know what,who,why and how

Entries from August 2008

Tips Pengambilan Keputusan Cepat

August 25, 2008 · Leave a Comment

Dalam menciptakan perubahan dibutuhkan pemimpin yang “berani” mengambil keputusan. Berikut adalah tips untuk mendorong keberanian anda dalam mengambil keputusan.

  • Dalam setiap kondisi apapun, yakinkan diri anda bahwa suatu keputusan harus diambil. Selalu ada risiko dalam hidup ini, dan masa depan adalah milik mereka yang berani menghadapai persoalan dengan gagah, ketimbang mereka yang lari dan bergerilya di belakang.
  • Biasakan dekat dengan masalah. Masalah adalah sesuatu yang harus dihadapai, bukan untuk dihindari. Para filsuf sudah sejak dahulu kala menunjukkan bahwa masalah selalu memberikan arti bagi kehidupan.
  • Selalu bedakan antara orang yang mempunyai masalah besar (who has big problem) dengan orang yang membuat masalah menjadi besar (who makes problem big).
  • Kebanyakan kita sering berteriak punya masalah besar atau menuding orang lain punya masalah besar. Yang benar adalah anda telah bereaksi secara salah terhadap suatu masalah. Dengan cara demikian, anda telah membuat sebuah masalah “menjadi besar”.
  • Cepat selesaikan suatu masalah sebelum masalah itu tumbuh menjadi besar, menyebar ke mana-mana, dan menjadi musibah.
  • Identifikasi masalah dengan cepat. Gunakan system dan orang-orang yang dapat mengajari anda. Yang anda butuhkan bukanlah orang-orang penting, tetapi orang yang mau menyampaikan dengan benar.
  • Terlibat dalam proses. Jangan berpangku tangan; menjadikan diri pemalas. Cobalah terlibat dan benamkan diri anda dalam suatu kegiatan. Dengan berada di tengah-tengah mereka, anda akan menjadi lebih mengerti dan lebih mudah/berani membuat keputusan.
  • Berpikir positif. Anda sering kali tidak perlu memperbaiki atau mengubah suatu masalah. Yang perlu anda lakukan adalah mengubah cara pandang atau titik perspektif di mana anda melihat suatu masalah. Masalahnya bisa saja tetap sama, tetapi dengan berpikir positif, kata Dr.Norman Vincent Peale, anda bisa merasakan suasana yang berbeda. Dengan suasana berbeda, anda bisa lebih antusias. Antusiasme, kata Henry Ford, adalah modal penting untuk mengambil keputusan dan menciptakan perubahan.
  • Biasakan membuat rencana tindakan (action plan). Salah satu masalah besar yang dihadapi manusia Indonesia adalah tidak terbiasa dengan rencana, para pemimpin seringkali tidak menghormati, bahkan cenderung melangkahi rencana-rencana yang dibuat oleh para pengikutnya. Mereka mengatakan, dengan rencana, pekerjaan-pekerjaannya justru terbengkalai. Rencana tentu saja tidak berdiri sendiri. Sebuah rencana yang baik membutuhkan rencana-rencana tindakan yang dilengkapi dengan pengendalian dan back-up system. Para astronot yang berhasil membawa pesawat ulang-alik menuju ruang angkasa tahu benar betapa sulitnya para engineer membuat pesawat yang sempurna, yang bebas dari segala kemungkinan kerusakan/gangguan (malfunction). Mereka tetap tak bisa menciptakan kondisi tingkat kerusakan nol (zero defect). Yang bisa mereka lakukan adalah membuat sebuah back-up system. Semakin besar suatu perusahaan dan semakin kompleks permasalahan yang dihadapi, dibutuhkan back-up system yang memadai untuk mempercepat proses pengambilan keputusan.

(dikutip dari Rhenald Kasali : cHaNgE, hal 232-233)

Categories: knowledge · organisasi

Tips untuk Membentuk The Winning Team

August 19, 2008 · Leave a Comment

Jangan terlalu ambisisus dengan membentuk sebuah superteam. Super team terdiri dari orang-orang super hebat. Alih-alih memilih mereka, pilihlah orang-orang yang mau bekerja sama, mau memberikan kontribusi yang saling melengkapi. Orang-orang yang super cenderung tidak bisa bekerja sama dalam team dan merasa bisa bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain. Orang-orang yang biasa saja sesungguhnya sudah cukup untuk membangun team yang tangguh, asalkan mereka punya komitmen yang kuat.

Rekrut orang-orang yang komit terhadap kesempurnaan, memiliki standar yang tinggi, memerhatikan detail, dan action oriented. Jangan merekrut orang-orang yang mudah cemas dan memiliki banyak persoalan pribadi, sebab ia akan membebani team dengan masalah-masalah pribadinya. Carilah orang-orang yang punya orientasi ketelitian dan komitmen tinggi pada kesempurnaan, bukan yang sudah sempurna.

Berikan standar atau ketentuan-ketentuan yang jelas. Team bisa bekerja dengan baik kalau standarnya jelas, namun tetap ada ruang untuk fleksibilitas.

Harapkan yang terbaik. Team harus didorong untuk memaksimalkan potensinya dalam menghasilkan karya terbaik.

Kuncinya adalah komunikasi. Maka jangan biarkan mereka mengisolasi diri satu sama lain. Semakin anggota team saling mengenal satu sama lain, semakin baik team bekerja. Para pekerja Jepang biasa pergi karaoke bersama, ngobrol-ngobrol di kedai kopi setelah jam kerja, bahkan mandi berendam bersama untuk memupuk kebersamaan. Hasilnya, orang-orang biasa itu bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Berikan perhatian. Pemimpin dapat memberikan semangat kerja team dengan memberikan kepercayaan dan mengunjungi team-nya. Tom Peters memperkenalkan konsep MBWA (Management by Walking Around). Dengan melakukan kunjungan (walking around), team merasa diperhatikan dan semangat mereka tumbuh.

Personalisasikan penghargaan. Semakin besar perusahaan, semakin terdapat kecenderungan formalitas dan semakin hilang sentuhan pribadi. Padahal anggota team bukanlah sekedar angka, melainkan kumpulan dari personal-personal yang harus diberi penghargaan.

Berikan penghargaan team. Jangan berikan penghargaan individual, melainkan berikan penghargaan team sebagai wujud dari penghargaan kerja sama team.

Berikan sentuhan “cross border”. Sebuah team tidak bekerja secara vakum atau terisolasi dari team lainnya. Team-team yang anda bentuk akan bekerja efektif kalau team-team tersebut juga diterima oleh team-team lainnya dan mereka saling mendukung (supporting). Bila perlu, buat pelatihan-pelatihan cross-border yang sama pentingnya dengan pelatihan-pelatihan kompetisi team.

Rayakan bersama. Setiap kali team berhasil mencapai hasil tertentu maka pemimpin team harus mampu membuat semacam perayaan lewat sebuah kegiatan yang menunjukkan pengakuan atas kemenangan bersama.

Jangan pernah membubarkan “the winning team”. Sebuah team tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan melalui sebuah proses yang melibatkan bukan saja kompetensi dan skill, tapi juga emosi dant energy. Sekali ia terbentuk, anda harus terus memupuknya, memperkuatnya.

( dari cHaNgE, Rhenald Kasali )

Categories: organisasi

Essay Mentor Umum INKM ITB 2008

August 4, 2008 · 1 Comment

essay ini saya ajukan untuk mendaftarkan diri sebagai mentor umum di Inisiasi Keluarga Mahasiswa (INKM) ITB 2008. Silakan dibaca dan silakan dikomentari. Hehe..

“Tema : Gerakan mahasiswa dengan memberdayakan potensi yang dimiliki dalam mengkritisi realita Indonesia

Judul : Intelektualitas sebagai Jiwa Kemahasiswaan

Mahasiswa adalah status yang diberikan kepada orang-orang yang belajar di perguruan tinggi. Mahasiswa ITB adalah orang-orang yang belajar di kampus ITB, mahasiswa UI adalah orang-orang yang belajar di kampus UI. Dan demikian seterusnya. Kesamaan di antara mahasiswa-mahasiswa tersebut adalah intelektualitas mereka. Dimana intelektualitas adalah _egat khas kelompok social yang disebut mahasiswa. Tentunya, _egat khas ini membedakan kelompok _egati mahasiswa dengan kelompok _egati yang lain. Semisal petani atau nelayan atau pengusaha.

Intelektualitas mengantar mahasiswa pada kebenaran ilmiah yang objektif. Cara pandang objektif yang adil ini akan menuntun pada kebenaran sejati. Dan kebenaran sejati membantu ketercapaian pembentukan peradaban yang lebih baik. Peradaban yang mengarah pada kesetaraan, keadilan, dan tingkat partisipasi yang lebih tinggi. Singkatnya, intelektualitas kaum terpelajar seperti akan membentuk peradaban yang lebih baik.

Intelektualitas mahasiswa diasah dan dikembangkan melalui pembelajaran dan dialektika. Pembelajaran, karena menuntun pada pembangunan pola _egat. Pembelajaran datang dari pembacaan literature-literatur kemahasiswaan, dan aktivitas-aktivitas kemahasiswaan. Serta dialektika sebagai sarana feedback positif dan _egative dalam pengembangan kapasitas intelektual.

Selanjutnya, tentang gerakan. Menurut saya, gerakan tidak harus berbentuk aksi massa, aksi damai, ataupun aksi demonstrasi. Gerakan adalah manifestasi kerja keras sekelompok manusia dalam rentang waktu tertentu. Dalam hal ini, kita bisa menyamakan gerakan dengan peradaban itu sendiri. Nah, berbicara tentang gerakan mahasiswa,tentunya rutinitas aktivitas mahasiswa seharusnya tidak jauh dari aktivitas –aktivitas intelektual itu sendiri. Gerakan mahasiswa seharusnya penuh dengan membaca buku, blog, sejarah kemahasiswaan dan lain-lain. Gerakan mahasiswa seharusnya penuh dengan diskusi dan debat. Proses-proses membaca, diskusi dan debat ini seharusnya menyertai bentuk-bentuk aplikasi dalam kegiatan-kegiatan organisasi kemahasiswaan. Mulai dari kaderisasi, penelitian, pengabdian masyarakat, dan lain-lain.

Saya mengusulkan satu disiplin baru yang harus diejawantahkan oleh mahasiswa dalam beraktivitas kemahasiswaan. Disiplin tersebut adalah manajemen pengetahuan. Dengan adanya manajemen pengetahuan, tidak akan terjadi misscommuni ation dari forum ke forum, maupun dari angkatan ke angkatan, apalagi dari generasi ke generasi. (nb:generasi berbeda dengan angkatan. kalo angkatan biasanya memiliki kesamaan waktu penerimaan, sementara generasi berarti beberapa angkatan yang masih bertemu di kampus, kira-kira dua angkatan ke atas dan dua angkatan ke bawah)

Sekarang tentang mengkritisi realita Indonesia. Berbicara realita, ada dua macam realita yang harus kita bahas. Pertama, realita positif dan realita negatif. Realita positif merangsang pikiran-pikiran positif, sebaliknya dengan realita negatif. Menurut saya, realita positif harus dipertahankan. Caranya, dengan mempelajari sebab-akibat bagaimana realita positif itu dapat terjadi. Dan terus mempertahankan aktivitas-aktivitas yang memiliki realita positif tadi. Sedangkan realita negatif, harus dihindari dengan cara bagaimanapun. Dan belajar dari realita-realita  negative, adalah hal penting yang harus dilakukan.

Jadi, gerakan mahasiswa yang bagaimana yang dapat dilakukan? Gerakan mahasiswa yang dapat dilakukan adalah aktivitas-aktivitas mahasiswa sebagai kelompok social yang mengandung tridharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat), tanpa melupakan proses-proses pembelajaran, dialektika dan manajemen pengetahuan yang ada. Pastinya, kegiatan-kegiatan kemahasiswaan seharusnya selalu dan hanya akan berorientasi pada pengabdian masyarakat.”

Categories: tentang apa pun