know what,who,why and how

Entries from April 2009

The Real Marketing Practice III

April 23, 2009 · 5 Comments

Pada dua edisi sebelumnya, saya membahas terkait dengan tim pemenangan pemilu pasangan calon benny-yusuf di Pemilu KM ITB 2009. Yang pertama tentang struktur secara umum, dan yang kedua teori-teori dalam marketing politik. Untuk edisi ketiga kali ini, saya akan membahas terkait dengan metode-metode kampanye yang dilakukan oleh pasangan pemenang Pemilu tersebut, yakni dari pasangan calon Benny-Yusuf dan Tim.

Kampanye Langsung ke Kelas-Kelas

Metode kampanye seperti ini sebenarnya cukup mudah dan jangkauan massanya relatif luas. Paling tidak, audiens dari kampanye langsung ke kelas-kelas ini dihadiri oleh minimal 40 orang peserta kuliah. Bila direncakan secara matang, ada banyak kelas perkuliahan yang bisa dimasuki dengan jumlah peserta sekitar 100-an orang. Di samping itu, topik yang dibahas pun relatif tidak berat. Waktu efektif pelaksanaan adalah antara pukul delapan pagi hingga pukul dua belas siang.  Pada siang hari, pasangan calon relatif kelelahan untuk melaksanakan kampanye kelas dan sesungguhnya akan lebih bermanfaat bila digunakan untuk berkunjung ke himpunan-himpunan sebelum pelaksanaan hearing. Rekomendasi yang bisa saya berikan adalah, bawa konsep tertulis ketika berkunjung ke himpunan-himpunan karena konsep itulah yang memang layak untuk didiskusikan dan metode ini sangat menjual, sebenarnya.

Kampanye langsung via hearing

Metode ini difasilitasi oleh panpel KM, dilaksanakan pada pukul 17.00 hingga pukul 20.00 dengan break shalat maghrib. Audiens kampanye seperti ini biasanya hanya sedikit, kurang lebih 30-an orang. Tapi, bahasan kampanye ini lebih berbobot dibandingkan dengan kampanye kelas. Hearing akan diawali dengan dialektika seputar konsep yang diajukan masing-masing pasangan calon dan mendekati akhir hearing, pertanyaan-pertanyaan akan banyak mengarah pada kepribadian masing-masing calon. Rekomendasi yang bisa saya berikan adalah, perkuat konsep pasangan calon anda terkait dengan hal-hal yang akan dikerjakan selama setahun ke depan, baik di kabinet maupun MWA wakil mahasiswa. Dan komunikasikan sebaik-baiknya di wilayah hearing setempat, baik dengan cara deskriptif atau pun dengan cara menyebutkan poin demi poin.

Kampanye Tidak Langsung online

Kampanye dengan menggunakan media internet ini sangat mudah dilakukan, menjangkau massa yang relatif luas, serta berbiaya rendah. Tiga metode kampanye online yang dilakukan adalah web, group facebook, dan rileks itb. Media web berfungsi sebagai aggregator blog benny dan blog yusuf, pengenalan tim promotor, dan original soundtrack “Indonesiaku Tersenyum”. Media group facebook bermanfaat dalam menjaring massa sebanyak-banyaknya ke dalam komunitas “Just Be-U”, sekaligus pengenalan pasangan calon dan tim. Untuk yang terakhir, metode diskusi rileks itb dapat menjaring ± 300 orang calon pemilih.

web

grup-fb

Kampanye Tidak Langsung offline

Buat konsep KTL offline terlebih dahulu. Untuk tim Just Be-U, konsep yang digunakan adalah “simple is beautiful” dengan penggunaan warna putih dan biru yang mendominasi. Berikut adalah produk-produknya.

baligoIni bukan simbol “tidak punya duit” ya. Tapi, baligo yang simpel ini menjadi semakin “eye-catching” karena dua baligo yang lain tampil dalam konsep yang sama : penuh foto dan penuh warna.

buletin-be-uBuletinnya sebenarnya ada 3 edisi, bukan 2 saja. Dan buletin ini memberikan satu ciri khas : komik yang garing. Tapi, kegaringan ini ternyata menimbulkan efek “reminder” bagi calon-calon pemilih untuk memilih Be-U.

just-be-u-5 Pemanfaatan sebagai pasangan calon no.2 diwujudkan dalam publikasi seperti di atas, yang seharusnya menjadi publikasi Panpel KM. Lagi-lagi kreativitas yang differentiate ini, menjadi andalan tim KTL offline.

just-be-u-7Kreativitas tidak hanya secara konten saja, sebaiknya. Pun dengan lokasi pemasangan. Gambar di atas, ditampilkan sebagai wallpaper komputer di comlabs itb.

spandukSpanduk hanya satu yang dibuat. Tapi pemasangannya dilakukan di posko yang terletak di tempat strategis di kampus : Dibawah Pohon Rindang

ucapan-selamat

Berikut adalah kombinasi konten dan pemasangan strategis. Banner ini spesial dibuat untuk diletakkan di SBM ITB dengan ucapan selamat bagi ketua dan wakil ketua himpunan terpilih.

testimoniKombinasi konten dan pemasangan strategis 2 : testimoni tentang benny, yusuf dan tim yang diletakkan di tempat-tempat yang tidak mudah dihalangi oleh publikasi yang lain.

logo-be-uSalah satu konten terpenting dari semua publikasi di atas yang harus selalu ada: logo yang “eye-catching” melambangkan tim Just Be-U

Categories: entrepreneurship · knowledge · marketing

Apa Itu Public Relations

April 22, 2009 · Leave a Comment

Dalam bahasa Indonesia, biasa disebut dengan Humas (yaitu, hubungan masyarakat). Struktur ini memang disiapkan untuk menjadi “juru bicara” bgai institusi untuk memberikan informasi resmi kepada pihak-pihak luar. Untuk model institusi non profit, struktur PR ini biasanya berbentuk Corporate PR. Sedangkan untuk institusi pencari keuntungan (biasanya berbentuk perusahaan), biasanya memiliki bentuk Marketing PR. Otomatis, bentuk Marketing PR sendiri memiliki irisan atau pun kesamaan fungsi dengan struktur marketing (pemasaran) produk atau jasa dari perusahaan yang dimaksud. Ada pun, fungsi-fungsi yang dapat diwujudkan oleh PR itu sendiri antara lain :

Membangun hubungan baik dengan media massa

Media massa, baik cetak maupun online merupakan sumber berita bagi masyarakat. Apapun jenis informasinya, bisa disampaikan oleh media massa untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas. Termasuk pula di antaranya jenis informasi terkait produk atau jasa yang dihasilkan, ataupun untuk membangun pencitraan yang positif atau menghindari ekses negatif dari isu. Dengan pemanfaatan media massa yang tepat, akan menjadi sarana pemberian informasi ke luar institusi yang berefek luas dan berbiaya rendah.

Membangun reputasi dan pencitraan positif

Kontinyuitas komunikasi yang dilakukan dapat diarahkan pada pembentukan citra yang positif dari institusi di mata masyarakat luas. Tentunya, ini semua dapat dibangun dengan berdasarkan kesamaan value yang dituntut oleh konsumen masing-masing produk atau jasa. Kesamaan value yang saya maksudkan dapat berupa : harga yang murah, keberterimaan perusahaan di kalangan masyarakat, gerakan cinta lingkungan hidup, corporate social responsibility, dan lain-lain.

Menetralisir isu-isu negatif

Sama halnya dengan subjudul sebelumnya, hanya saja diarahkan untuk mensiasati isu-isu negatif yang mengarah pada institusi. Pastinya, ada berbagai strategi komunikasi yang dapat dilakukan untuk menghadapi berbagai jenis isu yang mungkin muncul. Salah satunya misalnya adalah memberi tanggapan yang bersifat meng-counter isu miring yang datang. Selanjutnya, dapat dilakukan maintain persepsi masyarakat terhadap isu miring yang bersangkutan.

Berkomunikasi dengan konsumen dan stakeholder

Tidak hanya masyarakat luas yang menjadi sasaran dari struktur PR ini (melalui media massa, seperti sudah disebutkan sebelumnya di atas), tapi dapat juga lingkup yang lebih kecil lagi, yakni kalangan konsumen produk atau jasa saja atau bahkan hanya kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap institusi (biasanya disebut dengan stakeholder). Prinsip paling sederhana, dari komunikasi yang kontinyu dari struktur PR kepada kedua jenis sasaran ini adalah mempertahankan trust yang sudah ada.

Mempublikasikan produk dan/atau jasa

Publikasi produk dan/jasa juga dapat memanfaatkan struktur maupun fungsi dari PR ini. Terutama publikasi dalam bentuk berita tentang produk dan/atau jasa tertentu. Di sini, pemanfaatan kompetensi jurnalistik memegang peranan penting dalam pembuatan dan penyiapan berita produk dan/atau jasa.

Mempublikasikan event kegiatan

Event kegiatan yang dimiliki oleh institusi, termasuk di antaranya event marketing, dapat pula dipublikasikan secara luas melalui media massa. Oleh karena itu, menjadi tantangan tersendiri bagi struktur PR untuk dapat berkolaborasi dengan struktur pemasaran terkait dengan bentuk event seperti apa yang akan menjadi sumber pemberitaan yang baik bagi media massa.

Mengundang simpati publik

Pemanfaatan momentum peristiwa yang tepat, bila di-blow up dengan strategi PR yang cocok, dan kontinyuitas komunikasi PR akan dapat menghadirkan simpati publik bagi institusi yang bersangkutan. Jika posisi institusi sudah di atas angin seperti ini, strategi komunikasi PR dapat dilanjutkan untuk membangun citra positif institusi di mata masyarakat pada umumnya, dan konsumen serta stakeholder institusi secara khusus.

Categories: entrepreneurship · knowledge · marketing

Teknologi Bahan Alam

April 15, 2009 · 2 Comments

Teknologi Bahan Alam mempelajari teknologi-teknologi yang digunakan dalam pemrosesan bahan baku obat menjadi obat bahan alam. Bahan baku obat yang dimaksud antara lain : simplisia nabati, simplisia hewani, bahan mineral, sediaan galenik (sarian) atau pun campuran bahan-bahan tersebut. Untuk diketahui, yang dimaksud dengan obat bahan alam Indonesia adalah obat bahan alam yang diproduksi di Indonesia.

Standardisasi merupakan kaidah penting yang harus dilaksanakan dalam proses pembuatan obat-obat bahan alam. Mengapa kaidah ini harus digunakan? Tujuannya adalah tercapainya keajegan (ketetapan) khasiat, keamanan, dan kualitas antar batch produksi maupun dalam produksi itu sendiri. Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan, menerapkan dan merevisi standar (Standar Nasional Indonesia).

tba

Kultivasi & Perawatan. Kultivasi yang paling utama dilakukan adalah pembudidayaan tanaman obat. Lagi-lagi, pembudidayaan ini dilakukan untuk mencapai standardisasi yang diharapkan. Karena dengan metode pembudidayaan, maka umur tumbuhan akan sama, jenis spesies akan sama dan dapat menggunakan bibit unggul. Selain itu, dengan dilakukannya pembudidayaan, maka lingkungan tempat tumbuh akan sama : yaitu iklim dan kondisi tanah. Untuk perawatan tanaman budidaya sendiri : pengolahan, pemeliharaan, pemupukan dan perlindungan tanaman dilakukan dengan seksama.

Pemanenan bergantung pada bagian tumbuhan apa yang akan dipanen dan kapan bagian tumbuhan tersebut dipanen. Faktor penting yang sangat mempengaruhi keadaan ini adalah bahwa kadar senyawa kimia yang ingin diambil biasanya tidak konstan selama hidup tumbuhan. Akar dan rimpang, paling baik dipanen pada masa akhir pertumbuhan. Kulit batang, paling baik dipanen pada saat tumbuhan telah cukup umur. Daun dan herba, paling baik dipanen pada masa berbunga. Daun sendiri ada tiga maca, yaitu daun pucuk, daun tua dan daun jatuh. Untuk bunga, paling baik dipanen pada saat bunga sudah terbuka sempurna. Dan buah, paling baik dipanen pada saat perkembangan buah sudah sempurna.

Penanganan Pasca Panen Yang termasuk dalam penanganan pasca panen adalah pemilihan, pencucian dan pengeringan. Pemilihan dilakukan terhadap bagian tumbuhan yang akan digunakan, dengan memperhatikan kemungkinan adanya benda-benda asing maupun kerusakan bagian tumbuhan yang bersangkutan. Pencucian dilakukan untuk menghilangkan tanah dan/atau pengotor lainnya, termasuk di antaranya adalah mikroba. Pengeringan yang dimaksud, biasanya juga disebut dengan pembuatan simplisia. Intinya adalah pengawetan bagian tumbuhan agar terhindar dari kerusakan karena pertumbuhan mikroba, oleh karena itu dilakukan pengeringan yang akan mereduksi jumlah air sebagai media tumbuhnya mikroba. Tahap terakhir yang biasa dilakukan adalah pengeceilan ukuran simplisia.

Ekstraksi adalah pemisahan senyawa dari suatu bahan campuran menggunakan pelarut tertentu. Proses ini dilakukan untuk mendapatkan senyawa-senyawa kimia dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil. Penggolongan ini biasanya berdasar kepolaran. Jadi, dapat dilakukan ekstraksi golongan polar atau pun golongan nonpolar, misalnya.

Pemekatan dan Pengeringan Ekstrak Pemekatan adalah proses penambahan proporsi bahan terlarut dari suatu larutan dengan cara penguapan sampai menjadi larutan kental. Pengeringan adalah proses penghilangan pelarut/cairan dari bahan yang dikeringkan. Metode pengeringan yang dilakukan dapat berupa : evaporasi, vaporasi, sublimasi, konveksi, kontak, radiasi, dielektrik. Sedangkan macam-macam alat yang dapat digunakan antara lain : tabung penguap dengan daur otomatik, tabung penguap dengan gaya daur ulang diperkuat, penguap film, penguap lapis tipis dengan instalasi berputar, dan penguap berputar sentrifugal.

Pengendalian Mutu Ekstrak meliputi pengendalian mutu bahan baku, pengendalian mutu proses, dan pengendalian mutu produk. Pengendalian mutu bahan baku, berarti pengendalian mutu simplisia dan mutu tumbuhan itu sendiri. Untuk pengendalian mutu proses, dilakukan standardisasi pada proses ekstraksi tersebut, yang antara lain mencakup : ukuran alat ekstraksi, volume alat ekstraksi, lama ekstraksi, jenis dan jumlah pelarut yang digunakan, dan kualitas pelarut yang digunakan.

Categories: knowledge · teknologi bahan alam

“Brench” di Kantin Mini…

April 10, 2009 · 2 Comments

Siang tadi atau tadi siang? sebelum shalat jumat,  saya makan pagi (breakfast) -makan siang (lunch) di kantin dekat kampus. Kantin “mini” namanya. Kebetulan, memang mini kios yang digunakan untuk berdagang. Mini tempat duduknya, mini juga gerobaknya. untung bukan roknya yang mini! Sambil brench (breakfast-lunch), saya ngobrol ngalor-ngidul dengan mbak penjaga warung tentang Pemilu legislatif yang baru hari kemarin dilakukan penyontrengannya.

Obrolan diawali dengan terlalu banyaknya nama calon legislatif dalam kertas surat suara yang luar biasa besarnya. Hanya tulisan nama dan no urut calon legislatif saja yang ada. Tanpa gambar, tanpa visi-misi yang mencerdaskan. Mau tidak mau, beliau mengatakan, jadinya hanya memilih partainya saja. Masalahnya, kampanye via baligo dan spanduk juga gak cukup menjelaskan atau meyakinkan beliau untuk memilih salah satu calon legislatif.

Cukup cerdas, menurut saya, tentang pemikiran-pemikiran beliau. Tidak pragmatis, tidak hanya mengandalkan figur semata. Tapi, turut mengevaluasi lebih dahulu kinerja pemerintahan SBY-JK ± 5 tahun ke belakang. Beliau mengomentari tentang program-program pemerintah saat ini yang telah banyak menyentuh masyarakat. Mulai dari Bantuan Langsung Tunai (BLT), PNPM (Program Nasional Pengembangan Masyarakat), hingga kartu Gakin (Keluarga Miskin) yang bisa menurunkan biaya pengobatan di rumah sakit dari 2 juta rupiah hingga hanya 70 ribu rupiah saja. Ada juga bantuan dari Bulog yang diceritakan oleh beliau, dimana 15 kg beras hanya seharga 25 ribu rupiah saja. Intinya, memang menurut beliau pemerintahan SBY-JK banyak memperhatikan kehidupan rakyat ekonomi menengah ke bawah. Tidak heran beliau memilih partainya presiden, seperti terungkap dalam tabel berikut :

hasil-quick-count

Berarti masyarakat kita ini, sudah menjadi lebih cerdas. Karena tentunya, tidak hanya mbak penjaga kantin saja yang berpikiran demikian. Pastinya, masih ada banyak penyontreng yang berpikiran sama dengan mbak yang ngobrol dengan saya tadi siang atau siang tadi? Tidak hanya mengandalkan figur semata, tapi sudah mulai mengandalkan hasil kerja (kinerja) pemerintahan saat ini. Partai mana yang dipilih? Ya partainya presiden yang berkinerja dengan baik (setidaknya menurut persepsi mereka). Meski belum memahami arti pentingnya anggota legislatif, tetapi -menurut saya-sudah ada kemajuan dalam mempertimbangkan pemilihan calon legislatif dan partainya.

Langkah awal yang baik adalah pertanda progresivisitas

Categories: tentang apa pun

Sajak hari ini…

April 8, 2009 · 5 Comments

Satu pekerjaan beres, banyak pekerjaan menanti

Satu amanah selesai, banyak tanggung jawab ditawarkan

Sesungguhnya, waktu kita tidak akan pernah cukup untuk menyelesaikan semua persoalan


Tapi, ada banyak agenda yang belum terselesaikan

Tapi, ada banyak amanah yang masih harus dipertanggungjawabkan

Tapi, ada banyak tantangan yang masih harus dijawab tanpa jawaban lisan, saat ini.

Sudah waktunya bagi aku untuk mind switching

Sudah waktunya bagi aku untuk time management

Sudah waktunya bagi aku untuk concentration management


Come on, It’s time to run!

Come on, It’s time to achieve a new record!

Come on, It’s time to start a new activity!

Be Faster!
Be Smarter!

Be Better!

Categories: tentang apa pun

The Real Marketing Practice II

April 8, 2009 · 2 Comments

Masa kampanye Pemilu Raya KM ITB tahun 2009 baru saja berakhir. Tetapi, ada banyak pelajaran marketing yang dapat saya ambil terkait dengan model marketing seperti ini-yakni objek marketing bukan produk atau jasa, melainkan manusia.

Kampanye calon pemangku jabatan ini, tentunya amat sangat berkaitan dengan massa calon pemilih (dalam hal ini sebagai calon pembeli). Oleh karena itu, pada prinsipnya perlakukanlah massa calon pembeli secara manusiawi :

1.       Sentuhlah hati para calon pemilih anda. Karena marketing ‘kali ini sangat terkait dengan perasaan manusia, maka pilihlah metode-metode kampanye yang bisa menyentuh calon pemilih anda. Gunakan metode-metode yang membuat anda dapat berkenalan, ngobrol dan berinteraksi lebih jauh. Gunakan simpul-simpul massa, dan lakukan pendekatan pada kantong-kantong massa, terutama yang membentuk komunitas-komunitas khusus.

2.       Bersikap konsisten dalam pemilihan aspek pendukung media kampanye anda. Aspek pendukung yang dimaksud adalah : pilihan-pilihan warna, font tulisan, ukuran-ukuran media, dan lain-lain. Sikap konsisten dalam pemilihan aspek pendukung ini akan memperlihatkan “warna” calon yang anda jual. Selain itu, konsisten dalam model-model media kampanye yang digunakan tentu juga akan menarik perhatian. Misalnya, penggunaan kertas daur ulang untuk menarik perhatian kalangan pecinta lingkungan.

3.       Karena marketing semacam ini sebaiknya ikut mencerdaskan massa calon pemilih untuk memilih, maka lakukanlah pengenalan dan pencerdasan secara sekuensial. Perkenalkan terlebih dahulu calon anda, lalu lakukan pencerdasan kepada para calon pemilih. Meski calon anda sangat membutuhkan kemenangan sesaat, tetapi jangan dilupakan aspek pencerdasan massa (karena mencerdaskan para calon pemilih adalah idealisme yang sangat mulia J). Selain itu, keterlibatan massa pemilih sejak awal akan mempengaruhi partisipasi pemilih dalam kinerja calon anda tersebut selama 1 (satu) periode.

4.       Konsisten dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan massa pemilih. Eskalasinya dibangun melalui pengenalan, lalu pencerdasan. Gunakan metode-metode yang mempertemukan calon dengan massa dalam jumlah besar, atau manfaatkan group dalam social networking untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan massa pemilih.

5.       Partisi metode marketing yang digunakan dengan fungsi marketing yang ingin dibangun. Misalkan, media offline untuk pengenalan calon pada tahap pertama, kemudian pencerdasan massa pada tahap kedua. Atau pemanfaatan metode kampanye langsung untuk menyentuh hati calon pemilih. Dapat juga dilakukan, misalnya pemanfaatan media online untuk membangun komunitas massa calon pemilih yang pasti akan mendukung calon anda, dan seterusnya.

6.       Seperti menggarap pasar pada umumnya, lakukan penggarapan pada pasar yang belum sama sekali disentuh. Optimalkan tema-tema yang menjual di pasar yang baru ini. Selain itu, jangan lupa untuk menjangkau komunitas-komunitas kecil yang berpeluang untuk mendulang suara. Ini seperti memanfaatkan ceruk pasar (niche market) yang masih ada.

7.       Gunakan semua teknologi yang ada. Mulai dari teknologi informasi : social networking macam facebook, internet messenger seperti Yahoo Messenger!, software aplikasi editing foto dan video, group discussion macam rileks.comlabs.itb.ac.id atau kaskus.sampai teknologi percetakan yang efisien waktu dan biaya : 4 lembar A4 yang disatukan menjadi 1 lembar A2.

8.       Buatlah diferensiasi yang optimal dibandingkan dengan metode dan model marketing kompetitor. Misalnya, membangun image simpel dalam media-media kampanye yang dilakukan. Belajarlah dari kampanye calon legislatif tahun 2009 : sulit menemukan diferensiasi antar calon karena semua calon memunculkan image yang sama. Masyarakat menjadi bingung karenanya.

Mudah-mudahan memberi manfaat bagi mereka semua yang ingin dan akan menjalankan marketing manusia seperti ini.

Categories: entrepreneurship · knowledge · marketing

THE 11 MANIFESTO OF HORIZONTAL MARKETING

April 6, 2009 · 2 Comments

crowd Buku pemasaran ini sebenarnya merupakan respon terhadap munculnya buku Thomas Friedman “The World is Flat”. Di mana ketika dunia semakin horizontal yang ditandai dengan melimpahnya arus informasi, tentunya harus ada perubahan-perubahan dalam marketing strategy untuk mensiasati dunia yang semakin datar ini.

Thomas Friedman mengemukakan bahwa sebelumnya telah terjadi dua globalisasi, yakni globalisasi negara dan globalisasi perusahaan. Akan tetapi, beliau melanjutkan bahwa, saat ini kita sudah akan memasuki globalisasi tahap ketiga. Yaitu globalisasi individu. Di mana, dunia yang sudah ada bersama kecanggihan teknologinya mampu memfasilitasi individu untuk mengglobal bersama dengan ide-ide, inovasi-inovasi, dan karya-karyanya.

#1 Net Creates NETWORKED customers

Konsumen terhubung satu sama lain. Mereka ngobrol, bercanda, dan berinteraksi satu sama lain. Sebagai individu-individu yang bertemu, mereka berbincang-bincang. Sebagai konsumen, mereka saling memarketingkan produk atau layanan yang mereka gunakan. Mereka “bergosip” tentang merek-merek yang mereka pakai.

#2 Customers are Evangelists

Konsumen “menggunjingkan” produk atau jasa yang digunakannya. Maka buatlah “word of mouth”, keributan di kalangan konsumen yang “bergosip” tentang produk atau jasa yang anda tawarkan. Dalam disiplin ilmu yang lain, konsep penularan ide ini disebut memetika.

#3 CONNECTING customers

Konsumen adalah “Senjata utama” anda. Karena itu optimalkanlah fungsi mereka. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan membuat mereka terkoneksi satu sama lain. Dengan itu, mereka akan menjadi evangelist yang terus-menerus berinteraksi tentang produk atau layanan jasa anda.

#4 Treat Them As MEMBER

Dalam dunia yang semakin datar, konsumen adalah pelanggan anda, sekaligus tenaga penjualan sukarela anda. Karena itu, anda harus berupaya untuk mempertahankan mereka sebagai pelanggan anda. Buatlah mereka merasakan tingkat -tingkat perbedaan sebagai pelanggan (yang lebih baik, tentunya) dibandingkan dengan hanya sekedar sebagai konsumen saja.

#5 EXPRESS Their Aspirations

Keadaannya adalah konsumen semakin mudah berekspresi dan semakin senang berekspresi. Mereka punya ide, mereka ingin menyampaikan ide itu. Mereka punya gagasan, mereka ingin mengemukakan gagasan itu. Oleh karena itu, fasilitasi diri mereka untuk tidak sekedar menyampaikan aspirasi mereka, tapi juga MENGEKSPRESIKAN aspirasi mereka.

#6 FACILITATING Is Reason For Being

Kalau begitu, apa peran yang harus dijalankan oleh perusahaan dalam dunia yang semakin datar, dan pemasaran yang semakin horizontal ini? Sederhana saja. Jawabnya adalah memfasilitasi pelanggan mereka sendiri. Karena pelanggan, adalah aset terbesar dalam dunia pemasaran horizontal. Bagaimana tidak? Mereka adalah lini terdepan dalam peningkatan pangsa pasar produk/jasa. Mereka adalah serdadu penjualan terpenting dalam memperbesar volume penjualan. Oleh karena itu, cukup fasilitasi mereka untuk melaksanakan pemasaran produk/jasa kita.

#7 AUTHENTICITY Is the Real Differentiator

Beda! Beda! Beda! Buatlah diferensiasi dalam dunia pemasaran. Itu sudah lumrah. Itu sudah biasa. Dan memang seharusnya seperti itu. Tapi sekarang, bagaimana dalam dunia yang semakin datar dan pemasaran yang semakin horizotal? Caranya adalah dengan menjadi diri anda sendiri. Telusuri ide-ide original yang benar-benar berasal dari anda. Jangan sekedar inovasi. Apalagi hanya ikut-ikutan semata. Karena ini adalah tentang authenticity alias originalitas a.k.a orisinalitas. Pastinya, sesuatu yang orisinil, belum tentu laku keras di pasar atau menjadi market leader. Tapi sesuatu yang orisinil pasti punya market yang sangat khas.

#8 Brand IS CULT

Buatlah merek anda menjadi sebuah kepercayaan dan pelanggan anda adalah penganut kepercayaan tersebut.

#9 Product Should Be CONTAGIOUS

Buatlah produk atau layanan jasa anda menjadi wabah yang menyebar ke segala arah dengan kecepatan tinggi. Pastikan produk atau layanan jasa anda begitu luar biasa, hingga semua orang memperbincangkannya. Mulai dari hanya sekedar menyebut nama, memperkenalkan, bahkan hingga mengajak orang lain untuk ikut menggunakannya.

#10 Join Honest CONVERSATIONS

Buatlah percakapan yang “hangat” dan intim dengan para pelanggan anda. Untuk membuat mereka tetap dekat dengan anda dan tetap bersama anda.

#11 CO-CREATE Solutions

Mintalah saran kepada konsumen anda untuk membuat layanan jasa yang baru, atau inovasi produk seperti apa yang mereka inginkan. Mudahkan mereka untuk mengemukakan harapan-harapan mereka terhadap produk atau layanan yang anda miliki.

Categories: knowledge · marketing · peradaban