know what,who,why and how

Entries from May 2009

Baladkuring @Bandung

May 31, 2009 · 1 Comment

Apa itu baladkuring?

Baladkuring adalah suatu gerakan masyarakat Jawa Barat yang bersifat menyeluruh, terkoordinasi, dan muncul dari kesadaran untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat secara berkelanjutan.

Apa latar belakang didirikannya baladkuring?

Baladkuring dibuat atas dasar keprihatinan terhadap berbagai permasalahan lingkungan yang ada di Jawa Barat. Permasalahan tersebut terkait dengan berbagai aspek pembangunan seperti ekonomi, sosial-budaya, hukum, pendidikan, dan lain sebagainya, sehingga tidak dapat dipecahkan setengah-setengah.

Apa harapan baladkuring?

Melalui gerakan ini diharapkan setiap komponen masyarakat dapat berkontribusi menyumbangkan ide, tenaga, dan dan sumber daya lain; serta berperan serta aktif dan juga berkoordinasi dalam usaha menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat secara berkelanjutan.

Apa saja kegiatan pencanangan baladkuring?

Pencanangan baladkuring dilaksanakan pada hari sabtu, 30 mei 2009 serentak di 26 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Kota bandung menjadi pusat acara pencanangan baladkuring, berlokasi di sepanjang Jalan Diponegoro, dari pertigaan cilamaya (barat gedung sate) sampai dengan pertigaan citarum (depan RRI), mulai pukul 07.00 hingga 11.00. Jumlah peserta pencanangan yang ditargetkan hadir dalam acara ini sebanyak 10.000 orang.

Acara yang berkonsep FESTIVAL LINGKUNGAN ini merupakan kegiatan pertama baladkuring di dalamnya mengadakan berbagai macam kegiatan di antaranya :

  • hari bebas kendaraan bermotor (car free day)
  • aksi gerak jalan bersama menteri lingkungan hidup Rachmat Witoelar
  • komunitas yang aktif dalam lingkungan hidup
  • penanaman pohon
  • stand-stand edukasi lingkungan
  • pembuatan biopori
  • hiburan akustik

Foto-Foto

pengelolaan sampah kemasan plastik menjadi barang bermanfaat

dari kemasan plastik

peserta baladkuring juga dihadiri anak sekolah,lho..

anak sekolah

biopori untuk resapan air

biopori

mahasiswa ITB yang berpartisipasi : unit u-green

u green

u green

smp 11 bandung

smp11 cinta lingkungan

smp11 cinta lingkungan

nugie

nugie

nugie

Categories: entrepreneurship · knowledge · pendidikan · peradaban
Tagged:

Membaca Gejala Transformasi Gerakan Kemahasiswaan ITB

May 30, 2009 · 1 Comment

Salah satu seni terindah dalam hidup adalah membaca tanda-tanda perubahan zaman. Terindah? iya, terindah saya katakan. Mengapa terindah? karena kita akan menanti-nanti apakah dugaan-dugaan kita akan benar-benar terwujud nantinya. Caranya sebenarnya tidak susah-susah amat, cukup amati gejala-gejala yang telah terjadi, dan terutama gejala yang akan memberikan efek perubahan secara signifikan. Selanjutnya, ramalkan (forecast) apa yang akan terjadi.

Berikut pendapat saya terhadap beberapa peristiwa terkini yang ada di kampus ITB. Khususnya di kemahasiswaan ITB. Beberapa peristiwa yang, menurut saya akan memberikan efek perubahan secara signifikan terhadap kemahasiswaan ITB.

  1. Transformasi Perguruan Tinggi ITB menjadi ITB BHMN pada tahun 2000 lalu. Kondisi yang paling nyata dari keadaan ini adalah terbentuknya 8 fakultas dan 4 sekolah. Dimana, wewenang dan tanggung jawab diberikan sepenuhnya kepada fakultas/sekolah, tidak lagi program studi. Selain itu, mahasiswa baru ITB diterima sebagai mahasiswa fakultas/sekolah. Dua keadaan ini menyebabkan kaderisasi mahasiswa baru menjadi setengah-setengah, karena sudah berada di dalam fakultas, tetapi sebagian besar organisasi mahasiswa berada di tingkat program studi. Alhasil, keberhasilan kaderisasi mahasiswa TPB hanya terjadi di 4 himpunan : KMSR, SITH, HMF, dan KM SBM. Pola kaderisasi tentu akan mempengaruhi output kaderisasi.
  2. Adanya komunitas baru : Kelompok Keahlian di masing-masing fakultas yang berada langsung di bawah pimpinan dekan fakultas. Laboratorium-laboratorium dan studio-studio kini tidak lagi berada di bawah program studi, melainkan terintegrasi antar program studi menjadi sebuah Kelompok Keahlian. Hipotesisnya adalah, KK menjelma menjadi kekuatan keprofesian yang baru, setelah zaman dominasi program studi.
  3. Terkendalanya komunikasi (beberapa) himpunan mahasiswa program studi/fakultas dengan program studi dan fakultas. Mungkin ini bukan isu baru, tetapi tetap saja akan memberikan efek signifikan. Mengingat, transparansi ITB sebagai kampus BHMN tentu akan memberikan pengaruh hingga pada tingkatan organisasi kemahasiswaan. Yaitu, perlunya transparansi.
  4. Pertumbuhan jumlah desa binaan mahasiswa. Semakin banyak himpunan mahasiswa program studi yang melakukan kegiatan pengembangan komunitas (community development)  berupa kegiatan bina desa. Ada farmasi, elektro, SBM, teknik perminyakan, de el el. Beberapa kemahasiswaan program studi yang lain sedang menginisiasi.
  5. Terbentuknya komunitas independen Inkubator Ide dan Inovasi Mahasiswa sebagai wadah berkeprofesian dan mengembangkan komunitas. Komunitas independen ini tumbuh, berkembang dan bergerak melebihi kapasitas departemen keprofesian dan teknologi kabinet KM ITB ( yang sejak kepengurusan 2007/2008  berganti nama menjadi keprofesian dan inovasi ).
  6. Lomba-lomba penelitian mahasiswa. Di antaranya terdapat Kontes Robot Cerdas Indonesia, Kontes Robot Indonesia, Galelobot HMFT, Lomba Inovasi Sains dan Teknologi, Lomba Tanoto Foundation dan Program Kreativitas Mahasiswa.
  7. Program Kewirausahaan Mahasiswa. Yaitu rangkaian seminar, talk show, magang, dan praktik bisnis dengan pendanaan dari DIKTI.
  8. Mata kuliah Pengembangan Keprofesian dan Komunitas, mata kuliah  yang mengapresiasi keprofesian dan komunitas mahasiswa ITB sekaligus membentuk sense aplikasi keilmuan mahasiswa ITB. Jika tidak salah, jumlah sksnya bervariasi dari 2, 3, hingga 4 sks.

Dengan segala keterbatasan saya meramalkan (forecast) masa depan, 8 fakta di atas mudah-mudahn memang memberikan perubahan ke arah yang lebih baik.

Categories: peradaban

Organization Trends in Modern Workplace

May 30, 2009 · 2 Comments

  1. Differentiation, involves the creation of differences through a division of labor-that is, having different people working at different tasks individually and in groups
  2. Integration, is the coordination of results so that some common purposes is achieved
  3. Shorter chains of command, line authority that vertically links all persons with successively higer levels of management
  4. Wider spans of control, the number of persons reporting directly to manaher
  5. 5. Less unity of command
  6. More delegation and empowerment,

Delegation, the process of distributing and entrusting work to other persons

three steps in delegation

  • the manager assigns responsibility
  • the manager grants authority to act
  • the manager creates accountability

empowerment, giving others the authority to act and make decisions on their own, is an increasingly popular theme in today’s workplace

  1. Decentralization with centralization the formal approach is referred to as centralization; the latter is called decentralization
  2. Reduced staff component specialized staff, perform a technical service or provide special problem solving expertise for other parts of the organization

Categories: knowledge · organisasi

Fundamental of Planning

May 29, 2009 · 3 Comments

Planning Ahead

The process of identifying where you want to go and how you intend to get there, is important to al organization in today’s dynamic and ever changing world. Effectivemanagers are good at planning, and they help others to establish and implement meaningful high-performance plans.

Planning Objectives

  • Planning is formally defined as a process of setting “objectives” and deciding how to accomplish them. Objectives are the spesific results that one wishes to achieve. Good managers may :
  • Plan for stability – to ensure continuation of existing success in a fairly stable environment
  • They may plan for adaptability – to ensure successful reaction to frequent changes in a more dynamic and uncertain environment
  • They may also plan for contingency – to anticipate events that may occur in the future, and identify appropriate actions that may be taken should they do so

Planning Process

a)      Define your objectives

b)      Determine where you stand vis-à-vis objectives

c)      Develop your premises regarding future conditions

d)     Identify and choose among them to create “plans” for accomplishing objectives

e)      Implement the action pland and evaluate results

Planning Challenges

  • Consider definition of planning in an Eaton Corporation: “Planning means taking hard decisions before events force them upon you, and anticipating the future needs of the market before the demand asserts itself”
  • Reason why managers neglect planning :
    • they are uncomfortable thinking about the future
    • they are impatient and tend to act before thinking
    • they feel others should do the planning
    • they let daily pressures drive out planning
    • they falsely feel superior in what they are already doing

Benefits of Planning

a)      At U.S. Healthcare : “satisfied employees lead to satisfied customers”

b)      Focus and flexibility

how planning can improve performance

ü  planning focuses attention on key results : it creates a performance oriented sense of direction

ü  planning makes managers set priorities : it focuses energies on the most important problems and opportunities

ü  planning helps managers emphasize organizational strenght’s : it assists in allocating resources to best over advantages

ü  planning helps managers deal with ever-changing situations : it helps them anticipate problems and opportunities

c)      Improved Coordination

ü  the many different subsystems and groups in organization are each pursuing a variety of objectives at any given point in time

ü  a hierarchy of objectives is a series of objectives linked together such that each-higher-level objective is supported by one or more lower-level ones

ü  creates an integrated network of means-end chains –that is, higher-level objectives or end clearly linked to lower-level objectives as the means for their accomplishment

d)     Better Control

managerial control involves measuring and evaluating performance results, and taking corrective action to improve results as necessary. Planning helps make this possible by defining the objectives-desired performance results-and by identifiying the spesific actions through which they are to be pursued.

Categories: knowledge · organisasi

Pengabdian Masyarakat sebagai Ruh Gerakan Kemahasiswaan

May 26, 2009 · 2 Comments

Hanya berjarak beberapa ratus meter dari ITB, berdiri dengan layu pemukiman kumuh di sepanjang pinggiran Sungai Cikapundung. Tinggal di sana sebagian kecil rakyat Indonesia yang selama ini dielu-elukan untuk dibela oleh para aktivis kemahasiswaan Mereka hidup puluhan tahun di sana dalam kondisi yang tidak lebih baik dari keadaan orang-orang yang berkuliah di ITB.

Sedikit lebih jauh lagi dari ITB, sekitar 42 km ke arah barat daya. Terdapat sebuah desa dengan kualitas pendidikan yang terbilang cukup rendah. Hanya sedikit yang bersekolah di SMP apalagi sampai ke tingkat universitas. Bukan karena mereka tidak mau, tapi keadaan memaksa mereka untuk tidak bisa merasakan bangku pendidikan formal ke tingkat yang lebih tinggi, yang saat ini bisa dirasakan oleh semua mahasiswa ITB.

Dua kasus tadi, hanyalah sebagian kecil permasalahan yang ada di sekitar kita. Sebuah awal untuk menyadarkan kembali kepada kita bahwa masih banyak orang-orang yang tak seberuntung kita dan sedikit menyentil kita agar tak hanya sekedar berkegiatan, tapi berkegiatan yang bermanfaat untuk orang banyak.

“Pengabdian Masyarakat Sebagai Ruh Gerakan Kemahasiswaan”. Pengabdian masyarakat bukanlah sebuah event atau sebuah program semata, bukan juga hanya sebuah kegiatan yang bertemakan sosial, tetapi merupakan nilai-nilai yang seharusnya ada di setiap kegiatan kemahasiswaan. Jika sebelumnya, PM baru bisa sebatas melakukannya untuk program-program di PM sendiri, harapan ke depannya agar bisa juga menjiwai setiap kegiatan kemahasiswaan lainnya. Saya yakin, jika setiap kegiatan kemahasiswaan didasari oleh nilai-nilai pengabdian masyarakat, sebuah gerakan kemahasiswaan yang bersinergi, konkrit, komunikatif, kontinu, dan kontributif akan terwujud. Sehingga impian membuat Indonesia tersenyum akan segera menjadi kenyataan.

5 kata kunci gerakan kemahasiswaan yang dijiwai pengabdian masyarakat:
- Konkrit —– Gerakan mahasiswa haruslah konkrit. Tidak sebatas penyelenggaraan sebuah kegiatan semata, tapi menimbulkan hasil nyata yang bisa dirasakan banyak orang. Gerakan kemahasiswaan seharusnya bisa lebih dari sekedar mengkaji atau membuat seminar, tapi menghasilkan solusi dan mengaplikasikannya atau dengan daya tawarnya mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan-permalahan yang ada dengan arif dan bijak. Itulah sebagian contoh kecil gerakan kemahasiswaan yang konkrit.

- Kontributif —– Sekarang ini banyak mahasiswa berkegiatan hanya memikirkan apa yang akan dia dapat. Padahal, dengan dia memberikan manfaat ke orang lain juga merupakan keuntungan untuk dia. Potensi yang ada di ITB sangatlah besar, sungguh sayang jika tidak dimanfaatkan untuk berkontribusi besar. Sudah sepantasnya dengan potensi yang besar setiap gerakan kemahasiswaan bisa memberikan manfaat bagi orang banyak.

- Komunikatif —– Ini berarti setiap gerakan kemahasiswaan haruslah bisa dipahami dan dimengerti oleh mahasiswa itu sendiri dan masyarakat. Dengan adanya komunikasi yang harmonis, maka akan memudahkan setiap usaha membangun gerakan kemahasiswaan.

- Kontinu —– Keberlanjutan adalah sebuah keniscayaan. Tanpa adanya keberlanjutan mustahil impian itu terwujud. Dengan adanya keberlanjutan menunjukkan bahwa kita benar-benar serius menjalankannya.

- Sinergis —– Keterlibatan semua pihak sesuai kapasitasnya menunjukkan sebuah gerakan yang massive dan teratur.

”A big dream is not always be started by a giant leap,
it only needs some little steps to the right direction”

Categories: entrepreneurship · pendidikan · peradaban
Tagged:

trying to start a good activity for better future

May 26, 2009 · 1 Comment

english is not a foreign language anymore. it has been used in many countries. it has accompany us ini many segment of life. start from in the morning, till finish in the night. start from waking up time till sleeping time. english has been a part of ours life.

in this “flat” world, where we could not define any frontiers anymore, the challenge come over us to asking, “could you even stronger to against the liberalization? could you still reach a further improvement anymore? could you survive in information age?”

al ries jack troutlanguange is (just) one of the important thing to against all thoses challenge. start from now on,  i’m TRYING TO START A GOOD ACTIVITY FOR MY BETTER FUTURE : reading an english-text book

Categories: entrepreneurship · knowledge · pendidikan · peradaban

My Cover Book (part 3)

May 20, 2009 · 1 Comment

ikhwan-revisi

Categories: marketing
Tagged: