Pada dua edisi sebelumnya, saya membahas terkait dengan tim pemenangan pemilu pasangan calon benny-yusuf di Pemilu KM ITB 2009. Yang pertama tentang struktur secara umum, dan yang kedua teori-teori dalam marketing politik. Untuk edisi ketiga kali ini, saya akan membahas terkait dengan metode-metode kampanye yang dilakukan oleh pasangan pemenang Pemilu tersebut, yakni dari pasangan calon Benny-Yusuf dan Tim.
Kampanye Langsung ke Kelas-Kelas
Metode kampanye seperti ini sebenarnya cukup mudah dan jangkauan massanya relatif luas. Paling tidak, audiens dari kampanye langsung ke kelas-kelas ini dihadiri oleh minimal 40 orang peserta kuliah. Bila direncakan secara matang, ada banyak kelas perkuliahan yang bisa dimasuki dengan jumlah peserta sekitar 100-an orang. Di samping itu, topik yang dibahas pun relatif tidak berat. Waktu efektif pelaksanaan adalah antara pukul delapan pagi hingga pukul dua belas siang. Pada siang hari, pasangan calon relatif kelelahan untuk melaksanakan kampanye kelas dan sesungguhnya akan lebih bermanfaat bila digunakan untuk berkunjung ke himpunan-himpunan sebelum pelaksanaan hearing. Rekomendasi yang bisa saya berikan adalah, bawa konsep tertulis ketika berkunjung ke himpunan-himpunan karena konsep itulah yang memang layak untuk didiskusikan dan metode ini sangat menjual, sebenarnya.
Kampanye langsung via hearing
Metode ini difasilitasi oleh panpel KM, dilaksanakan pada pukul 17.00 hingga pukul 20.00 dengan break shalat maghrib. Audiens kampanye seperti ini biasanya hanya sedikit, kurang lebih 30-an orang. Tapi, bahasan kampanye ini lebih berbobot dibandingkan dengan kampanye kelas. Hearing akan diawali dengan dialektika seputar konsep yang diajukan masing-masing pasangan calon dan mendekati akhir hearing, pertanyaan-pertanyaan akan banyak mengarah pada kepribadian masing-masing calon. Rekomendasi yang bisa saya berikan adalah, perkuat konsep pasangan calon anda terkait dengan hal-hal yang akan dikerjakan selama setahun ke depan, baik di kabinet maupun MWA wakil mahasiswa. Dan komunikasikan sebaik-baiknya di wilayah hearing setempat, baik dengan cara deskriptif atau pun dengan cara menyebutkan poin demi poin.
Kampanye Tidak Langsung online
Kampanye dengan menggunakan media internet ini sangat mudah dilakukan, menjangkau massa yang relatif luas, serta berbiaya rendah. Tiga metode kampanye online yang dilakukan adalah web, group facebook, dan rileks itb. Media web berfungsi sebagai aggregator blog benny dan blog yusuf, pengenalan tim promotor, dan original soundtrack “Indonesiaku Tersenyum”. Media group facebook bermanfaat dalam menjaring massa sebanyak-banyaknya ke dalam komunitas “Just Be-U”, sekaligus pengenalan pasangan calon dan tim. Untuk yang terakhir, metode diskusi rileks itb dapat menjaring ± 300 orang calon pemilih.


Kampanye Tidak Langsung offline
Buat konsep KTL offline terlebih dahulu. Untuk tim Just Be-U, konsep yang digunakan adalah “simple is beautiful” dengan penggunaan warna putih dan biru yang mendominasi. Berikut adalah produk-produknya.
Ini bukan simbol “tidak punya duit” ya. Tapi, baligo yang simpel ini menjadi semakin “eye-catching” karena dua baligo yang lain tampil dalam konsep yang sama : penuh foto dan penuh warna.
Buletinnya sebenarnya ada 3 edisi, bukan 2 saja. Dan buletin ini memberikan satu ciri khas : komik yang garing. Tapi, kegaringan ini ternyata menimbulkan efek “reminder” bagi calon-calon pemilih untuk memilih Be-U.
Pemanfaatan sebagai pasangan calon no.2 diwujudkan dalam publikasi seperti di atas, yang seharusnya menjadi publikasi Panpel KM. Lagi-lagi kreativitas yang differentiate ini, menjadi andalan tim KTL offline.
Kreativitas tidak hanya secara konten saja, sebaiknya. Pun dengan lokasi pemasangan. Gambar di atas, ditampilkan sebagai wallpaper komputer di comlabs itb.
Spanduk hanya satu yang dibuat. Tapi pemasangannya dilakukan di posko yang terletak di tempat strategis di kampus : Dibawah Pohon Rindang

Berikut adalah kombinasi konten dan pemasangan strategis. Banner ini spesial dibuat untuk diletakkan di SBM ITB dengan ucapan selamat bagi ketua dan wakil ketua himpunan terpilih.
Kombinasi konten dan pemasangan strategis 2 : testimoni tentang benny, yusuf dan tim yang diletakkan di tempat-tempat yang tidak mudah dihalangi oleh publikasi yang lain.
Salah satu konten terpenting dari semua publikasi di atas yang harus selalu ada: logo yang “eye-catching” melambangkan tim Just Be-U



Buku pemasaran ini sebenarnya merupakan respon terhadap munculnya buku Thomas Friedman “The World is Flat”. Di mana ketika dunia semakin horizontal yang ditandai dengan melimpahnya arus informasi, tentunya harus ada perubahan-perubahan dalam marketing strategy untuk mensiasati dunia yang semakin datar ini.