Tulisan berikut ini saya kutip dari majalah Forum Alumni ITB edisi April-Mei 2009. Referensinya adalah “The Global Competitiveness Report 2008-2009″ yang dikeluarkan oleh World Economic Forum
Kelembagaan. Kelembagaan merupakan suatu jaringan kompleks yang melibatkan interaksi antara birokrasi, regulasi, kebijakan, pihak swasta mupun masyarakat umum yang menciptakan hubungan timbal balik. Pada satu segi kelembagaan bisa mendorong pendistribusian manfaat maupun keuntungan. Tapi pada sisi lain, kelembagaan juga bisa menyebabkan biaya yang diakibatkan oleh pilihan strategi pembangunan dan kebijakan serta kinerja aparat birokrasi. Birokrasi yang eksesif, over-regulasi, korupsi, kurangnya transparansi dan ketergantungan yang terlalu kental pada proses politik akan berpengaruh pada biaya ekonomi dan melambatnya pertumbuhan.
Kelembagaan tak hanya penting untuk investasi, tapi juga penting untuk mendorong tumbuhnya pasar yang lebih dinamis.
Di masa lalu, kelembagaan biasanya hanya difokuskan pada lembaga hukum dan pemerintahan. Tapi sekarang, dan dibuktikan dalam krisis dan skandal keuangan dalam beberapa tahun terakhir, focus kelembagaan juga diarahkan pada organisasi swasta. Artinya, tuntutan juga tak hanya pada pihak pemerintah, tapi juga sector swasta.
Infrastruktur. Selain kelembagaan (yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi), masalah infrastruktur menjadi factor krusial yang menentukan daya saing bangsa. Menurut WEF, infrastruktur yang efisien dan ekstensif merupakan factor yang esensial untuk mendorong daya saing.
Infrastruktur yang baik akan mengurangi efek yang ditimbulkan oleh jarak antar daerah, sehingga membuat suatu titik bisa terintegrasi sepenuhnya dengan pasar nasional, sebelum lalu terintegrasi dengan pasar antara Negara dan regional.
Infrastruktur yang baik dan ekstensif penting untuk pergerakan amnesia, barang-barang perdagangan dan layanan. Pengusaha bisa mengirim barang ke pasar dengan aman dan tepat waktu. Para pekerja bisa bnergerak mudah dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Selain jalan raya, bandara, atau pelabuhan, infrastruktur juga mencakup listrik dan telekomunikasi.
Stabilitas Makroekonomi. Stabilitas makroekonomi merupakan hal yang penting bagi bisnis. Benar, dalam beberapa kasus sering kali stabilitas makro itu sendiri tidak bisa menjadi pendorong produktivitas bangsa. Ketika krisis financial global melanda banyak Negara, termasuk Indonesia, kenaikan suku bunga yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi makro ternyata berakibat pada perlambatan malah lumpuhnya pertumbuhan sector riil. Tapi yang pasti, ketidakstabilan ekonomi makro pasti berakibat buruk pada pertumbuhan ekonomi. Ketika inflasi berjalan di luar control, ketika pemerintahan tidak bisa melayani masyarakat maupun sector swasta karena tingginya beban bunga yang harus dibayar karena utang masa lalu, maka iklim usaha pun tak kondusif. Stabilitas ekonomi tak selalu mendorong produktivitas – itu benar. Tapi tanpa stabilitas makro, ekonomi pun tak akan mungkin bisa didorong untuk tumbuh.
Kesehatan dan Pendidikan Dasar. Dalam banyak kesempatan dan publikasi, banyak praktisi bisnis, pengambil kebijakan dan pakar yang berteriak mengenai pentingnya mencegah daripada mengobati. Kesehatan buruk bisa memicu ekonomi biaya tinggi-dan tentu saja itu buruk bagi bisnis. Pekerja yang sakit cenderung absen, bekerja dengan kapasitas yang rendah, kurang produktif dan tidak bisa menggali potensinya secara maksimal. Investasi di bidang kesehatan tak cuma penting bagi daya saing, tapi secara moral itu “harus”. Bersama dengan kesehatan adalah pendidikan dasar. Karena perkembangan teknologi, pilar ini makin menjadi penting bagi daya saing.
Pendidikan Tinggi dan Training. Pengetahuan dan informasi, dengan teknologi telekomunikasi sebagai makcomblang, lebih banyak menentukan kemakmuran, dan dengan demikian, daya saing bangsa. Lingkungan semacam ini menuntut sumber daya manusia yang lebih, yaitu sumber daya yang berpendidikan tinggi dan ahli yang bisa dengan cepat beradaptasi dan mengadopsi lingkungan global yang berubah dengan cepat. Sumber daya yang dihasilkan oleh pendidikan tinggi yang berkualitas dan training maupun pendidikan lanjutan yang diadakan oleh masyarakat bisnis, professional dan perusahaan menjadi kunci bagi pilar ini.
Efisiensi Pasar. Negara dengan pasar yang lebih efisien akan memproduksi rangkaian produk dan layanan yang lebih ditentukan oleh permintaan dan penawaran, dan diperdagangkan dalam kondisi ekonomi yang paling efektif. Kompetisi pasar yang sehat, baik dalam negeri maupun luar negeri, menjadi pilar penting yang mendorong efisiensi, dan akhirnya juga produktivitas. Distorsi ekonomi, pungutan maupun pajak yang tidak perlu akan membuat lingkungan pasar menjadi tidak efisien.
Selain itu, tuntutan dan orientasi konsumen pun bisa menjadi factor yang menguntungkan bagi kompetisi, dan membuat perusahaan menjadi lebih berorientasi pada layanan, dan mendorong mereka untuk lebih inovatif.
Pasar Tenaga Kerja yang Efisien. Efisiensi dan fleksibilitas pasar tenaga kerja menjadi factor penting sehingga pekerja bisa diberdayakan pada kondisi ekonomi yang paling efisien, dengan jaminan insentif yang baik sehingga mereka bisa bekerja secara maksimal. Pasar tenaga kerja harus fleksibel, bisa bergerak dari satu aktivitas ekonomi ke aktivitas lainnya secara cepat dan dengan biaya yang lebih rendah.
Pasar tenaga kerja yang efisien harus menjamin hubungan yang jelas antara insentif pekerja dan usaha mereka, serta memiliki kemampuan untuk menyerap bakat terbaik yang ada, tidak memebdakan laki-laki maupun perempuan.
Pasar Finansial yang Baik. Sector financial yang efisien penting untuk mengalokasikan dana masyarakat maupun sumber-sumber dana asing yang masuk ke sector investasi yang paling produktif. Kanal saluran tersebut berupa proyek-proyek investasi atau usaha yang bisa memberikan keuntungan yang tinggi, dan bukan koneksi politik.
Sector financial yuang efisien juga penting untuk menjamin bahwa inovasi dan gagasan yang baik akan mendapatkan akses, dan dengan demikian bisa menjadi produk atau layanan yang secara ekonomis menguntungkan.
Ketersediaan Teknologi. Dalam lingkungan global saat ini, teknologi menjadi factor penting bagi perusahaan untuk berkompetisi. Lebih khusus lagi adalah ICT (Information and Communication Technology), yang kini menjadi factor penting bagi semua proses ekonomi kita saat ini. Alhasil, akses terhadap ICT, ekrangka regulasinya, dan pemanfaatannya menjadi komponen penting dalam pilar ini.
Poin utama adalah : apakah perusahaan-perusahaan yang ebroperasi di negara tersebut memiliki akses dan memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya. Alhasil, tidaklah penting apakah suatu produk ditemukan di suatu negara tertentu. Yang penting adalah apakah masyarakat bisnis yang ada di Negara tersebut memiliki akses atau tidak. Karena dalam pilar ini dibedakan untuk ketersediaan teknologi dan kemampuan suatu Negara melakukan inovasi.
Ukuran Pasar. Besarnya ukuran pasar jelas memiliki pengaruh terhadap produktivitas karena pasar yang besar membuka peluang bagi perusahaan untuk memperbesar skala efektivitas ekonomi mereka.
Secara tradisional, cakupan pasar biasanya dipagari oleh batas-batas Negara. Tapi di era global saat ini, batas Negara menjadi tidak relevan. Pasar internasional telah menjadi substitute dari pasar domestic –ini terutama berlaku untuk Negara-negara yang kecil pasar domestiknya. Jadi, ekspor harus dipertimbangkan sebagai substitute pasar domestic ketika menilai ukuran pasar.
Bisnis yang Canggih. Bisnis yang canggih adalah lingkungan bisnis kondusif yang mendorong produksi dan layanan berjalan lebih efisien. Lingkungan ini pada akhirnya akan mendorong kea rah produktivitas, yang sudah pasti pada akhirnya akan meningkatkan daya saing bangsa. Factor yang dilihat dalam pilar ini adalah jejaring bisnis negara dan pendukungnya secara keseluruhan maupun kualitas dan strategis masing-masing perusahaan dalam jejaring itu.
Salah satu factor yang dinilai adalah jumlah dankualitas supplier local dan luasnyainteraksi antar jejaring bisnis yang tumbuh di kawasan itu. Ketika sebuah perusahaan dan supplier-nya tumbuh dan berkembang dalam kedekatan seperti laiknya cluster, maka bisnis akan ebrjalan lebih efisien, kesempatan untuk melakukan inovasi menjadi lebih besar, dan halangan bagi tumbuhnya usaha baru menjadi lebih kecil.
Inovasi. Adalah benar bahwa perbaikan lembaga, pembangunan infrastruktur, kestabilan ekonomi, dan perbaikan kualitas sumber daya manusia akan memberikan imbal balik yang positif bagi daya saing bangsa. Hal yang sama juga berlaku untuk pasar tenaga kerja yang efisien, system keuangan yang baik dan pasar yang bagus. Tapi dalam jangka panjang, peningkatan standar hidup hanya bisa dicap[ai melalui inovasi teknologi.
Inovasi hanya bisa lahir dalam lingkungan yang kondusif untuk melakukan inovasi, yang didukung baik oleh sector swasta maupun public. Secara lebih kasat mata, lingkungan yang kondusif ini antara lain ditandai oleh hadirnya lembaga riset dan pengembangan berkualitas, dan kolaborasi yang ekstensif lembaga riset universitas, lembaga public dan industri. Selain itu, Negara memberikan perlindungan yang baik dan memadai terhadap hak cipta yanglahir dari riset tersebut.
