know what,who,why and how

Entries from June 2009

Lyric of OST Kamen Rider Decade

June 29, 2009 · 2 Comments

Miageru hoshi I look up at the stars

Sorezore no rekishi ga kagayaite Various sagas are shining

Seiza no you Just like the constellations

Shen den musubu shunkan hajimaru Legend only by connecting them with lines, does a legend start

OORORA yurameku jikuu koete Aurora go through the flickering dimensions

Tobikomu meisou suru Parallel World Dive into the straying parallel world

On the road. Daremo tabi no tochuu. On the road. Everyone is in the middle of a journey

Hontou no jibun jishin deau tame to find the real self

Atarashii yoake e to tsuzuku michi ni kawaru no darou The road will probably continue to change toward a new dawn

Mokugeki se yo Be witness to it

Journey through Decade Journey through Decade

kamen rider decade

Categories: tentang apa pun
Tagged: ,

dialog dua pujangga modern

June 28, 2009 · 4 Comments

bukannya kami sengaja melakukannya,, tapi memang semua mengalir apa adanya,, diiringi spontanitas bersama jiwa kreativitas,, demikianlah kami menuangkannya dalam dialog

pujangga I : aku masih mencari tempat tertinggi di dunia yang paling sulit dijangkau dan bukan untuk dihabiskan dalam kefanaan

pujangga II : bukan tempat tertinggi yang kucari, tapi ketulusan dari lubuk hati terdalam yang aku nanti

pujangga I : jika memang menanti ketulusan, akankah kita masih mencari dan memperjuangankan atau berhenti sejenak dan memang menanti?

pujangga II : baris di atas menyertakan dua pertentangan : kucari vs aku nanti. jadi, bukan mencari dan memperjuangkan, tapi berhenti sejenak dan menanti-nanti hati manakah yang benar2 mengekspresikan ketulusannya,,,

pujangga I : jika ekspresi ketulusan menjadi reaksi atas sebuah aksi…maka akan sampaikah penantian itu? ketika ekspresi ketulusan tidak kan pernah terwujud ketika hanya menanti? sedang dalam mencari dan memperjuangkan tanpa kesabaran dapat berujung penyesalan…

pujangga II : semuanya akan memang paradoks,kawanku! tidak ada sistematika dan logika, ketika kita memperbincangkan dua hati yang berbeda. dan memang benar katamu, yang utama dan terutama adalah kesabaran pada Yang Maha Sandaran Hati..
pujangga I : karena hati yang baik akan menyatu dengan hati yang baik; di dalam suatu paradoks bahwa ada hal2 yang terlihat baik tapi sebenarnya buruk buat kita dan sebaliknya mungkin tidak kita senangi, tapi sejatinya adalah penyempurna hati kita… maka hati kelak bersandar pada hati yang kelak mendekatkan pada Yang Maha Sandaran Hati…

pujangga II : kebesaran hati dan kebijaksanaan jiwa itulah kuncinya. ketika takdir menampar muka ekspektasi, keduanya akan memegang tanganmu, merangkul pundakmu dan membantumu bangkit kembali. Puji syukurku pada Yang Maha Sandaran Hati atas anugerah yang tidak terekspektasi..

pujangga I : tapi mengapa di balik paradoks yang sudah memusingkan ini Yang Maha Sandaran Hati masih memberikan jurang yang begitu luas dan dalam yang mungkin dapat menjadikan hati yang satu tidak bisa menyatu dengan hati yang lainnya?
pujangga II : kebesaran hati akan menyertaimu dalam distorsi ekspektasi dengan takdir, kebijaksanaan jiwa menemanimu berjalan di atas jembatan keikhlasan. seiring dengan memutarnya jarum jam dinding, engkau akan terbiasa berjalan seiring sejalan dengan keduanya..
pujangga I : kebesaran hati bahwa cukup hati ini bersandar pada-Nya, bahkan di saat kehilangan… kebijaksanaan jiwa atas petunjuk-Nya, untuk menyucikan hati… dan keikhlasan di dalam bungkus kalimat “Innallaha ma’ana” untuk mencukupkan bahwa tidak perlu ada kesedihan dalam keikhlasan… yang diperlukan adalah tersenyum menghargai setiap detik manfaat yang ada…
pujangga II : senyuman ikhlas karena ini, bukan hanya untuk hatiku di depan mata si paradoks. melainkan juga untukmu dan untuk dia. tapi juga demi bangsa kami dan masyarakat kami, yang menanti lahirnya produktivitas kami. Dan yang utama dan terutama adalah Yang Maha Sandaran Hati..
mizan ikhwan

Categories: tentang apa pun
Tagged: , ,

Elang Gumilang dan Gumilar Rahmat Hidayat

June 27, 2009 · 1 Comment

elang gumilangBeliau adalah Elang Gumilang. Juara 1 Wirausaha Muda Mandiri pada tahun 2007 lalu. Wirausaha Muda Mandiri adalah program penghargaan oleh Bank Mandiri untuk memberikan apresiasi kepada generasi muda yang berhasil menciptakan lapangan pekerjaan. Lebih lengkap tentang WMM, bisa dilihat di sini.

Pendiri komunitas entrepreneurship MAESTRO MUDA INDONESIA ini, biasa menginspirasi audiens dalam seminar-seminar entrepreneurship dimana beliau menjadi salah satu pembicaranya. Dalam menjalankan bisnis, beliau pernah berjualan donat, menjual sepatu di asrama mahasiswa, hingga bisnis pengadaan lampu di kampusnya, Institut Pertanian Bogor. Saat ini, beliau lebih banyak menekuni bisnis properti.

* * *

gumilar rahmatKalau yang ini, adalah Gumilar Rahmat Hidayat. Beliau adalah Menteri Ekonomi Kabinet KM ITB saat ini. Beliau mencita-citakan untuk membangun kultur entrepreneurship di kampus beliau saat ini, yakni di ITB.  Pebisnis warung internet ini berpendapat bahwa, perkembangan entrepreneurship di ITB sedikit terhambat bila dibandingkan dengan kampus-kampus lainnya (IPB,UI,UGM,UNDIP).

* * *

Keduanya mengetahui dan meyakini bahwa entrepreneurship (atau biasa disebut juga dengan kewirausahaan) adalah salah satu jalan untuk memperbaiki atau membangun masyarakat yang lebih sejahtera. Oleh karena itu, keduanya berupaya untuk membangun kultur entrepreneurship dengan bantuan lembaga-lembaga yang mereka pimpin. Mari kita do’akan agar cita-cita mereka dapat terwujud dengan segera. Amien..

Salam sukses,,

Ikhwan Alim

Categories: entrepreneurship · pendidikan · peradaban
Tagged: , ,

Festival Kuliner Taman Ganesha

June 26, 2009 · 3 Comments

*Pendahuluan

Festival Kuliner Taman Ganesha adalah rangkaian program dari Revitalisasi Gelap Nyawang oleh Pengabdian Masyarakat KM ITB untuk menjadikan pedagang di jalan Gelap Nyawang sebagai komunitas kreatif dan mandiri. Festival Kuliner Taman Ganesha ini adalah puncak dari pelatihan untuk pedagang di jalan Gelap Nyawang, yaitu pelatihan sanitasi, kewirausahaan, dan tata boga.

*Kawasan Kuliner Taman Ganesha

Ke depannya kumpulan pedagang di jalan Gelap Nyawang ini akan dinamakan Kawasan Kuliner Taman Ganesha. Karena itu, Festival Kuliner Taman Ganesha adalah momentum yang tepat untuk meresmikan Kawasan Kuliner Taman Ganesha.

*Deskripsi Acara

Sewaktu memasuki Taman Ganesha pengunjung serasa memasuki sebuah desa yang terdapat pedagang berjualan masakan khas mereka. Di dalam desa tersebut terdapat kegiatan yang diadakan warga desa untuk menyambut pengunjung, kegiatan tersebut antara lain :

* Lomba makan

* Lomba masak himpunan ITB

* Demo masak chef profesional

* Penampilan unit kebudayaan ITB

* Penampilan anak-anak jalanan

* Games corner ( stand berisi mainan tradisional )

 

* Bank Sampah ( penukaran sampah non-degradable dengan voucher makan)

Copy of festival kuliner taman ganesha

waktu pelaksanaan : 8 Agustus 2009

Contact Person : Dicky 085640460107
Sari 085659335816

source:http://www.facebook.com/profile.php?id=770758862&ref=name#/note.php?note_id=122637562626&id=1536309786&ref=mf

 

Categories: entrepreneurship · marketing · peradaban
Tagged: , , ,

12 Pilar Daya Saing Bangsa versi World Economic Forum

June 25, 2009 · 3 Comments

Tulisan berikut ini saya kutip dari majalah Forum Alumni ITB edisi April-Mei 2009. Referensinya adalah “The Global Competitiveness Report 2008-2009″ yang dikeluarkan oleh World Economic Forum

Kelembagaan. Kelembagaan merupakan suatu jaringan kompleks yang melibatkan interaksi antara birokrasi, regulasi, kebijakan, pihak swasta mupun masyarakat umum yang menciptakan hubungan timbal balik. Pada satu segi kelembagaan bisa mendorong pendistribusian manfaat maupun keuntungan. Tapi pada sisi lain, kelembagaan juga bisa menyebabkan biaya yang diakibatkan oleh pilihan strategi pembangunan dan kebijakan serta kinerja aparat birokrasi. Birokrasi yang eksesif, over-regulasi, korupsi, kurangnya transparansi dan ketergantungan yang terlalu kental pada proses politik akan berpengaruh pada biaya ekonomi dan melambatnya pertumbuhan.

Kelembagaan tak hanya penting untuk investasi, tapi juga penting untuk mendorong tumbuhnya pasar yang lebih dinamis.

Di masa lalu, kelembagaan biasanya hanya difokuskan pada lembaga hukum dan pemerintahan. Tapi sekarang, dan dibuktikan dalam krisis dan skandal keuangan dalam beberapa tahun terakhir, focus kelembagaan juga diarahkan pada organisasi swasta. Artinya, tuntutan juga tak hanya pada pihak pemerintah, tapi juga sector swasta.

 Infrastruktur. Selain kelembagaan (yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi), masalah infrastruktur menjadi factor krusial yang menentukan daya saing bangsa. Menurut WEF, infrastruktur yang efisien dan ekstensif merupakan factor yang esensial untuk mendorong daya saing.

Infrastruktur yang baik akan mengurangi efek yang ditimbulkan oleh jarak antar daerah, sehingga membuat suatu titik bisa terintegrasi sepenuhnya dengan pasar nasional, sebelum lalu terintegrasi dengan pasar antara Negara dan regional.

Infrastruktur yang baik dan ekstensif penting untuk pergerakan amnesia, barang-barang perdagangan dan layanan. Pengusaha bisa mengirim barang ke pasar dengan aman dan tepat waktu. Para pekerja bisa bnergerak mudah dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Selain jalan raya, bandara, atau pelabuhan, infrastruktur juga mencakup listrik dan telekomunikasi.

 Stabilitas Makroekonomi. Stabilitas makroekonomi merupakan hal yang penting bagi bisnis. Benar, dalam beberapa kasus sering kali stabilitas makro itu sendiri tidak bisa menjadi pendorong produktivitas bangsa. Ketika krisis financial global melanda banyak Negara, termasuk Indonesia, kenaikan suku bunga yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi makro ternyata berakibat pada perlambatan malah lumpuhnya pertumbuhan sector riil. Tapi yang pasti, ketidakstabilan ekonomi makro pasti berakibat buruk pada pertumbuhan ekonomi. Ketika inflasi berjalan di luar control, ketika pemerintahan tidak bisa melayani masyarakat maupun sector swasta karena tingginya beban bunga yang harus dibayar karena utang masa lalu, maka iklim usaha pun tak kondusif. Stabilitas ekonomi tak selalu mendorong produktivitas – itu benar. Tapi tanpa stabilitas makro, ekonomi pun tak akan mungkin bisa didorong untuk tumbuh.

 Kesehatan dan Pendidikan Dasar. Dalam banyak kesempatan dan publikasi, banyak praktisi bisnis, pengambil kebijakan dan pakar yang berteriak mengenai pentingnya mencegah daripada mengobati. Kesehatan buruk bisa memicu ekonomi biaya tinggi-dan tentu saja itu buruk bagi bisnis. Pekerja yang sakit cenderung absen, bekerja dengan kapasitas yang rendah, kurang produktif dan tidak bisa menggali potensinya secara maksimal. Investasi di bidang kesehatan tak cuma penting bagi daya saing, tapi secara moral itu “harus”. Bersama dengan kesehatan adalah pendidikan dasar. Karena perkembangan teknologi, pilar ini makin menjadi penting bagi daya saing.

 Pendidikan Tinggi dan Training. Pengetahuan dan informasi, dengan teknologi telekomunikasi sebagai makcomblang, lebih banyak menentukan kemakmuran, dan dengan demikian, daya saing bangsa. Lingkungan semacam ini menuntut sumber daya manusia yang lebih, yaitu sumber daya yang berpendidikan tinggi dan ahli yang bisa dengan cepat beradaptasi dan mengadopsi lingkungan global yang berubah dengan cepat. Sumber daya yang dihasilkan oleh pendidikan tinggi yang berkualitas dan training maupun pendidikan lanjutan yang diadakan oleh masyarakat bisnis, professional dan perusahaan menjadi kunci bagi pilar ini.

 Efisiensi Pasar. Negara dengan pasar yang lebih efisien akan memproduksi rangkaian produk dan layanan yang lebih ditentukan oleh permintaan dan penawaran, dan diperdagangkan dalam kondisi ekonomi yang paling efektif. Kompetisi pasar yang sehat, baik dalam negeri maupun luar negeri, menjadi pilar penting yang mendorong efisiensi, dan akhirnya juga produktivitas. Distorsi ekonomi, pungutan maupun pajak yang tidak perlu akan membuat lingkungan pasar menjadi tidak efisien.

Selain itu, tuntutan dan orientasi konsumen pun bisa menjadi factor yang menguntungkan bagi kompetisi, dan membuat perusahaan menjadi lebih berorientasi pada layanan, dan mendorong mereka untuk lebih inovatif.

 Pasar Tenaga Kerja yang Efisien. Efisiensi dan fleksibilitas pasar tenaga kerja menjadi factor penting sehingga pekerja bisa diberdayakan pada kondisi ekonomi yang paling efisien, dengan jaminan insentif yang baik sehingga mereka bisa bekerja secara maksimal. Pasar tenaga kerja harus fleksibel, bisa bergerak dari satu aktivitas ekonomi ke aktivitas lainnya secara cepat dan dengan biaya yang lebih rendah.

Pasar tenaga kerja yang efisien harus menjamin hubungan yang jelas antara insentif pekerja dan usaha mereka, serta memiliki kemampuan untuk menyerap bakat terbaik yang ada, tidak memebdakan laki-laki maupun perempuan.

 Pasar Finansial yang Baik. Sector financial yang efisien penting untuk mengalokasikan dana masyarakat maupun sumber-sumber dana asing yang masuk ke sector investasi yang paling produktif. Kanal saluran tersebut berupa proyek-proyek investasi atau usaha yang bisa memberikan keuntungan yang tinggi, dan bukan koneksi politik.

Sector financial yuang efisien juga penting untuk menjamin bahwa inovasi dan gagasan yang baik akan mendapatkan akses, dan dengan demikian bisa menjadi produk atau layanan yang secara ekonomis menguntungkan.

 Ketersediaan Teknologi. Dalam lingkungan global saat ini, teknologi menjadi factor penting bagi perusahaan untuk berkompetisi. Lebih khusus lagi adalah ICT (Information and Communication Technology), yang kini menjadi factor penting bagi semua proses ekonomi kita saat ini. Alhasil, akses terhadap ICT, ekrangka regulasinya, dan pemanfaatannya menjadi komponen penting dalam pilar ini.

Poin utama adalah : apakah perusahaan-perusahaan yang ebroperasi di negara tersebut memiliki  akses dan memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya. Alhasil, tidaklah penting apakah suatu produk ditemukan di suatu negara tertentu. Yang penting adalah apakah masyarakat bisnis yang ada di Negara tersebut memiliki akses atau tidak. Karena dalam pilar ini dibedakan untuk ketersediaan teknologi dan kemampuan suatu Negara melakukan inovasi.

 Ukuran Pasar. Besarnya ukuran pasar jelas memiliki pengaruh terhadap produktivitas karena pasar yang besar membuka peluang bagi perusahaan untuk memperbesar skala efektivitas ekonomi mereka.

Secara tradisional, cakupan pasar biasanya dipagari oleh batas-batas Negara. Tapi di era global saat ini, batas Negara menjadi tidak relevan. Pasar internasional telah menjadi substitute dari pasar domestic –ini terutama berlaku untuk Negara-negara yang kecil pasar domestiknya.  Jadi, ekspor harus dipertimbangkan sebagai substitute pasar domestic ketika menilai ukuran pasar.

 Bisnis yang Canggih. Bisnis yang canggih adalah lingkungan bisnis kondusif yang mendorong produksi dan layanan berjalan lebih efisien. Lingkungan ini pada akhirnya akan mendorong kea rah produktivitas, yang sudah pasti pada akhirnya akan meningkatkan daya saing bangsa. Factor yang dilihat dalam pilar ini adalah jejaring bisnis negara dan pendukungnya secara keseluruhan maupun kualitas dan strategis masing-masing perusahaan dalam jejaring itu.

Salah satu factor yang dinilai adalah jumlah dankualitas supplier local dan luasnyainteraksi antar jejaring bisnis yang tumbuh di kawasan itu. Ketika sebuah perusahaan dan supplier-nya tumbuh dan berkembang dalam kedekatan seperti laiknya cluster, maka bisnis akan ebrjalan lebih efisien, kesempatan untuk melakukan inovasi menjadi lebih besar, dan halangan bagi tumbuhnya usaha baru menjadi lebih kecil.

 

Inovasi. Adalah benar bahwa perbaikan lembaga, pembangunan infrastruktur, kestabilan ekonomi, dan perbaikan kualitas sumber daya manusia akan memberikan imbal balik yang positif bagi daya saing bangsa. Hal yang sama juga berlaku untuk pasar tenaga kerja yang efisien, system keuangan yang baik dan pasar yang bagus. Tapi dalam jangka panjang, peningkatan standar hidup hanya bisa dicap[ai melalui inovasi teknologi.

Inovasi hanya bisa lahir dalam lingkungan yang kondusif untuk melakukan inovasi, yang didukung baik oleh sector swasta maupun public. Secara lebih kasat mata, lingkungan yang kondusif ini antara lain ditandai oleh hadirnya lembaga riset dan pengembangan berkualitas, dan kolaborasi yang ekstensif lembaga riset universitas, lembaga public dan industri. Selain itu, Negara memberikan perlindungan yang baik dan memadai terhadap hak cipta yanglahir dari riset tersebut.

wef_global_competitiveness_report_20082009

Categories: entrepreneurship · peradaban
Tagged: , ,

Alat Komunikasi Saya

June 17, 2009 · 2 Comments

Benda ini saya biasa jadikan contoh ketika mencoba menjelaskan apa itu teknologi. Karena benda ini mengandung 3 unsur sekaligus, yakni sains, rekayasa dan seni. Sains sebagai dasar ilmu pengetahuan yang digunakan, rekayasa sebagai metode peningkatan efektifitas dan efisiensi, dan seni sebagai kemasan artistik.

tampak depanTanpa bermaksud mempromosikan merek, handphone saya ini adalah Nokia dengan seri 3100. Sudah menemani hidup saya semenjak pertengahan 2004 lalu, untuk membantu komunikasi dengan orang tua saya disebabkan ketatnya peraturan berasrama pada waktu itu. Masih digunakan hingga saat ini (yaitu saat postingan ini ditulis).

hape 1Tingkat teknologinya memang tidak setinggi handphone yang dimiliki kebanyakan warga indonesia, yakni mengambil gambar (foto) dan internet untuk email atau social networking. Tapi, teknologi sms dan telepon sudah cukup bagi saya.

hape 2Meski pernah mengalami beberapa pergantian nomer yang bisa dihubungi, pada akhirnya saya memilih 0813-2187-3330. Mudah2an bisa terus digunakan hingga sampai di akhir hayatnya nanti.

tampak belakang

Categories: peradaban · tentang apa pun

Tempat Parkir Unique

June 16, 2009 · 3 Comments

tempat parkir sepeda

ni area parkir yg baru di ITB. ada beberapa yang baru,memang. Unique yah bentuknya?

Categories: tentang apa pun