know what,who,why and how

Entries from March 2009

Kamen Rider Decade

March 31, 2009 · 17 Comments

Wah, naluri kekanakan saya ternyata menemukan wadah berekspresinya ketika Kamen Rider terbaru, Kamen Rider Decade muncul di komunitas maya di kampus saya. Teranglah, teman-teman pada mengunduh tuh serial yang masih tayang di televisi jepang. Jadi, tiap pekan selalu ada episode baru yang bisa diunduh.

kamen_rider_decade

Saya juga memang belum pernah nonton serial Kamen Rider, sebenarnya. Sempat mengikuti Kamen Rider Black Rx. Tapi itu juga baru serial Rx Robo ma Rx Bio, soalnya televisi swasta yang waktu itu menyiarkan, baru mengudara di kota kelahiran.

rx

Sambil saya menulis ini, sambil saya menanti Kamen Rider Decade episode 10..

Categories: tentang apa pun

Kerja Cerdas = Manajemen

March 30, 2009 · Leave a Comment

Belakangan, saya sering mendengar ungkapan “jangan kerja keras saja, tapi juga harus kerja cerdas”. Saya mendengar kalimat ini biasanya dari seorang manajer-manajer organisasi / perusahaan. Hal yang wajar menurut saya (saya juga seorang mantan manajer), karena seorang manajer biasanya memang berurusan dengan hal-hal yang sifatnya strategis, penting, berjangka panjang dan itu semua : memakai otak/akal/pikiran! enaknya saya pakai kata pikiran aja ahh..

Manajemen waktu, berarti kerja cerdas menggunakan pikiran untuk mengelola waktu sebagai potensi. Karena jika tidak, waktu yang akan membunuh kita. Manajemen waktu dilakukan berdasar prioritas, keterdesakan dan tingkat kepentingan suatu aktivitas.

Manajemen sumber daya manusia. Yang saya pelajari di kuliah Manajemen Industri, ada tiga tipe kemampuan manusia sebagai sumber daya. Yang pertama conseptual skill, artinya kemampuan mengelola hal-hal yang sifatnya konseptual atau pun filosofis. Yang kedua adalah human skill, artinya kemampuan teknis berhubungan dan berkomunikasi dengan manusia sebagai makhluk yang memiliki cipta, rasa dan karsa. Yang ketiga adalah technical skill, artinya kemampuan teknis yang berhubungan dengan keterampilan-keterampilan tertentu. Nah, pengelolaan manusia sebagai sumber daya ini membutuhkan wawasan juga,’kan? Dan ini pentingnya mengisi pikiran kita dengan akses-akses pemberdayaan manusia sebagai sumber daya.

Manajemen keuangan, berarti pintar mengelola keluar-masuknya uang ke dalam kantong sendiri atau kas perusahaan. Kemampuan seperti ini tentu ditopang oleh keterampilan-keterampilan akuntansi (debit-kredit, khususnya) dan perencanaan jangka panjang.

Sementara itu dulu, ntar di update lagi. Dah malem, dan besok masih ada ujian.

Categories: knowledge · pendidikan

Apa Itu Trialektika

March 28, 2009 · Leave a Comment

Sekelompok orang memiliki ciri-ciri : bervisi, atraktif, dan proaktif. Mereka menebar simpati ke semua orang. Membuat orang lain kagum atas totalitas dan dedikasi mereka : bersedia bekerja cerdas, bekerja keras, dari awal sampai akhir, dari kecil hingga besar.

Mereka baru banyak disebut di akhir periode perang dingin ini. Kemunculan mereka sesungguhnya dinanti-nantikan, tetapi ternyata tidak semua orang senang dengan mereka. Masih ada sekelompok bahasa perubahan dialektika yang seringkali menentangnya.

Kelompok yang kedua ini, hanya banyak berdiskusi dan debat. Tidak kongkrit seperti sekelompok orang pertama yang filosofis, idealis, tapi teknis dan inspiratif. Sekelompok orang pertama gak butuh pujian, mereka sedang berpikir, berkomunikasi, dan bekerja.

Inilah bahasa perubahan trialektika. Cemerlang dalam berpikir, kongkrit dalam bekerja. Memandang positif segala hal yang terjadi di sekitar mereka dan selalu berusaha introspektif.

Saya sangat berharap, saya adalah salah satu orang di antara mereka. Tapi, adakah yang tau siapa saja mereka?

Categories: knowledge · peradaban

Sampai Nanti, Sampai Mati

March 26, 2009 · Leave a Comment

Beberapa pekan terakhir menjadi hari-hari yang melelahkan

Ikut memunculkan banyak pertanyaan ke diri sendiri

Tampaknya, beban hidup semakin berat

Apakah ini yang dimaksud Uncle Ben ?

Setelah sembuh dari sakit, dunia tampak berbeda

Jadi teringat lagu Letto : Sampai Nanti, Sampai Mati

Seakan-akan lirik lagu inilah yang menggambarkan diriku saat ini

Intro: D GM7 (2x)

D GM7
Kalau kau pernah takut mati… sama…

D GM7
Kalau kau pernah patah hati… aku… juga… iya

D GM7
Dan sering kali sial datang dan pergi…

D GM7
Tan…pa permisi… kepadamu…

D GM7 D GM7
Suasana hati… tak peduli…

Int: D GM7 (2X)

D GM7
Kalau kau kejar mimpimu… salut

D GM7
Kalau kau ingin berhenti… ingat ‘tuk mulai lagi…

D GM7
Tetap semangat … dan teguhkan hati…

D GM7 D GM7
Di… setiap hari… sampai nanti… sampai mati…

F G Am Bb
Kadang… memang… cinta yang terbagi…

F G Am Bb F G Am Bb
Kadang… memang… sering… kali… mimpi tak terpenuhi…

F G Am Bb
Sering kali…

Int: D GM7 (4x)

D Gm7
Tetap semangat … dan teguhkan hati…

D GM7
Di… setiap hari… sampai nanti…

D GM7
Tetap melangkah… dan keraskan hati…

D GM7 D GM7 D
Di… setiap hari… sampai nanti… sampai nanti… sampai mati…

Categories: tentang apa pun

Masih Rendahnya Sumbangan Teknologi pada Perekonomian

March 23, 2009 · 1 Comment

Sumbangan teknologi pada perekonomian Indonesia masih rendah. Dari ukuran TFP terlihat bahwa sumbangannya masih rendah dan masih dengan pertumbuhan yang rendah juga. Dilihat dari produktivitas tenaga kerja juga tergolong rendah. Begitu pula jika kita lihat dari produk ekspor Indonesia kandungan teknologinya juga rendah, karena terutama berupa bahan mentah sumber daya alam, seperti CPO, batubara, dan migas, dan produk padat karya seperti tekstil dan garmen, alas sepatu. Bahkan dilihat dari karakteristik perekonomian Indonesia di mana sebelum krisis telah bertransformasi dari perekonomian mengandalkan SDA kepada sumbangan investasi dan efisiensi, pasca krisis kembali bergantung pada SDA.

Dari sudut kepentingan perkembangan ekonomi maka peranan teknologi di Indonesia pertama-tama haruslah diarahkan pada sumbangan yang lebih besar pada TFP, peningkatan produktivitas pekerja, dan kandungan teknologi yang lebih besar pada produk-produk yang dihasilkan sektor manufaktur dan tentu juga jasa. Begitu pula keunggulan Indonesia dalam SDA harus dikombinasikan dengan pengembangan teknologi untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih tinggi. Peran teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi ini lebih besar ditentukan oleh mekanisme pasar daripada keputusan politik. Bisa saja keputusan politik dibuat misalnya untuk mendukung pengembangan industri downstream SDA seperti CPO atau hasil tambang, namun jika keputusan politik tersebut tidak bersinergi dengan mekanisme pasar yang terjadi adalah bukan peningkatan produktivitas, efisiensi, dan produk yang kompetitif, tetapi sebaliknya.

Perdebatan klasik di tingkat penentu kebijakan dan juga kaum terdidik pada umumnya adalah apakah kita memanfaatkan SDA yang kita hasilkan untuk diolah dalam negeri oleh industri hilirnya dengan janji nilai tambah yang lebih tinggi, ataukah menjualnya saja dalam bentuk bahan mentah karena sulit untuk bersaing dan yang terpenting adalah mendapatkan penerimaan dari ekspor bahan mentah tersebut. Pada masa sebelum krisis pendekatan pertama mendapatkan dukungan politik yang cukup kuat dari Presiden Soeharto dan menteri-menteri teknis dengan mengadopsi argumentasi infant industry yaitu perlunya perlindungan industri dalam negeri yang baru berkembang. Namun pada masa krisis pendekatan kedua mendominasi karena kebutuhan mendesak untuk pemasukan devisa. Sampai sekarang pertentangan ini terus berlanjut di antara di satu sisi Menteri Perdagangan dan Menteri Keuangan yang konsisten pada keterbukaan ekonomi, dan Menteri Perindustrian dan Menteri Pertanian yang menginginkan proteksi tertentu dan dukungan lainnya untuk perkembangan industri hilir pengolahan SDA, dan kepentingan nasional pada umumnya.

Pendekatan yang pragmatis adalah bagaimana mensinergikan keputusan politik dengan mekanisme pasar. Dalam situasi di mana kebijakan ekonomi pasar terbuka mendominasi seiring dengan globalisasi maka bobot lebih besar harus diberikan pada mekanisme pasar. Dengan kata lain keputusan politik bersifat memperkuat mekanisme pasar (market enhancing). Atau bagaimana membuat pengembangan teknologi adalah tidak saja sebagai aksentuasi kepentingan nasional tetapi juga diterima pasar dan yang lebih penting lagi produk dan jasa yang dihasilkan kompetitif tidak saja di dalam negeri tetapi juga di pasar terbuka atau internasional.

Categories: entrepreneurship · knowledge · peradaban

Indeks Pembangunan Manusia

March 22, 2009 · 2 Comments

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diukur sebagai pencapaian rata-rata sebuah negara dalam 3 dimensi dasar pembangunan manusia:

IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup. Secara singkat, IPM diukur pada tiga bidang, yaitu pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Rendahnya IPM indonesia selama ini terutama disebabkan oleh pembangunan yang berorientasi pada fisik semata. Pembangunan fisik yang dimaksud adalah pendirian gedung-gedung, jalan-jalan dan infrastruktur. Dari serangkaian cara dan strategi pembangunan tersebut, semuanya berorentasi material, sehingga keberlanjutannya sangat tergantung pada ketersediaan anggaran dan komitmen pemerintah. Di samping itu, tidak adanya tatanan pemerintahan yang demokratis menyebabkan rendahnya akseptabilitas dan inisiatif masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan dengan cara mereka sendiri. Padahal, pembangunan seharusnya diutamakan pada upaya pembangunan manusia. Seperti yang telah disebutkan di atas, upaya pembangunan manusia selayaknya difokuskan pada tiga indikator IPM : pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Pembangunan yang seperti ini, akan mengarahkan pada kemandirian masyarakat.

Categories: pendidikan · peradaban

The Real Marketing Practice

March 21, 2009 · Leave a Comment

Salah satu know how yang menarik minat saya adalah tentang marketing. Tentu saja, semua tentang marketing berarti semua tentang bagaimana cara membuat calon konsumen mau menggunakan produk kita atau tentang bagaimana agar konsumen yang sudah loyal, masih menggunakan produk / jasa dari kita. Tulisan berikut ini tidak hanya tentang teori-teori marketing saja, tapi juga sudah mencapai tataran praktis. Insya ALLAH.

Saat ini, kebetulan saya diminta oleh teman-teman tim benny-yusuf untuk memimpin tim promotor dan tim marketing dalam Pemilihan Umum (pemilu) Keluarga Mahasiswa ITB. Oiya, sebelumnya tim marketing sendiri diarahkan untuk membuat konten dan memproduksi media-media kampanye. Makanya, di dalam tim marketing ada tim kampanye langsung (KL) yang mengurusi kampanye lisan di ruang-ruang kuliah dan hearing terbuka, dan tim kampanye tidak langsung (KTL) yang juga terdiri dari dua tim : offline dan online. Tim offline mengurusi media kampanye berbentuk umbul-umbul, poster, emblem, dan lain-lain. Sedang tim online berupaya mengkampanyekan pasangan benny-yusuf menggunakan media internet. Antara lain, rileks (satu-satunya komunitas maya se-ITB), facebook dan blog. Konsep dasarnya sendiri memang banyak menganut buku terbaru Yuswohady, yaitu CROWD

Sekarang tentang pasangan calon Benny-Yusuf. Di ITB BHP (Badan Hukum Pendidikan), ada 4 struktur utama yang “menguasai” ITB. Keempatnya adalah : Majelis Wali Amanat (MWA) sebagai lembaga tertinggi ITB, Majelis Guru Besar (MGB), Senat Akademik (SA), dan rektorat sebagai pelaksana kebijakan. Nah, keanggotaan MWA terdiri dari berbagai perwakilan dari konstituen masing-masing. Ada kementerian pendidikan (biasanya diwakili menteri pendidikan), masyarakat, industri, rektor, pegawai ITB dan mahasiswa ITB. Siapa yang mewakili mahasiswa ITB di MWA? Dialah yang disebut dengan MWA wakil mahasiswa yang dalam bekerja dibantu oleh Tim MWA. Benny akan mencalonkan diri sebagai calon MWA wakil mahasiswa. Sedangkan yusuf adalah calon presiden KM ITB–Presiden KM kurang lebih sama dengan ketua BEM kampus di universitas lain.

Untuk marketing person to person, ada dua tim yang siap bekerja untuk mengkampanyekan pasangan calon benny-yusuf dengan rumus mouth to mouth. Pertama, tim promotor. Tim promotor akan diarahkan untuk membentuk jaringan-jaringan strategis di setiap jurusan-angkatan. Contoh, jaringan strategis di matematika 2006 akan berbeda orang dengan jaringan strategis di matematika 2007. Kedua, tim jaringan strategis di jurusan-angkatan. Tim ini diarahkan untuk mengkampanyekan pasangan calon benny-yusuf secara langsung. Mouth to mouth. Misalnya, menjadikan bahan obrolan ttg benny-yusuf saat perkuliahan atau praktikum.

Meme yang ingin kami wujudkan di setiap kepala calon pemilih, bahwa tim benny-yusuf adalah inklusif. Kami terbuka menerima segala mahasiswa ITB dengan segala berbagai jenis ideologi, ras, angkatan, maupun jurusan. Jadilah diri sendiri, dengan segala karakter dan kemampuan yang dimiliki, dan jadilah bagian dari just-be-yu. Karena just-be-yu = just be yourself = narsis!

image0053

Categories: entrepreneurship · knowledge · marketing