Dalam menciptakan perubahan dibutuhkan pemimpin yang “berani” mengambil keputusan. Berikut adalah tips untuk mendorong keberanian anda dalam mengambil keputusan.
- Dalam setiap kondisi apapun, yakinkan diri anda bahwa suatu keputusan harus diambil. Selalu ada risiko dalam hidup ini, dan masa depan adalah milik mereka yang berani menghadapai persoalan dengan gagah, ketimbang mereka yang lari dan bergerilya di belakang.
- Biasakan dekat dengan masalah. Masalah adalah sesuatu yang harus dihadapai, bukan untuk dihindari. Para filsuf sudah sejak dahulu kala menunjukkan bahwa masalah selalu memberikan arti bagi kehidupan.
- Selalu bedakan antara orang yang mempunyai masalah besar (who has big problem) dengan orang yang membuat masalah menjadi besar (who makes problem big).
- Kebanyakan kita sering berteriak punya masalah besar atau menuding orang lain punya masalah besar. Yang benar adalah anda telah bereaksi secara salah terhadap suatu masalah. Dengan cara demikian, anda telah membuat sebuah masalah “menjadi besar”.
- Cepat selesaikan suatu masalah sebelum masalah itu tumbuh menjadi besar, menyebar ke mana-mana, dan menjadi musibah.
- Identifikasi masalah dengan cepat. Gunakan system dan orang-orang yang dapat mengajari anda. Yang anda butuhkan bukanlah orang-orang penting, tetapi orang yang mau menyampaikan dengan benar.
- Terlibat dalam proses. Jangan berpangku tangan; menjadikan diri pemalas. Cobalah terlibat dan benamkan diri anda dalam suatu kegiatan. Dengan berada di tengah-tengah mereka, anda akan menjadi lebih mengerti dan lebih mudah/berani membuat keputusan.
- Berpikir positif. Anda sering kali tidak perlu memperbaiki atau mengubah suatu masalah. Yang perlu anda lakukan adalah mengubah cara pandang atau titik perspektif di mana anda melihat suatu masalah. Masalahnya bisa saja tetap sama, tetapi dengan berpikir positif, kata Dr.Norman Vincent Peale, anda bisa merasakan suasana yang berbeda. Dengan suasana berbeda, anda bisa lebih antusias. Antusiasme, kata Henry Ford, adalah modal penting untuk mengambil keputusan dan menciptakan perubahan.
- Biasakan membuat rencana tindakan (action plan). Salah satu masalah besar yang dihadapi manusia Indonesia adalah tidak terbiasa dengan rencana, para pemimpin seringkali tidak menghormati, bahkan cenderung melangkahi rencana-rencana yang dibuat oleh para pengikutnya. Mereka mengatakan, dengan rencana, pekerjaan-pekerjaannya justru terbengkalai. Rencana tentu saja tidak berdiri sendiri. Sebuah rencana yang baik membutuhkan rencana-rencana tindakan yang dilengkapi dengan pengendalian dan back-up system. Para astronot yang berhasil membawa pesawat ulang-alik menuju ruang angkasa tahu benar betapa sulitnya para engineer membuat pesawat yang sempurna, yang bebas dari segala kemungkinan kerusakan/gangguan (malfunction). Mereka tetap tak bisa menciptakan kondisi tingkat kerusakan nol (zero defect). Yang bisa mereka lakukan adalah membuat sebuah back-up system. Semakin besar suatu perusahaan dan semakin kompleks permasalahan yang dihadapi, dibutuhkan back-up system yang memadai untuk mempercepat proses pengambilan keputusan.
(dikutip dari Rhenald Kasali : cHaNgE, hal 232-233)