan Saya Tentang ICT

July 8, 2009 · 1 Comment

ICT adalah kependekan dari Information and Communication Technology. Dalam bahasa indonesia kita, artinya adalah teknologi informasi dan komunikasi.

Saya memberi dua kategori teknologi untuk ICT, yaitu teknologi pendukung dan teknologi yang berbahaya. Mengapa teknologi pendukung? karena ICT mampu difungsikan pada segala jenis teknologi lainnya. Nyaris tidak ada teknologi yang berfungsi dengan lebih cepat dan lebih baik saya tidak bermaksud kampanye,lho. kebetulan besok dah nyoblos, eh nyontreng,ding untuk mengalirkan informasi dibandingkan dengan ICT. Oleh sebab itu, ICT hampir ada di semua jenis bidang perusahaan/pekerjaan/bisnis. Kini, tidak ada perusahaan farmasi yang berjalan tanpa ICT. Pun, tidak ada pula ekonomi yang berjalan cepat bahkan berlari tanpa ICT.

Dan mengapa teknologi yang berbahaya ? karena ICT menghapuskan (setidak-tidaknya mereduksi) interaksi antar manusia. Khususnya interaksi yang tatap muka. Padahal, sebagaimana yang kita ketahui (kita? ya kita. klo anda tidak ingin dilibatkan, saya saja deh..) interaksi adalah komponen penting dalam pendidikan (suatu proses yang saya sebut, memanusiakan manusia).

Dalam dunia marketing ini salah satu dunia yang menarik dan menantang bagi saya, pribadi ICT memunculkan spesies-spesies baru (minimal dua spesies) di dunia maya. Dunia maya yang dimaksud terutama dan khususnya adalah social networking. Di dunia ini, terdapat dua spesies baru yang jarang terdapat di dunia sesungguhnya (real world). Yaitu, spesies banci tampil dan spesies mau tau aja.

Spesies banci tampil adalah kelompok orang-orang yang memiliki karakter untuk selalu mengupayakan agar aktivitas/perkataannya dilihat/didengar oleh orang lain. Produk-produk spesies banci tampil ini adalah foto-foto aktivitasnya dan status-statusnya yang tampak selalu ingin dikomentarin.

Sedangkan spesies mau tau aja menemani kehadiran spesies sebelumnya. Yakni hobi spesies ini adalah mengomentari perkataan/aktivitas spesies banci tampil. Cirinya adalah rasa ingin tahu yang tinggi.

Nah, pemberdayaan marketing dari dua spesies baru ini seperti apa? Yaitu dengan memaksimalkan keberadaan keduanya dalam pembentukan komunitas setia terhadap suatu produk/jasa yang ada. Ini menjadi wilayah operasi dari penyedia jasa/produk, tentunya.

ICT sendiri dibantu dan dimanifestasikan keberadaannya dalam teknologi-teknologi hardware yang semakin hari, semakin update saja. Bila bukan semakin kecil, fitur-fiturnya semakin lengkap. Dahulu handphone hanya untuk bicara, selanjutnya muncul handphone untuk bicara dan menyampaikan pesan singkat (sms, short message service). Selanjutnya muncul lagi handphone yang bisa untuk email, social networking, chatting dan seterusnya masih banyak manifestasi teknologi hardware yang lain, ini hanya contoh saja.

ICT

Categories: knowledge · marketing · peradaban